AMOS 9
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
Penjelasannya
Malam itu sunyi sekali. Amos duduk diam. Amos merasa takut sedikit. Tapi ia terus melihat. Lalu ia melihat sesuatu besar. Ia melihat Tuhan sendiri. Tuhan berdiri dekat mezbah. Di situ kurban dibakar. Semua diam, tidak ada suara. Lalu Tuhan berbicara. Suara-Nya besar sekali. Bergetar sampai ke tiang-tiang rumah.
Tuhan berkata, Ia melihat semua orang. Tidak ada yang bisa sembunyi dari-Nya. Coba gali lubang dalam-dalam sekali, Tuhan tetap melihat. Coba naik ke langit tinggi, Tuhan tetap melihat. Coba sembunyi di gunung yang berbatu. Coba sembunyi di dasar laut yang gelap. Tidak ada tempat yang cukup gelap. Ke mana pun mereka lari, Tuhan tetap melihat. Mata Tuhan besar sekali, melihat ke mana-mana.
Umat Israel sudah berbuat salah. Mereka tidak mau mendengarkan Tuhan lagi. Mereka pikir, tidak akan terjadi apa-apa. Tapi itu tidak benar. Tuhan sedih sekali mendengarnya.
Apa Artinya Ini?
Tapi dengarkan baik-baik. Tuhan berkata sesuatu yang penting. Ia berkata, Ia takkan memusnahkan seluruh keturunan Yakub. Bayangkan orang menampi gandum di ayakan. Gandum dilempar ke atas, lalu jatuh lagi. Butir-butir kecil tidak ada yang hilang. Semua tetap dijaga baik-baik. Begitu juga Tuhan menjaga umat-Nya. Walau mereka nakal, Tuhan tidak melupakan mereka. Tuhan tetap dekat, walau hati-Nya sedih.
Kisah Besar Ini
Lalu Tuhan berjanji sesuatu yang indah. Ia berkata, "Aku akan membangun kembali." Rumah Daud yang sudah roboh, akan diperbaiki. Seperti rumah retak, dibetulkan dengan rapi. Batu demi batu, disusun lagi.
Nanti, gunung-gunung akan meneteskan anggur manis. Coba bayangkan itu. Manis, kental, mengalir pelan-pelan. Dari gunung, turun ke bukit. Anak-anak bisa mencicipinya dengan jari mereka. Orang-orang akan menanam kebun anggur lagi. Mereka akan minum air anggurnya sendiri. Mereka akan makan buah dari kebun mereka. Buahnya manis dan segar. Mereka akan tinggal di rumah mereka sendiri. Rumah yang hangat, dengan atap kuat. Tidak diusir lagi, tidak pindah-pindah lagi.
Tuhan berkata, "Aku akan menanam mereka di tanah mereka. Mereka tidak akan dicabut lagi." Seperti pohon yang tertancap kuat. Tidak akan tumbang oleh angin.
Rumah Daud itu nanti melahirkan Yesus. Yesus datang membangun yang rusak. Ia membuat yang patah jadi baik lagi. Ia membawa yang hilang, kembali pulang.
Untukmu
Apakah kamu pernah berbuat salah? Semua orang pernah begitu, juga kamu, juga aku. Tapi Tuhan tidak membuangmu. Tuhan sabar sekali denganmu. Ia tidak pernah bosan mengasihimu. Ia mau membangunmu kembali. Seperti rumah yang diperbaiki. Seperti kebun yang ditanami lagi. Seperti pohon yang ditancapkan kuat di tanah. Tuhan ingin kamu tinggal dekat dengan-Nya. Selalu, dan tidak pergi lagi.
Yuk, Bicarakan
Apa yang paling kamu suka bayangkan, gunung yang meneteskan anggur manis?
Kalau kamu berbuat salah, apa yang Tuhan mau lakukan padamu?
Berdoa Bersama
Tuhan, Engkau melihat semuanya. Engkau tahu kalau aku nakal. Tapi Engkau tetap mau membangunku lagi. Terima kasih, Tuhan, karena Engkau baik. Aku mau tinggal dekat Engkau, selalu. Amin.
Pertanyaan tentang AMOS 9
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah AMOS 9?
Apa yang dikatakan AMOS 9?
Apa yang AMOS 9 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari AMOS 9?
Mengapa AMOS 9 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kejahatan, bukan untuk kebaikan." Biasanya pandangan Tuhan adalah penghiburan terbesar kita. Di sini justru menakutkan. Israel menginjak orang miskin sambil tetap rajin beribadah, dan Tuhan tidak berpaling, Dia memperhatikan. Hari ini, apa yang dilihat-Nya saat Dia memandangmu?
Bayangkan: Tuhan hanya menyentuh bumi, dan bumi meleleh. "Tuhan ALLAH semesta alam, yang menyentuh bumi sehingga bumi meleleh, dan semua penduduknya berkabung." Bukan pukulan, hanya sentuhan. Dan yang kita anggap paling kokoh dalam hidup kita ternyata selunak lilin di tangan-Nya. Apa yang sedang kamu genggam erat, seolah itu tak mungkin goyah?
Bukankah kamu seperti orang Etiopia bagi-Ku, hai orang Israel?" Kalimat itu pasti terasa seperti tamparan. Israel bangga karena dibawa keluar dari Mesir, lalu Tuhan mengingatkan: Aku juga yang memindahkan orang Filistin dan orang Aram. Anugerah yang kau terima tidak pernah menjadi bukti bahwa kau lebih layak dari siapa pun. Masih adakah orang yang diam-diam kau pandang rendah?
Perhatikan siapa yang bekerja di ayat ini: "Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan pernah dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka." Bukan Israel yang menanam dirinya sendiri. Setelah delapan pasal penuh peringatan keras, Amos ditutup dengan tangan Tuhan yang menanam.
Mungkin kamu merasa hidupmu terus dicabut dan dipindah. Tanya ini: siapa yang sedang menanammu?
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak