RATAPAN 5
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
The Explanation
Bayangkan sebuah kota yang dulu indah. Ada istana, ada pasar yang ramai, ada anak-anak yang bermain di jalan. Tapi sekarang kota itu hancur. Musuh datang dan merebut segalanya. Itulah yang terjadi pada bangsa Israel, dan orang-orangnya menangis kepada Tuhan. "Ingatlah, ya Tuhan, apa yang terjadi atas kami," kata mereka. "Pandanglah dan lihatlah aib kami."
Tanah warisan mereka, rumah yang dulu milik nenek moyang mereka, sekarang menjadi milik orang asing. Anak-anak menjadi seperti yatim piatu, sebab ayah mereka sudah tiada. Mereka bahkan harus membayar untuk minum air sendiri, dan mencari kayu bakar dengan susah payah. Musuh terus mengejar mereka sampai mereka lelah, tidak ada waktu untuk beristirahat.
Yang paling menyakitkan, para pemuda dipaksa bekerja keras memikul batu kilangan yang berat. Anak-anak laki-laki terhuyung-huyung membawa kayu yang terlalu besar untuk mereka. Musik yang dulu terdengar di kota itu sudah berhenti. Tidak ada lagi tarian gembira, yang ada hanya ratapan dan tangisan. Bahkan hal-hal yang sangat jahat dilakukan musuh terhadap perempuan-perempuan di kota itu. Semua orang ketakutan.
Raja mereka dulu memakai mahkota yang berkilau. Sekarang mahkota itu sudah jatuh dari kepala mereka. "Celakalah kami," kata mereka, "karena kami telah berdosa." Gunung Sion, tempat yang dulu penuh sukacita karena Tuhan tinggal di sana, sekarang sunyi. Hanya rubah-rubah liar yang berkeliaran di reruntuhannya.
Apakah kamu bisa membayangkan betapa sedihnya itu? Sebuah tempat yang dulu penuh tawa, sekarang sunyi dan berdebu.
What Does This Mean?
Cerita ini terasa sangat sedih, dan memang begitu adanya. Alkitab tidak menyembunyikan kesedihan itu. Orang-orang Israel benar-benar menderita karena dosa mereka sendiri dan dosa nenek moyang mereka. Tuhan tidak berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Tapi lihatlah apa yang mereka lakukan dengan kesedihan mereka. Mereka tidak diam saja atau marah kepada Tuhan tanpa berbicara kepada-Nya. Mereka berteriak, "Ingatlah, ya Tuhan!" Mereka jujur tentang rasa sakit mereka. Itu penting sekali. Ketika hatimu sedih atau takut, kamu boleh berbicara jujur kepada Tuhan, sama seperti mereka.
The Common Thread
Di tengah semua kesedihan itu, ada satu kalimat yang bersinar seperti bintang di malam gelap. "Engkau, ya Tuhan, memerintah selama-lamanya; takhta-Mu dari generasi ke generasi." Kota bisa hancur, mahkota bisa jatuh, tapi takhta Tuhan tidak pernah jatuh. Tuhan tetap Raja, apa pun yang terjadi.
Lalu mereka berdoa, "Kembalikanlah kami kepada-Mu, ya Tuhan, supaya kami dapat dipulihkan." Mereka berharap Tuhan akan membuat semuanya baru lagi. Dan bertahun-tahun kemudian, Tuhan menjawab doa itu dengan cara yang luar biasa. Ia mengirim Yesus Kristus, Raja yang sesungguhnya, yang datang justru ke tempat yang hancur dan penuh dosa. Yesus sendiri pernah menangis, pernah menderita, bahkan mati di kayu salib. Tapi Ia bangkit lagi, dan itu membuktikan bahwa takhta Tuhan memang tidak pernah goyah. Ia memulihkan orang-orang yang berseru kepada-Nya.
For You
Kalau suatu hari kamu merasa sangat sedih, mungkin karena sesuatu yang buruk terjadi atau karena kamu berbuat salah, kamu boleh melakukan seperti orang-orang dalam cerita ini. Jangan simpan kesedihanmu sendirian. Ceritakan kepada Tuhan dengan jujur, sama seperti bercerita kepada sahabat yang paling dekat. Katakan, "Tuhan, aku sedih," atau "Tuhan, aku takut." Lalu ingatlah bahwa Tuhan tetap Raja, dan Ia sanggup memulihkan hal-hal yang rusak, bahkan hatimu sendiri.
Talk About It
Bagian mana dari cerita ini yang menurutmu paling sedih?
Apa yang bisa kamu katakan kepada Tuhan kalau hatimu sedang sedih atau takut?
Praying Together
Tuhan, kadang hidup terasa sulit dan hati kami sedih. Terima kasih karena Engkau tetap Raja, sekarang dan selamanya. Tolong pulihkan hati kami yang rusak, dan buat kami berani bercerita jujur kepada-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang RATAPAN 5
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah RATAPAN 5?
Apa yang dikatakan RATAPAN 5?
Apa yang RATAPAN 5 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari RATAPAN 5?
Mengapa RATAPAN 5 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Karena inilah hati kami menjadi lesu, karena hal-hal inilah mata kami menjadi kabur." Duka yang tidak dibungkus rapi. Israel tidak berkata "kami baik-baik saja", mereka menyebut apa yang membuat hati mereka layu. Dan doa itu tetap dicatat dalam Alkitab. Kalau matamu sedang kabur karena tangis, kamu boleh membawanya apa adanya kepada Tuhan.
Kulit kami panas seperti tungku, karena demam yang menyiksa akibat kelaparan." (Ratapan 5:10)
Doa mereka tidak dipercantik. Mereka membawa tubuh yang kurus dan kulit yang terbakar demam ke hadapan Tuhan, apa adanya. Kadang kita menunggu sampai rapi dulu baru berdoa. Padahal Tuhan sanggup mendengar keluhan yang paling jujur, bahkan yang keluar dari perut yang lapar.
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak