YAKOBUS 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Surat ini ditulis oleh Yakobus, pelayan Allah dan Kristus Yesus, kepada orang-orang yang tersebar di seluruh dunia. Mereka hidup jauh dari kampung halaman, sering mengalami kesulitan, dan Yakobus mau menguatkan mereka. Kalimat pertamanya mengejutkan: ia berkata supaya mereka menganggap sebagai sukacita kalau jatuh dalam berbagai pencobaan. Bukan karena pencobaan itu enak, tetapi karena ujian terhadap iman menghasilkan ketabahan, yaitu kekuatan untuk terus percaya meski sulit.
Lalu Yakobus bicara tentang hikmat, kebijaksanaan untuk tahu apa yang benar dan bagaimana bertindak. Kalau kita kekurangan hikmat, kita boleh memintanya kepada Allah, yang memberi dengan murah hati tanpa mencela. Tetapi kita harus meminta dengan iman, tidak bimbang seperti gelombang laut yang diombang-ambing angin.
Ia juga bicara tentang kaya dan miskin. Yang hidup sederhana boleh bangga karena kedudukannya di hadapan Allah tinggi, dan yang kaya harus ingat bahwa kekayaannya bisa lenyap seperti bunga rumput yang layu kena terik matahari.
Kemudian Yakobus menjelaskan dari mana pencobaan datang. Allah tidak mencobai siapa pun untuk berbuat dosa. Justru manusia dicobai ketika diseret oleh keinginannya sendiri, keinginan itu melahirkan dosa, dan dosa yang matang melahirkan maut. Sebaliknya, setiap pemberian yang baik datang dari Allah, Bapa segala terang, yang tidak pernah berubah.
Yakobus juga memberi nasihat praktis: cepat mendengar, lambat berbicara, lambat marah. Firman Allah harus diterima dengan lemah lembut dan dilakukan, bukan hanya didengar. Orang yang hanya mendengar firman tanpa melakukannya, ia seperti orang yang melihat wajahnya di cermin lalu segera lupa seperti apa rupanya. Yakobus menutup pasal ini dengan berkata bahwa ibadah yang murni di hadapan Allah adalah mengunjungi anak yatim dan janda dalam penderitaan mereka, serta menjaga diri supaya tidak dicemari dunia.
What Does This Mean?
Yakobus mengajak kita berpikir ulang tentang kesulitan. Kita biasanya berharap hidup yang mudah, tetapi Yakobus berkata bahwa ujian bisa membuat iman kita lebih tabah, lebih tahan uji, seperti otot yang menjadi kuat karena dilatih. Itu tidak berarti kita harus berpura-pura senang saat susah, tetapi kita boleh percaya bahwa Allah bisa memakai kesulitan itu untuk membentuk kita.
Yang juga penting, Yakobus membedakan dengan tegas antara pencobaan yang datang dari keinginan kita sendiri, dan ujian yang diizinkan Allah untuk menguatkan iman. Allah tidak pernah menjebak kita supaya berbuat dosa. Justru semua yang baik datang dari-Nya.
Yakobus juga tidak mau iman hanya menjadi kata-kata. Mendengar firman itu penting, tetapi kalau tidak pernah dilakukan, itu seperti melihat cermin lalu langsung lupa. Iman yang sungguh terlihat dari cara kita hidup, bagaimana kita mengendalikan lidah, dan bagaimana kita memperhatikan orang yang menderita.
The Common Thread
Yakobus menyebut firman kebenaran yang menjadikan kita, atas kehendak Allah sendiri, buah sulung dari ciptaan-Nya. Ini mengingatkan kita bahwa keselamatan bukan hasil usaha kita, melainkan kehendak Allah yang memilih dan melahirkan kita baru lewat firman-Nya. Firman itu, pada akhirnya, berpusat pada Yesus Kristus, yang oleh Yakobus disebut di ayat pertama surat ini sebagai Tuhan bersama Allah. Mahkota kehidupan yang dijanjikan kepada mereka yang mengasihi Allah bukan hadiah karena kita cukup baik, melainkan janji Allah yang setia bagi orang yang tetap percaya meski diuji, sama seperti Yesus sendiri tetap setia sampai akhir meski menanggung penderitaan yang jauh lebih berat dari kita.
For You
Mungkin kamu sedang menghadapi sesuatu yang sulit: diejek teman, kesulitan di sekolah, atau merasa hidupmu tidak adil. Yakobus tidak menyuruhmu berpura-pura semuanya baik-baik saja. Ia mengajak kamu percaya bahwa Allah bisa memakai kesulitan itu untuk membuatmu lebih kuat. Kamu juga boleh, bahkan disuruh, meminta hikmat kepada Allah kalau kamu bingung harus bagaimana. Ia tidak akan mencelamu karena bertanya.
Perhatikan juga lidahmu. Cepat mendengar, lambat berbicara, lambat marah, itu nasihat yang sulit tetapi sangat berguna saat kamu kesal pada teman atau keluarga. Dan cobalah perhatikan siapa di sekitarmu yang sedang susah, mungkin anak yang sering sendirian, lalu lakukan sesuatu untuknya. Itulah ibadah yang murni menurut Yakobus.
Talk About It
Menurutmu, kenapa Yakobus bilang kita harus bersukacita saat mengalami kesulitan? Apakah itu berarti kita harus berpura-pura senang?
Ada bagian mana dari hidupmu yang masih "hanya didengar" tetapi belum benar-benar "dilakukan"?
Praying Together
Tuhan Allah, terima kasih karena Engkau memberi hikmat dengan murah hati kepada siapa saja yang meminta. Tolong kami supaya tetap percaya kepada-Mu saat hidup terasa sulit, dan jadikan kami pelaku firman-Mu, bukan hanya pendengar. Ajar kami mengasihi orang yang membutuhkan di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa, amin.
Pertanyaan tentang YAKOBUS 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YAKOBUS 1?
Apa yang dikatakan YAKOBUS 1?
Apa yang YAKOBUS 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari YAKOBUS 1?
Mengapa YAKOBUS 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Akan tetapi, biarlah ketekunan itu menyelesaikan pekerjaannya supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, tidak kekurangan apa pun." Perhatikan kata "menyelesaikan". Ketekunan sedang bekerja di dalam kamu, dan pekerjaan itu belum selesai. Kita sering ingin memotong prosesnya di tengah jalan, minta jalan keluar cepat. Tapi Tuhan tidak sedang menunda, Dia sedang merampungkan sesuatu di dalam dirimu yang tidak bisa lahir dari jalan pintas.
Sebab, setelah mengamati dirinya, ia pergi dan langsung lupa seperti apa rupanya." Yang salah bukan bercerminnya, melainkan langkah kaki yang terlalu cepat pergi. Firman menunjukkan wajahmu yang sebenarnya pagi ini. Lalu apa? Ada hal yang kamu lihat tentang dirimu, dan kamu buru-buru sibuk supaya tidak perlu mengingatnya lagi. Tinggallah sebentar di depan cermin itu.
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu sukacita ketika kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan." Perhatikan kata "anggaplah". Itu bukan perasaan yang muncul sendiri, tapi keputusan yang kamu ambil. Dan "jatuh" berarti kamu tidak memilih ujian itu. Yakobus tidak menyuruhmu tersenyum palsu. Ia menyuruhmu percaya bahwa Allah sedang mengerjakan sesuatu di tempat yang paling tidak kamu inginkan.
sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan." Perhatikan, Yakobus tidak menulis "sebab kamu merasa". Ada hari ketika hatimu terlalu lelah untuk merasakan apa pun. Yang tersisa cuma pengetahuan ini: hal yang menekanmu sekarang sedang membentuk sesuatu yang tidak pernah bisa lahir dari hidup yang serba mudah.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak