HABAKUK 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
Penjelasan
Hari sudah sore. Angin bertiup pelan di kota.
Di situ tinggal seorang laki-laki. Namanya Habakuk.
Habakuk berjalan pulang. Wajahnya sedih. Sangat sedih.
Sepanjang jalan ia melihat hal-hal yang buruk. Orang-orang bertengkar. Orang-orang berteriak keras. Yang kuat mendorong yang kecil. Tidak ada yang menolong.
Habakuk menutup matanya. Ia tidak mau melihat lagi.
Lalu Habakuk menengadah ke langit. Ia berseru kepada Tuhan.
"Tuhan! Berapa lama lagi? Aku sudah lama berteriak. Tolong! Tolong! Apakah Engkau mendengar aku?"
Angin bertiup. Sepi. Habakuk menunggu.
Ia menunggu lama sekali. Sampai bintang-bintang muncul di langit.
Dan tahukah kamu? Tuhan mendengar. Tuhan selalu mendengar.
Tuhan menjawab Habakuk. Suara-Nya berkata: "Lihatlah! Perhatikanlah! Aku sedang bekerja. Kamu akan heran sekali."
Habakuk mendengarkan baik-baik.
Tuhan berkata tentang tentara yang jauh. Tentara itu punya kuda-kuda cepat. Lebih cepat daripada macan tutul. Kuda-kuda itu berlari seperti burung terbang.
Habakuk gemetar. Ia takut mendengarnya.
Apa Artinya Ini?
Habakuk duduk di tanah. Hatinya berdebar-debar.
Ia berpikir dan berpikir. Lalu ia berbicara lagi kepada Tuhan.
"Tuhan, Engkau sudah ada sejak dulu sekali. Engkau Gunung Batu-ku."
Tahukah kamu apa itu gunung batu? Batu yang besar. Batu yang keras. Batu yang tidak bisa jatuh.
Habakuk berpegang pada Tuhan seperti itu. Erat sekali.
Habakuk masih punya banyak pertanyaan. Ia bertanya: "Tuhan, mengapa Engkau diam?"
Tetapi lihat baik-baik. Kepada siapa Habakuk bertanya?
Ia tidak lari pergi. Ia tidak diam saja.
Ia datang kepada Tuhan. Terus dan terus.
Itulah yang boleh kita lakukan juga. Kalau hati kita sedih, kita boleh bercerita. Kepada Tuhan. Dengan suara keras.
Benang Merah
Tuhan tidak pernah bosan mendengar.
Tuhan melihat semua yang buruk. Matanya terlalu suci untuk suka pada kejahatan.
Dan Tuhan tidak diam selamanya. Suatu hari Ia mengirim Yesus.
Yesus datang ke dunia yang sedih ini. Yesus melihat orang menangis. Yesus ikut menangis juga.
Yesus memeluk anak-anak. Yesus menyembuhkan yang sakit.
Tuhan mendengar Habakuk. Dan Tuhan mendengar kamu.
Untuk Kamu
Kadang-kadang hatimu juga sedih.
Mungkin ada yang mendorongmu. Mungkin ada yang berteriak marah.
Mungkin kamu menangis di tempat tidur. Dan hari sudah gelap.
Kamu boleh berkata: "Tuhan, aku sedih."
Kamu boleh berkata: "Tuhan, berapa lama lagi?"
Tuhan tidak marah kalau kamu bertanya. Habakuk juga bertanya. Berkali-kali.
Tuhan mendengarkan. Ia dekat. Sangat dekat.
Dan Ia adalah Gunung Batu. Besar. Kuat. Tidak jatuh.
Kamu boleh berpegang pada-Nya. Erat sekali.
Mari Bicarakan
Kapan hatimu pernah sedih sekali? Mau ceritakan kepada Tuhan sekarang?
Tuhan disebut Gunung Batu. Menurutmu, apa rasanya berpegang pada batu besar?
Berdoa Bersama
Tuhan, Engkau mendengar Habakuk.
Engkau mendengar aku juga.
Kalau aku sedih, aku mau cerita kepada-Mu.
Peluk aku, ya Tuhan.
Engkau besar dan kuat.
Terima kasih. Amin.
Pertanyaan tentang HABAKUK 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah HABAKUK 1?
Apa yang dikatakan HABAKUK 1?
Yang ditemukan orang lain
Engkau membuat manusia seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak mempunyai penguasa."
Habakuk berani mengucapkan itu di hadapan Tuhan. Ia merasa dunia berjalan tanpa pemerintah, manusia tertangkap jala tanpa yang melindungi. Yang mengharukan: keluhan sekasar ini tidak membuat Tuhan berpaling. Kalau kau merasa seperti ikan di jala hari ini, bawalah itu kepada-Nya, jangan ditelan sendiri.
Bangsa-bangsa diseret seperti ikan: "Karena itu, ia bersukacita dan bersorak-sorai." Yang paling menyakitkan bukan jaringnya, melainkan sorak-sorai itu. Orang yang melukai bisa tertawa puas, dan langit tampak diam. Habakuk tidak menelan pahitnya sendiri. Ia bawa ke hadapan Tuhan. Kamu juga boleh.
Berapa lama, ya TUHAN, aku berseru minta tolong, tetapi Engkau tidak mendengar?" Perhatikan, keluhan ini tidak disensor. Tuhan justru mengabadikannya dalam Kitab Suci. Ternyata pertanyaanmu yang paling pahit pun boleh diucapkan di hadapan-Nya. Diam-Nya bukan berarti Dia pergi. Habakuk terus bicara, dan akhirnya Tuhan menjawab.
Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan dan membiarkan aku memandang kelaliman?" Habakuk tidak mengeluh kepada tetangganya. Ia membawa pertanyaan pedih itu langsung kepada Tuhan. Kepekaanmu terhadap ketidakadilan mungkin bukan tanda iman yang goyah, melainkan mata yang Tuhan buka. Bawalah itu kepada-Nya, jangan simpan sampai menjadi pahit.
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak