Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun

MAZMUR 118

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (6-12)

Alkitab

Penjelasan

Mazmur 118 dimulai dan diakhiri dengan seruan yang sama: "Bersyukurlah kepada TUHAN karena Dia baik, karena kasih setia-Nya selama-lamanya!" Seperti bingkai pada sebuah foto, kalimat ini membungkus seluruh mazmur. Pemazmur mengajak semua orang, bangsa Israel, para imam keturunan Harun, dan setiap orang yang takut akan Tuhan, untuk berkata hal yang sama: kasih setia Tuhan tidak pernah habis.

Lalu pemazmur mulai bercerita tentang dirinya sendiri. Ia pernah ada dalam kesesakan, situasi sempit dan sulit, lalu berseru kepada Tuhan, dan Tuhan menjawabnya di "tempat yang luas". Bayangkan seperti keluar dari lorong gelap yang sempit menuju lapangan terbuka yang penuh udara segar. Ia dikepung oleh bangsa-bangsa, dikepung seperti dikerumuni lebah-lebah yang menyerang dari segala arah. Ia bahkan hampir jatuh karena didorong kuat. Tapi dalam setiap situasi itu ia berkata, "TUHAN bersamaku, aku takkan takut." Ia memilih berlindung kepada Tuhan, bukan kepada manusia atau penguasa, karena manusia bisa gagal, tapi Tuhan tidak.

Di ayat 17 dan 18 ada kalimat yang menarik. Pemazmur berkata bahwa Tuhan sendiri yang "menghajar" dirinya, artinya mendidik atau menghukum dengan keras, tapi Tuhan tidak menyerahkannya kepada maut. Jadi kesulitan itu bukan tanpa alasan, Tuhan ada di dalamnya, bahkan ketika terasa sakit.

Bagian paling terkenal ada di ayat 22: "Batu yang ditolak oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru." Batu penjuru adalah batu pertama dan terpenting yang menentukan arah seluruh bangunan. Aneh sekali, batu yang tadinya dibuang justru menjadi yang paling penting. Mazmur ini ditutup dengan perayaan besar: pintu gerbang dibuka, orang-orang masuk bersyukur, ada sorak-sorai, ada persembahan kurban yang diikat di tanduk mazbah (tempat kurban dibakar), dan semua berkata, "Diberkatilah orang yang datang dalam nama TUHAN."

Apa Artinya Ini?

Mazmur ini mengajarkan sesuatu yang penting: bersyukur bukan berarti berpura-pura semua baik-baik saja. Pemazmur jujur bahwa ia dikepung, hampir jatuh, bahkan dihajar. Tapi di tengah semua itu ia tetap bisa berkata Tuhan itu baik. Syukur sejati bukan menutup mata dari kesulitan, melainkan tetap memandang Tuhan di tengah kesulitan itu.

Ada juga pesan tentang siapa yang bisa dipercaya. Pemazmur sudah mencoba dan tahu: manusia dan penguasa bisa mengecewakan, tapi Tuhan tidak pernah. Ini bukan berarti kita tidak boleh percaya pada orang lain sama sekali, tapi kepercayaan yang paling dalam, yang paling kita sandarkan hidup kita padanya, hanya aman diberikan kepada Tuhan.

Benang Merah

Ayat tentang batu yang ditolak lalu menjadi batu penjuru ini sering dikutip dalam Perjanjian Baru tentang Yesus Kristus. Dia ditolak oleh banyak orang, bahkan oleh para pemimpin agama, disalibkan seperti sesuatu yang dibuang. Tapi justru Dia yang ditolak itu dibangkitkan Tuhan dan menjadi dasar yang paling penting untuk semua orang yang percaya kepada-Nya. Begitu juga ayat 26, "Diberkatilah orang yang datang dalam nama TUHAN," diserukan orang banyak ketika Yesus masuk ke Yerusalem sebelum Dia disalibkan. Mereka mungkin belum mengerti sepenuhnya, tapi kata-kata itu benar: Yesus memang datang dalam nama Tuhan, membawa keselamatan yang dijanjikan.

Untukmu

Mungkin kamu pernah merasa seperti dikepung, oleh masalah di sekolah, rasa takut, atau situasi yang sulit di rumah. Mazmur ini mengajakmu untuk jujur tentang itu kepada Tuhan, seperti pemazmur jujur. Tapi juga mengajakmu percaya bahwa Tuhan bisa membawamu dari tempat sempit menuju tempat luas. Kamu juga bisa belajar bahwa kadang Tuhan memakai hal yang kelihatannya tidak berharga, bahkan yang ditolak orang, menjadi sesuatu yang penting. Itu berlaku untuk Yesus, dan bisa juga menjadi penghiburan buatmu saat merasa tidak dianggap.

Mari Bicarakan

Pernahkah kamu merasa seperti "dikepung" oleh masalah? Apa yang kamu lakukan saat itu?

Mengapa menurutmu penting bahwa pemazmur tetap bersyukur meskipun ia mengalami kesulitan dan bahkan merasa "dihajar" oleh Tuhan?

Berdoa Bersama

Tuhan, terima kasih karena kasih setia-Mu tidak pernah habis, bahkan ketika hidup terasa sempit dan sulit. Ajar kami untuk jujur kepada-Mu tentang ketakutan kami, dan tetap percaya bahwa Engkau bisa membawa kami ke tempat yang luas. Terima kasih untuk Yesus, batu yang ditolak namun menjadi yang terpenting bagi kami. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang MAZMUR 118

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah MAZMUR 118?
Mazmur 118 dimulai dan diakhiri dengan seruan yang sama: "Bersyukurlah kepada TUHAN karena Dia baik, karena kasih setia-Nya selama-lamanya!" Seperti bingkai pada sebuah foto, kalimat ini membungkus seluruh mazmur. Pemazmur mengajak semua orang, bangsa Israel, para imam keturunan Harun, dan setiap orang yang takut akan Tuhan, untuk berkata hal yang sama: kasih setia Tuhan tidak pernah habis.
Apa yang dikatakan MAZMUR 118?
Di ayat 17 dan 18 ada kalimat yang menarik. Pemazmur berkata bahwa Tuhan sendiri yang "menghajar" dirinya, artinya mendidik atau menghukum dengan keras, tapi Tuhan tidak menyerahkannya kepada maut. Jadi kesulitan itu bukan tanpa alasan, Tuhan ada di dalamnya, bahkan ketika terasa sakit.
Apa yang MAZMUR 118 ajarkan tentang Tuhan?
Mazmur ini mengajarkan sesuatu yang penting: bersyukur bukan berarti berpura-pura semua baik-baik saja. Pemazmur jujur bahwa ia dikepung, hampir jatuh, bahkan dihajar. Tapi di tengah semua itu ia tetap bisa berkata Tuhan itu baik. Syukur sejati bukan menutup mata dari kesulitan, melainkan tetap memandang Tuhan di tengah kesulitan itu.
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari MAZMUR 118?
Ayat tentang batu yang ditolak lalu menjadi batu penjuru ini sering dikutip dalam Perjanjian Baru tentang Yesus Kristus. Dia ditolak oleh banyak orang, bahkan oleh para pemimpin agama, disalibkan seperti sesuatu yang dibuang. Tapi justru Dia yang ditolak itu dibangkitkan Tuhan dan menjadi dasar yang paling penting untuk semua orang yang percaya kepada-Nya.
Mengapa MAZMUR 118 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tuhan, terima kasih karena kasih setia-Mu tidak pernah habis, bahkan ketika hidup terasa sempit dan sulit. Ajar kami untuk jujur kepada-Mu tentang ketakutan kami, dan tetap percaya bahwa Engkau bisa membawa kami ke tempat yang luas. Terima kasih untuk Yesus, batu yang ditolak namun menjadi yang terpenting bagi kami.

Mencari kelompok usia yang lain?

Kami juga punya versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak