2 PETRUS 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
The Explanation
Namanya Petrus. Ia sahabat Yesus.
Petrus sudah tua sekarang. Rambutnya putih.
Ia sedang menulis surat. Surat untuk teman-temannya.
"Aku mau bercerita," kata Petrus. "Tentang Yesus."
Petrus duduk tenang. Ia memegang pena.
Ia mengingat sesuatu. Sesuatu yang sangat indah.
Sesuatu yang terjadi lama sekali. Di atas gunung.
What Does This Mean?
Dahulu, Petrus naik gunung tinggi. Bersama Yesus.
Gunung itu sunyi. Anginnya dingin.
Lalu, tiba-tiba, sesuatu terjadi. Yesus bersinar.
Sinar-Nya terang sekali. Seperti matahari pagi.
Petrus terkejut. Ia terus memandang.
Lalu, ada suara. Suara besar dari langit.
"Inilah Anak-Ku yang Kukasihi," kata suara itu.
"Kepada-Nyalah Aku berkenan."
Petrus mendengar suara itu. Dengan telinganya sendiri.
Ia berdiri di gunung itu. Ia tidak bermimpi.
Petrus tidak pernah lupa hari itu.
The Common Thread
Suara itu adalah suara Allah. Bapa di surga.
Allah berbicara tentang Anak-Nya. Tentang Yesus.
Yesus memang Anak yang dikasihi Allah.
Petrus bilang, ada juga kata-kata lain. Kata-kata dari Allah.
Kata-kata itu seperti lampu kecil. Yang menyala di tempat gelap.
Lampu itu terus menyala. Sampai pagi datang.
Sampai bintang pagi muncul. Di dalam hati kita.
For You
Apa kamu pernah ada di kamar gelap? Gelap sekali?
Lalu ada lampu kecil menyala. Terangnya menolongmu, bukan?
Kata-kata tentang Yesus seperti lampu itu.
Kata-kata itu menerangi hatimu. Perlahan-lahan.
Setiap malam, sampai pagi tiba. Setiap hari.
Yesus adalah Anak yang dikasihi Allah. Kamu juga dikasihi-Nya.
Kamu boleh percaya kata-kata itu. Seperti Petrus percaya.
Talk About It
Kalau kamu di tempat gelap, apa yang kamu cari supaya bisa melihat?
Menurutmu, bagaimana rasanya jika Allah berbicara dari langit dengan suara besar?
Praying Together
Tuhan Yesus, terima kasih Engkau Anak yang dikasihi Allah. Terima kasih ada kata-kata-Mu yang seperti lampu. Terangilah hatiku, setiap hari, sampai pagi tiba. Amin.
Pertanyaan tentang 2 PETRUS 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 2 PETRUS 1?
Yang ditemukan orang lain
Anugerah dan damai sejahtera dilimpahkan kepadamu dalam pengenalan akan Allah dan Yesus, Tuhan kita." Perhatikan jalurnya: damai itu datang lewat mengenal, bukan lewat keadaan yang membaik. Petrus menulis ini menjelang kematiannya sendiri. Jadi pertanyaannya bukan seberapa banyak kamu tahu tentang Dia, tetapi seberapa dekat kamu mengenal Dia hari ini.
Petrus menulis ini menjelang akhir hidupnya, dan yang ia wariskan bukan teori indah: "kami adalah saksi-saksi mata dari kebesaran-Nya." Ia pernah berdiri di gunung itu, melihat wajah Yesus bercahaya, dan tak pernah bisa melupakannya. Imanmu tidak dibangun di atas dongeng, melainkan di atas orang-orang yang rela mati karena mereka sungguh melihat. Apa yang membuatmu meragukan itu hari ini?
Jika semuanya itu ada padamu dan makin bertambah," kata Petrus. Bukan sekadar ada, tetapi bertambah. Iman yang berhenti bertumbuh perlahan berubah jadi hafalan tanpa buah. Coba tanya jujur: apa yang bertambah dalam dirimu tahun ini? Kesabaran? Penguasaan diri? Kalau tak ada, mungkin bukan pengetahuanmu yang kurang, melainkan langkahmu yang berhenti.
Dan kepada pengetahuan, penguasaan diri; dan kepada penguasaan diri, ketekunan." Perhatikan urutannya. Tahu saja tidak cukup, harus sampai ke tangan dan mulut yang bisa menahan diri. Dan menahan diri sekali bukan apa-apa, itu baru jadi berharga kalau bertahan sampai bertahun-tahun. Hari ini kamu sedang berada di anak tangga yang mana?
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak