YESAYA 22
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan anak prasekolah (usia 3-5)
Penjelasannya
Di kota Yerusalem, orang-orang berlari naik ke atas atap rumah. Mereka menoleh ke sana, menoleh ke sini. Ada suara ribut. Ada suara takut. Musuh datang dari jauh, dengan kuda dan kereta perang. Debu mengepul di jalan-jalan. Tembok kota mulai retak, remuk seperti kue kering yang jatuh. Nabi Yesaya melihat semua itu. Hatinya sangat sedih. Ia menangis, sungguh menangis. "Jangan hibur aku," katanya. "Biarkan aku menangis dalam kesedihanku." Orang-orang di kota sibuk sekali. Mereka menggali sumur, mengumpulkan air, membangun tembok baru di antara tembok lama. Tangan mereka penuh debu, penuh peluh. Mereka menghitung rumah, lalu meruntuhkannya, agar batunya bisa dipakai untuk tembok. Kerja keras, dari pagi sampai malam. Tapi ada satu hal yang lupa mereka lakukan. Mereka tidak menengok kepada Tuhan. Padahal Tuhan sudah lama merencanakan kota itu, jauh sebelum tembok pertama dibangun.
Apa Artinya Ini?
Malam itu, di tempat lain, ada juga orang yang berpesta. Mereka menyembelih sapi, memotong domba. Bau daging panggang tercium ke mana-mana. Mereka minum anggur sambil tertawa keras. "Besok kita mungkin mati, jadi mari makan dan minum sekarang," kata mereka. Padahal kota mereka sedang dalam bahaya besar sekali. Mereka tertawa, tapi hati Tuhan sedih. Tuhan ingin mereka menangis dulu, mengaku bahwa mereka lupa kepada-Nya, lalu kembali berpaling kepada-Nya. Bukan berpesta seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tuhan melihat semuanya, sampai ke dalam hati.
Benang Merahnya
Di tengah semua kekacauan itu, Tuhan berbicara tentang seorang hamba. Namanya Elyakim, anak Hilkia. Tuhan berkata, "Aku akan memanggil Elyakim." Tuhan memberi jubah kepadanya. Tuhan mengikatkan ikat pinggang kepadanya. Lalu Tuhan meletakkan kunci istana Daud di atas bahunya. Kunci itu besar dan berat, terbuat dari besi yang dingin. Kalau Elyakim membuka pintu, tidak ada yang bisa menutupnya. Kalau ia menutup pintu, tidak ada yang bisa membukanya. Elyakim seperti paku yang tertancap kuat di tembok, tidak mudah goyah, tidak mudah patah. Tuhan yang memilihnya. Tuhan yang menguatkannya. Yesus juga memegang kunci, kunci yang membuka pintu kepada Tuhan, untuk selama-lamanya.
Untuk Kamu
Kalau kamu takut, seperti orang-orang di kota itu, kamu boleh menoleh kepada Tuhan. Jangan hanya sibuk sendiri, lari sana lari sini. Tuhan senang kalau kamu datang kepada-Nya, bukan berpesta seolah Dia tidak ada. Tuhan seperti memegang kunci untukmu juga. Kunci itu membuka pintu yang aman, pintu ke dalam pelukan-Nya.
Yuk, Bicarakan
Apa yang dilakukan orang-orang di kota itu saat mereka takut, tapi lupa menengok kepada Tuhan? Apa yang Tuhan berikan kepada Elyakim, dan kenapa itu membuatnya kuat seperti paku di tembok?
Mari Berdoa
Tuhan, kalau aku takut, tolong aku ingat menoleh kepada-Mu. Terima kasih Engkau memegang kunci untukku. Jaga aku, seperti paku yang kuat di tembok, yang tidak mudah goyah. Amin.
Pertanyaan tentang YESAYA 22
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YESAYA 22?
Apa yang dikatakan YESAYA 22?
Apa yang YESAYA 22 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari YESAYA 22?
Mengapa YESAYA 22 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Apa urusanmu di sini, dan siapa yang kaumiliki di sini, sehingga engkau memahat kubur bagi dirimu sendiri di sini?" Sebna sibuk mengukir makam megah di bukit batu, sementara Yerusalem terancam. Ia membangun nama, bukan melayani umat. Pertanyaan Tuhan itu masih menusuk hari ini: apa yang sedang kaubangun supaya dikenang, dan siapa yang kaulupakan sementara kau membangunnya?
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (6-12) dan remaja (13 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak