YUNUS 3
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Firman Tuhan datang lagi kepada Yunus. Ini sudah kedua kalinya. Dulu Yunus pernah lari dari Allah, naik kapal ke arah yang berlawanan, dan hampir tenggelam di laut sebelum ditelan ikan besar. Sekarang Allah memberi Yunus kesempatan baru. "Bangkit, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan beritakan pesan yang Aku firmankan kepadamu." Kali ini Yunus taat. Ia bangkit dan pergi.
Niniwe adalah kota yang sangat besar, tiga hari perjalanan jauhnya untuk dikelilingi. Yunus baru masuk sehari perjalanan, lalu ia berteriak satu kalimat pendek yang keras: "Empat puluh hari lagi, Niniwe akan dijungkirbalikkan." Tidak ada penjelasan panjang, tidak ada ajakan manis. Hanya peringatan tentang hukuman yang akan datang.
Yang terjadi selanjutnya sungguh mengejutkan. Orang-orang Niniwe, yang bukan bangsa Israel dan tidak mengenal Allah sebelumnya, percaya kepada-Nya. Mereka berpuasa dan memakai kain kabung, pakaian kasar tanda sedih dan menyesal, dari orang yang paling besar sampai yang paling kecil. Bahkan raja mereka turun dari takhtanya, menanggalkan jubah kerajaannya, memakai kain kabung, dan duduk di abu. Ia mengeluarkan perintah agar seluruh kota, bahkan hewan ternak, ikut berpuasa dan berseru kepada Allah. Ia berkata, "Siapa tahu, Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang menyala-nyala sehingga kita tidak binasa."
Dan Allah melihat perbuatan mereka, bagaimana mereka berbalik dari jalan mereka yang jahat. Allah menyesal atas malapetaka yang tadinya akan Ia timpakan, dan Ia tidak melakukannya.
What Does This Mean?
Cerita ini menunjukkan sesuatu yang besar tentang Allah. Ia bisa saja langsung menghukum Niniwe tanpa peringatan. Tapi Ia mengirim Yunus dulu, memberi kesempatan untuk berubah. Itu berarti Allah tidak ingin menghukum, Ia ingin orang berbalik dan hidup.
Yang juga mengejutkan, orang Niniwe bukan orang saleh. Mereka dikenal sebagai bangsa yang kejam. Tapi begitu mendengar satu kalimat peringatan, mereka langsung percaya dan berubah, dari raja sampai rakyat biasa. Bandingkan ini dengan bangsa Israel sendiri yang sering mendengar firman Allah berulang-ulang tapi tetap keras hati. Di sini, orang asing yang baru sekali mendengar justru langsung menyesal dan berbalik.
Kata "menyesal" yang dipakai untuk Allah di sini bukan berarti Allah salah lalu berubah pikiran seperti manusia. Ini menunjukkan bahwa Allah menanggapi dengan sungguh-sungguh apa yang dilakukan manusia. Ketika manusia berbalik, Allah juga bertindak sesuai dengan kasih-Nya, bukan sekadar menjalankan rencana tetap tanpa peduli.
The Common Thread
Sepanjang Alkitab, Allah terus mengirim orang untuk memperingatkan dan mengajak manusia kembali kepada-Nya, sebelum akhirnya Ia mengutus Yesus Kristus, Anak-Nya sendiri, untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Yunus hanya membawa satu kalimat peringatan, tapi Yesus datang membawa diri-Nya sendiri, mati di kayu salib dan bangkit, supaya semua orang, bukan cuma satu kota, bisa diselamatkan kalau mereka percaya dan berbalik kepada-Nya.
Menariknya, Yesus sendiri pernah menyebut orang Niniwe ini. Ia berkata bahwa orang Niniwe akan menjadi saksi yang memalukan bagi orang-orang zaman-Nya, sebab orang Niniwe bertobat hanya karena mendengar Yunus, sedangkan ada yang lebih besar dari Yunus ada di antara mereka, yaitu Yesus sendiri. Cerita Yunus mengajarkan bahwa kesabaran Allah itu luas, jauh melampaui bangsa atau kelompok tertentu. Itulah gambaran kecil dari kasih Allah yang nanti digenapi penuh dalam Yesus Kristus.
For You
Mungkin kamu pernah merasa sudah terlalu sering berbuat salah, sehingga berpikir tidak ada gunanya lagi minta maaf atau berubah. Cerita ini menunjukkan sebaliknya. Orang Niniwe yang jahat pun masih diberi kesempatan begitu mereka sungguh-sungguh mau berbalik. Allah tidak menutup pintu selama seseorang masih mau berbalik dengan hati yang jujur.
Pertanyaan yang bisa kamu tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu juga cepat mendengar ketika ada yang mengingatkanmu tentang kesalahanmu, atau apakah kamu butuh diperingatkan berkali-kali seperti bangsa Israel? Berbalik bukan cuma menyesal dalam hati, tapi juga benar-benar berhenti melakukan yang salah, seperti orang Niniwe yang berhenti dari kekerasan mereka.
Talk About It
Menurutmu, kenapa orang Niniwe yang tidak mengenal Allah justru begitu cepat percaya dan berubah, sementara bangsa Israel sering tidak mau mendengar meski sudah tahu tentang Allah sejak lama?
Apakah menurutmu adil kalau Allah tidak jadi menghukum Niniwe setelah mereka berbalik? Coba jelaskan alasanmu.
Praying Together
Tuhan, terima kasih karena Engkau sabar dan tidak cepat menghukum. Tolong aku supaya cepat mendengar kalau Engkau mengingatkanku lewat firman-Mu, dan beri aku hati yang mau sungguh-sungguh berbalik, bukan hanya menyesal sesaat. Terima kasih karena Engkau selalu memberi kesempatan baru. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang YUNUS 3
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YUNUS 3?
Apa yang dikatakan YUNUS 3?
Apa yang YUNUS 3 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari YUNUS 3?
Mengapa YUNUS 3 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Perhatikan kata yang sama muncul dua kali dalam kisah ini. Di pasal 1, Yunus "bangkit" untuk lari ke Tarsis. Sekarang: "Yunus bangkit dan pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman TUHAN." Langkah yang sama, arah yang berbeda. Allah tidak mengganti Yunus dengan orang lain. Dia memanggil ulang orang yang pernah kabur. Ke mana kakimu melangkah hari ini?
Ketika Allah melihat perbuatan mereka, bahwa mereka berbalik dari jalan mereka yang jahat, Allah menyesal atas malapetaka yang telah difirmankan-Nya." Yang Allah lihat bukan kain kabung mereka, bukan puasa mereka, melainkan langkah kaki yang berbalik arah. Pertobatanmu terlihat dari apa yang kamu tinggalkan hari ini, bukan dari air matamu semalam.
Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota besar itu, dan serukanlah kepadanya seruan yang Aku firmankan kepadamu." Perhatikan: perintah kedua ini hampir sama persis dengan yang pertama. Allah tidak menurunkan standar-Nya, tetapi Dia juga tidak mencoret Yunus. Panggilanmu yang dulu kamu hindari mungkin masih menunggu, dan suara itu masih memanggil namamu.
Ketika kabar itu sampai kepada raja Niniwe, dia bangkit dari takhtanya, menanggalkan jubahnya, mengenakan kain kabung, dan duduk di atas debu."
Perhatikan urutannya: bangkit, tanggalkan, duduk. Raja terbesar di zamannya turun ke tanah karena satu kalimat dari nabi asing. Dia tidak menunggu bukti. Apa yang masih kau pegang erat, yang membuatmu tetap di takhta padahal Tuhan sudah berbicara?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak