Untuk anak usia 3 hingga 6 tahun

YAKOBUS 4

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)

Alkitab

Apa yang Terjadi?

Ada dua kakak beradik. Namanya Doni dan Rara. Mereka main bola di halaman. Bola itu cuma satu.

Doni mau pegang bola. Rara juga mau pegang bola. "Ini punyaku!" kata Doni. "Bukan, punyaku!" kata Rara.

Mereka tarik-tarikan. Wajah mereka merah. Suara mereka keras sekali. Itu namanya berkelahi.

Allah bilang begini, "Dari mana datangnya perkelahian? Dari hati yang mau, mau, dan mau terus." Kalau kita ingin sesuatu tapi tidak minta baik-baik, kita jadi marah, jadi berkelahi.

Apa Artinya?

Coba tebak, kalau Doni dan Rara minta baik-baik kepada Allah, apa yang terjadi? Allah mau mendengar. Allah suka kalau kita minta dengan hati yang tenang, bukan hati yang serakah.

Ada juga anak yang berdiri tinggi-tinggi, dada dibusungkan, "Aku yang paling hebat!" Itu namanya sombong. Allah tidak suka itu.

Tapi ada anak lain. Dia jongkok kecil-kecil. Dia bilang, "Tolong aku, Tuhan." Allah suka itu. Allah bilang, "Aku dekat dengan orang yang rendah hati."

Benang Merahnya

Allah berkata, "Mendekatlah kepada-Ku, maka Aku akan mendekat kepadamu." Seperti kalau kamu berlari mendekat ke Ayah, Ayah pun membuka tangan.

Yesus juga begitu. Dia raja di surga, tapi Dia mau jadi kecil. Dia turun ke bumi, dekat dengan kita. Yesus tidak sombong. Yesus rendah hati.

Hidup kita ini cepat sekali, seperti asap tipis dari teh hangat. Sebentar saja, lalu hilang. Karena itu, baik dipakai untuk dekat dengan Allah, bukan untuk sombong.

Untukmu

Kalau nanti kamu rebutan mainan, coba berhenti dulu. Tarik napas. Lalu minta baik-baik, "Boleh aku pinjam?"

Kalau kamu tahu ada yang baik untuk dilakukan, seperti membagi kue atau memeluk adik, lakukanlah. Jangan ditunda-tunda. Hidupmu cepat sekali, seperti asap yang hilang.

Jadilah anak yang mendekat kepada Allah. Jangan sombong. Jadilah kecil dan rendah hati, seperti Yesus.

Yuk, Bicarakan

Kalau kamu ingin mainan yang sama dengan temanmu, apa yang bisa kamu lakukan selain berkelahi?

Apa rasanya kalau kamu mendekat kepada Allah, seperti berlari ke pelukan Ayah?

Berdoa Bersama

Tuhan Yesus, aku mau dekat dengan-Mu. Tolong aku, kalau aku mau marah atau sombong. Buat hatiku kecil dan tenang, seperti Engkau. Terima kasih, Tuhan. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YAKOBUS 4

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YAKOBUS 4?
Doni mau pegang bola. Rara juga mau pegang bola. "Ini punyaku!" kata Doni. "Bukan, punyaku!" kata Rara.
Apa yang dikatakan YAKOBUS 4?
Coba tebak, kalau Doni dan Rara minta baik-baik kepada Allah, apa yang terjadi? Allah mau mendengar. Allah suka kalau kita minta dengan hati yang tenang, bukan hati yang serakah.
Apa yang YAKOBUS 4 ajarkan tentang Tuhan?
Tapi ada anak lain. Dia jongkok kecil-kecil. Dia bilang, "Tolong aku, Tuhan." Allah suka itu. Allah bilang, "Aku dekat dengan orang yang rendah hati."
Apa yang dapat dipelajari balita dari YAKOBUS 4?
Yesus juga begitu. Dia raja di surga, tapi Dia mau jadi kecil. Dia turun ke bumi, dekat dengan kita. Yesus tidak sombong. Yesus rendah hati.
Mengapa YAKOBUS 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Kalau kamu tahu ada yang baik untuk dilakukan, seperti membagi kue atau memeluk adik, lakukanlah. Jangan ditunda-tunda. Hidupmu cepat sekali, seperti asap yang hilang.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 3

Kamu meminta, tetapi tidak menerima karena kamu meminta dengan motif yang salah, yaitu untuk memuaskan hawa nafsumu." Yakobus tidak bilang doamu kurang panjang atau kurang sungguh. Dia menyentuh alasannya. Kadang kita berdoa bukan supaya Tuhan dimuliakan, tapi supaya hidup kita lebih nyaman. Coba tanya pelan: kalau permintaanku ini dikabulkan, siapa yang paling diuntungkan?

Wawasan Editorial pada ayat 12

Hanya ada satu Pembuat Hukum dan Hakim, yaitu Dia yang sanggup menyelamatkan dan membinasakan." Perhatikan: yang berhak menghakimi adalah Dia yang juga sanggup menyelamatkan. Penilaianmu tentang orang itu tidak pernah bisa menyelamatkannya, hanya melukainya. Lalu, siapakah kamu? Doakan dia, jangan vonis dia.

Wawasan Editorial pada ayat 10

Yakobus menulis ini kepada orang-orang yang sedang berebut, saling mengiri, saling menjatuhkan. Dan jalan keluarnya mengejutkan: "Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, maka Ia akan meninggikan kamu." Bukan Tuhan yang menekanmu ke bawah, kamu sendiri yang memilih turun. Lalu tangan yang kamu kira akan menghancurkanmu, justru yang mengangkatmu.

Wawasan Editorial pada ayat 5

Yakobus baru saja menyebut pembacanya "hai, kamu orang-orang yang tidak setia" karena bersahabat dengan dunia. Lalu muncul kalimat mengejutkan: Allah "rindu dengan cemburu" akan roh yang Ia tempatkan dalam diri kita. Bukan Tuhan yang dingin dan jauh. Ia cemburu karena Ia mengasihi. Kalau hatimu sedang berbagi dengan hal lain, itu bukan hal kecil bagi-Nya. Ia menginginkan kamu utuh.

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis khusus untuk dibacakan kepada anak usia 3 hingga 6 tahun. Gunakan sebagai titik awal untuk berbincang dengan anak Anda, bukan sebagai satu-satunya sumber. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network