YAKOBUS 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Ada perkelahian di antara orang-orang yang membaca surat ini. Bukan perang dengan pedang, tapi pertengkaran yang membuat hati sakit. Yakobus bertanya, dari mana datangnya semua ini?
Jawabannya mengejutkan. Perkelahian itu datang dari dalam diri sendiri. Ada keinginan yang begitu besar di hati, sampai orang mau merebut apa yang bukan miliknya. Mereka ingin sesuatu, tidak mendapatkannya, lalu marah dan bertengkar. Bahkan mereka tidak berdoa minta kepada Allah. Kalaupun berdoa, mereka minta dengan alasan yang salah, hanya untuk memuaskan keinginan sendiri.
Lalu Yakobus berkata sesuatu yang tegas. Berteman dengan dunia yang jahat berarti memusuhi Allah. Bayangkan seperti dua raja yang berperang. Kamu tidak bisa berdiri di dua pihak sekaligus. Tapi ada kabar baik di tengah kata-kata keras ini. Allah menentang orang yang sombong, tapi Ia memberi anugerah, yaitu pemberian yang tidak pantas kita terima, kepada orang yang rendah hati.
Karena itu Yakobus memberi jalan keluar. Serahkan dirimu kepada Allah. Lawan setan, dan dia akan lari. Mendekatlah kepada Allah, dan Dia akan mendekat kepadamu. Bersihkan tanganmu, murnikan hatimu. Rendahkan hatimu di hadapan Tuhan, maka Dia akan meninggikanmu.
Yakobus juga melarang sesuatu yang sering terjadi tanpa disadari, yaitu menjelek-jelekkan saudara sendiri. Hanya ada satu Hakim yang berhak menghakimi, dan itu bukan kita.
Di akhir, Yakobus bicara tentang orang yang sombong soal rencana masa depan mereka, seolah mereka pasti akan hidup besok dan berhasil dalam usahanya. Padahal hidup manusia seperti uap, muncul sebentar lalu lenyap. Seharusnya mereka berkata, "Jika Tuhan menghendaki, kami akan hidup dan melakukan ini atau itu."
Apa Artinya Ini?
Bayangkan dua anak yang berebut satu bola. Keduanya sama-sama ingin menang, sampai lupa bertanya baik-baik. Itulah yang terjadi di hati manusia. Keinginan yang tidak dikendalikan bisa berubah jadi perkelahian besar.
Yakobus mengajak kita jujur. Perkelahian tidak datang dari orang lain dulu, tapi dari keinginan di dalam hati kita sendiri. Namun Allah tidak meninggalkan kita berjuang sendirian. Dia menawarkan anugerah bagi siapa saja yang mau merendahkan hati dan datang kepada-Nya.
Benang Merah
Ini adalah cerita besar Allah tentang manusia yang sering sombong, memikirkan diri sendiri, sering lupa bahwa hidupnya di tangan Tuhan. Tapi Allah selalu membuka jalan pulang. Dia berjanji, "Mendekatlah kepada Allah, dan Dia akan mendekat kepadamu." Yesus Kristus datang justru untuk itu, membuka jalan agar orang berdosa bisa mendekat kepada Allah dan diterima, bukan karena hebat, tapi karena anugerah.
Untukmu
Kalau kamu pernah berebut mainan dengan adik atau temanmu sampai bertengkar, ingatlah cerita ini. Coba berhenti sebentar, dan bertanya di hati, "Apa yang sebenarnya aku inginkan?" Lalu, daripada merebut, cobalah berdoa minta kepada Allah. Dan sebelum membuat rencana besar untuk besok, kamu bisa berkata seperti Yakobus ajarkan, "Jika Tuhan menghendaki, aku akan melakukan ini."
Mari Bicarakan
Pernahkah kamu bertengkar karena sangat menginginkan sesuatu? Apa yang bisa kamu lakukan lain kali selain marah?
Yakobus berkata, "Mendekatlah kepada Allah, dan Dia akan mendekat kepadamu." Apa artinya mendekat kepada Allah menurutmu?
Berdoa Bersama
Tuhan Allah, kadang hati kami ingin sesuatu sampai kami marah dan bertengkar. Maafkan kami. Tolong kami untuk rendah hati dan datang kepada-Mu dulu, sebelum marah kepada orang lain. Terima kasih karena Engkau selalu mau mendekat kepada kami. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Pertanyaan tentang YAKOBUS 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YAKOBUS 4?
Apa yang dikatakan YAKOBUS 4?
Apa yang YAKOBUS 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari YAKOBUS 4?
Mengapa YAKOBUS 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Perhatikan betapa sering Yakobus mengulang satu kata: "Siapa yang memfitnah saudaranya atau menghakimi saudaranya..." Saudara. Saudara. Orang yang sedang kamu bicarakan di belakang itu bukan orang asing, dia keluargamu sendiri. Dan saat kamu duduk di kursi hakim, kamu bukan lagi pelaku firman, melainkan penilainya.
Yakobus tidak melarangmu membuat rencana. Ia hanya mengubah cara kamu mengucapkannya: "Jika Tuhan menghendaki, kami akan hidup dan melakukan ini atau itu." Perhatikan, bukan hanya pekerjaanmu yang bergantung pada Dia, tapi napasmu juga. Kalimat kecil itu menempatkan kembali hidupmu di tangan yang benar. Rencanamu hari ini, sudahkah kamu serahkan begitu?
Kamu meminta, tetapi tidak menerima karena kamu meminta dengan motif yang salah, yaitu untuk memuaskan hawa nafsumu." Yakobus tidak bilang doamu kurang panjang atau kurang sungguh. Dia menyentuh alasannya. Kadang kita berdoa bukan supaya Tuhan dimuliakan, tapi supaya hidup kita lebih nyaman. Coba tanya pelan: kalau permintaanku ini dikabulkan, siapa yang paling diuntungkan?
Hanya ada satu Pembuat Hukum dan Hakim, yaitu Dia yang sanggup menyelamatkan dan membinasakan." Perhatikan: yang berhak menghakimi adalah Dia yang juga sanggup menyelamatkan. Penilaianmu tentang orang itu tidak pernah bisa menyelamatkannya, hanya melukainya. Lalu, siapakah kamu? Doakan dia, jangan vonis dia.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak