WAHYU 22
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk usia sekolah dasar (7-12)
Penjelasan
Yohanes sedang melihat sesuatu yang luar biasa. Malaikat menunjukkan kepadanya sebuah sungai. Airnya bening seperti kristal, mengalir keluar dari takhta Allah dan Anak Domba. Di kedua tepi sungai itu tumbuh pohon kehidupan. Pohon itu tidak pernah berhenti berbuah, setiap bulan ada buah baru. Daun-daunnya bahkan bisa menyembuhkan bangsa-bangsa yang terluka.
Bayangkan kota itu. Tidak ada lagi kutuk di sana, tidak ada lagi yang rusak atau sakit. Takhta Allah dan Anak Domba berdiri di tengah kota, dan orang-orang yang melayani Tuhan boleh melihat wajah-Nya langsung. Nama Tuhan tertulis di dahi mereka, seperti tanda bahwa mereka adalah milik-Nya. Malam tidak ada lagi, karena Tuhan Allah sendiri menjadi terang mereka.
Lalu malaikat berkata kepada Yohanes, "Semua perkataan ini dapat dipercaya dan benar." Yohanes begitu terharu sampai ia sujud di kaki malaikat itu. Tapi malaikat buru-buru berkata, "Jangan lakukan itu! Aku ini hanya hamba, sama seperti kamu. Sembahlah Allah!" Malaikat itu tahu persis siapa yang boleh disembah, dan itu bukan dirinya.
Yesus sendiri lalu berbicara. Dia berkata, "Dengarlah, Aku segera datang!" Dia membawa upah, untuk membalas setiap orang sesuai perbuatannya. Dia menyebut diri-Nya Alfa dan Omega, yang berarti Dia ada dari awal sampai akhir segala sesuatu. Diberkatilah orang yang mencuci jubahnya, karena mereka akan masuk ke kota itu melalui gerbangnya. Tapi di luar kota ada orang-orang yang memilih kejahatan dan kebohongan.
Roh Kudus dan jemaat Tuhan berseru, "Marilah!" Siapa saja yang haus boleh datang dan minum air kehidupan itu, tanpa membayar apa pun.
Apa Artinya Ini?
Kitab Wahyu ditutup dengan gambaran rumah yang sempurna. Tidak ada air mata, tidak ada rasa sakit, tidak ada gelap. Ini bukan dongeng, ini jaminan dari Tuhan sendiri tentang apa yang menanti orang-orang yang percaya kepada-Nya. Pesan terbesarnya sederhana, Yesus akan datang kembali. Itu bukan ancaman, itu kabar yang membuat hati berdebar penuh harap, seperti menunggu seseorang yang sangat dicintai.
Malaikat juga mengajarkan sesuatu yang penting. Betapapun hebatnya malaikat itu, dia tetap menolak disembah. Hanya Allah yang layak disembah. Itu berlaku untuk kita juga, siapa pun dia, tidak boleh menggantikan tempat Tuhan di hati kita.
Benang Merah
Sungai air kehidupan dan pohon kehidupan ini mengingatkan pada taman Eden, tempat manusia pertama kali tinggal bersama Allah. Dulu jalan ke pohon kehidupan tertutup karena dosa. Sekarang, lewat Yesus, pintu gerbang kota itu terbuka lagi. Yesus menyebut diri-Nya "tunas dan keturunan Daud", janji yang Allah berikan sejak lama kini digenapi. Dia juga "Bintang Timur yang benderang", tanda bahwa hari baru akan segera terbit. Seluruh Alkitab, dari taman yang hilang sampai kota yang bercahaya ini, adalah satu cerita besar tentang Allah yang membawa umat-Nya pulang kepada-Nya.
Untukmu
Kamu boleh menantikan hari itu dengan gembira, bukan dengan takut. Ketika kamu berdoa malam ini, kamu bisa berkata seperti Yohanes, "Datanglah, Tuhan Yesus!" Itu bukan kalimat yang menakutkan, itu seperti anak kecil yang menunggu ayahnya pulang kerja, penuh rindu. Kamu juga bisa membagikan air kehidupan itu, dengan mengajak temanmu mengenal Yesus, karena ajakan "Marilah!" itu untuk semua orang yang haus, tanpa kecuali.
Yuk, Bicarakan
Kalau kamu bisa melihat kota yang penuh terang itu sekarang, hal apa yang paling ingin kamu lihat di sana?
Mengapa menurutmu malaikat menolak disembah oleh Yohanes?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah berjanji akan datang lagi dan membawa kami ke rumah-Mu yang indah. Ajari kami menantikan-Mu dengan hati yang gembira, bukan takut. Buatlah kami berani mengajak teman-teman kami untuk datang minum air kehidupan yang Engkau berikan dengan cuma-cuma. Amin.
Pertanyaan tentang WAHYU 22
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah WAHYU 22?
Apa yang dikatakan WAHYU 22?
Apa yang WAHYU 22 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari anak-anak dari WAHYU 22?
Mengapa WAHYU 22 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Siapa yang benar, biarlah ia terus berbuat benar; dan siapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya." Kalimat ini muncul tepat setelah kabar bahwa waktunya sudah dekat. Seolah pintu mulai ditutup, dan yang tersisa hanyalah arah yang selama ini kamu pilih. Kebiasaan kecil hari ini sedang mengeras menjadi dirimu. Ke mana kamu sedang berjalan?
Mencari kelompok usia yang lain?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak