Untuk anak usia 3 sampai 5 tahun

1 TIMOTIUS 6

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan anak prasekolah (usia 3-5)

Alkitab

Penjelasan

Ada surat datang. Dari Paulus, untuk Timotius.

Timotius duduk pelan-pelan. Ia membuka gulungan surat itu. Kertasnya kering, suaranya berkeresek.

Paulus menulis banyak hal. Tentang orang yang bekerja untuk orang lain. Tentang orang yang suka bertengkar soal kata-kata saja. Tapi ada satu bagian yang paling penting.

Paulus menulis begini, "Jika sudah ada makanan dan pakaian, kita akan merasa cukup."

Timotius membaca itu pelan-pelan. Makanan dan pakaian. Itu saja sudah cukup.

Paulus juga menulis, orang yang selalu ingin lebih kaya, hatinya bisa jadi sedih. Uang bisa membuat orang lupa pada Tuhan. Cinta akan uang itu berbahaya, kata Paulus.

Tapi Timotius harus mengejar hal lain. Kebenaran. Kasih. Kesabaran. Iman yang kuat.

Apa Artinya Ini?

Bayangkan Timotius punya satu roti dan satu jubah. Cukup untuk makan. Cukup untuk hangat.

Ia tidak butuh gunung emas. Ia hanya butuh Tuhan, dan yang secukupnya.

Paulus bilang, itulah yang membuat hati tenang. Bukan banyak uang. Tapi hati yang berkata, "ini sudah cukup."

Benang Merah

Paulus menulis tentang Raja yang besar. Raja atas segala raja. Tuan atas segala tuan.

Itu Yesus Kristus.

Dialah yang tinggal dalam terang, terang yang sangat terang sekali. Tak ada yang pernah melihat-Nya seperti itu.

Yesus tidak punya rumah besar waktu di dunia. Ia juga hidup dengan cukup. Ia percaya penuh pada Bapa-Nya di surga.

Timotius diminta ikut jejak-Nya. Percaya, bukan pada uang, tapi pada Tuhan yang memberi segala sesuatu.

Untukmu

Coba lihat mainanmu. Berapa banyak yang kamu punya?

Tuhan sudah memberimu makanan hari ini. Tuhan sudah memberimu baju untuk dipakai.

Itu sudah cukup.

Kamu tidak perlu iri kalau temanmu punya mainan baru. Kamu boleh berkata, "terima kasih Tuhan, ini sudah cukup untukku."

Dan kalau kamu punya sesuatu lebih, kamu boleh berbagi. Paulus bilang, orang yang murah hati itu sedang mengumpulkan harta yang sungguh berharga.

Bicarakan Bersama

Apa saja yang sudah Tuhan berikan untukmu hari ini?

Kalau kamu punya dua kue, mau kamu bagi satu untuk siapa?

Berdoa Bersama

Tuhan Yesus, terima kasih untuk makanan hari ini. Terima kasih untuk baju yang kupakai. Tolong aku merasa cukup. Tolong aku suka berbagi, seperti Engkau. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang 1 TIMOTIUS 6

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah 1 TIMOTIUS 6?
Paulus menulis banyak hal. Tentang orang yang bekerja untuk orang lain. Tentang orang yang suka bertengkar soal kata-kata saja. Tapi ada satu bagian yang paling penting.
Apa yang dikatakan 1 TIMOTIUS 6?
Paulus juga menulis, orang yang selalu ingin lebih kaya, hatinya bisa jadi sedih. Uang bisa membuat orang lupa pada Tuhan. Cinta akan uang itu berbahaya, kata Paulus.
Apa yang 1 TIMOTIUS 6 ajarkan tentang Tuhan?
Yesus tidak punya rumah besar waktu di dunia. Ia juga hidup dengan cukup. Ia percaya penuh pada Bapa-Nya di surga.
Apa yang dapat dipelajari balita dari 1 TIMOTIUS 6?
Kamu tidak perlu iri kalau temanmu punya mainan baru. Kamu boleh berkata, "terima kasih Tuhan, ini sudah cukup untukku."
Mengapa 1 TIMOTIUS 6 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Dan kalau kamu punya sesuatu lebih, kamu boleh berbagi. Paulus bilang, orang yang murah hati itu sedang mengumpulkan harta yang sungguh berharga.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 11

Ada dua gerakan dalam satu ayat: lari dan kejar. Paulus menulis kepada Timotius, "Akan tetapi, kamu, hai manusia Allah, jauhilah semua ini. Kejarlah kebenaran, kesalehan, iman, kasih, ketekunan, dan kelemahlembutan." Menjauh dari cinta uang saja tidak cukup. Hati yang kosong akan diisi sesuatu. Hari ini, kamu sedang mengejar apa?

Wawasan Editorial pada ayat 18

Paulus tidak menyuruh orang kaya berhenti kaya. Ia hanya memindahkan ukurannya: "menjadi kaya dalam perbuatan-perbuatan baik, murah hati, dan suka berbagi." Kekayaanmu bukan yang menumpuk di tanganmu, melainkan yang mengalir lewat tanganmu. Coba hitung hari ini: berapa banyak yang singgah, dan berapa yang kau tahan?

Wawasan Editorial pada ayat 2

Ada godaan halus di situ: karena tuanku saudara seiman, aku bisa agak santai. Paulus justru membaliknya, "mereka harus melayani lebih baik lagi." Bukan karena takut, tapi karena kasih. Coba pikir, siapa yang paling sering kamu layani setengah hati? Biasanya bukan orang asing, melainkan yang paling dekat dan paling mengasihimu.

Wawasan Editorial pada ayat 4

Paulus memakai bahasa penyakit: ada "keinginan yang tidak sehat untuk berdebat dan bertengkar tentang kata-kata." Jadi gairah berdebat bisa jadi gejala, bukan tanda kedewasaan rohani. Dan lihat hasilnya: iri hati, perselisihan, fitnah, kecurigaan jahat. Coba periksa kolom komentarmu minggu ini. Kamu sedang membangun, atau sedang menikmati sakit itu?

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (6-12) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak