AYUB 5
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
The Explanation
Ayub duduk di tanah. Pakaiannya penuh debu. Hatinya sakit, sangat sakit.
Lalu temannya datang. Namanya Elifas. Elifas duduk di dekat Ayub, di atas pasir yang panas.
"Ayub," kata Elifas pelan, "aku mau bercerita tentang Allah."
Angin bertiup. Debu beterbangan pelan. Elifas mulai berbicara.
"Allah itu besar," kata Elifas. "Dia melakukan hal-hal ajaib. Terlalu banyak untuk dihitung."
Ayub mendengarkan diam-diam.
"Lihat," kata Elifas. "Allah menurunkan hujan ke bumi. Hujan jatuh ke ladang-ladang. Air mengalir, membuat tanaman tumbuh besar."
Ayub mengangkat kepalanya sedikit.
"Allah juga menolong orang yang sedih," lanjut Elifas. "Orang yang rendah, Dia angkat tinggi. Orang yang berduka, Dia bawa ke tempat yang aman."
Angin masih berbunyi lembut di telinga mereka berdua.
What Does This Mean?
Elifas mendekat. Suaranya makin lembut.
"Ayub, dengar ini," katanya. "Allah kadang membuat luka. Tapi Dia juga membalut luka itu. Tangan-Nya yang meremukkan, tangan-Nya juga yang menyembuhkan."
Ayub memandang tangannya sendiri. Tangan itu penuh luka.
"Allah tidak pernah berhenti di luka," kata Elifas. "Sesudah luka, Dia selalu membawa penyembuhan."
Malam mulai turun. Bintang-bintang muncul satu demi satu di langit.
"Allah menjaga orang miskin," kata Elifas. "Dia melindungi dari bahaya. Dia memberi harapan, bahkan saat semua terasa gelap."
Ayub menarik napas panjang. Untuk pertama kali hari itu, dadanya terasa agak ringan.
The Common Thread
Lama sekali sesudah itu, Allah benar-benar mengirim penyembuhan untuk semua orang. Dia mengirim Yesus Kristus.
Yesus menyentuh orang yang sakit. Yesus menyembuhkan orang yang terluka. Tangan-Nya terluka di kayu salib, lalu tangan yang sama itu membawa hidup baru bagi semua orang yang percaya.
Allah memang seperti itu. Dia tidak membiarkan luka menjadi akhir cerita. Sesudah luka, selalu ada tangan-Nya yang membalut.
For You
Apakah kamu pernah terluka? Jatuh, lalu menangis? Allah melihat lukamu, sama seperti Dia melihat luka Ayub. Dia ingin membalutnya dengan lembut.
Ketika kamu sedih, kamu boleh berbicara kepada Allah. Dia mendengar. Dia dekat, seperti Elifas duduk dekat Ayub di atas pasir panas itu.
Kamu tidak sendirian. Allah ada di sampingmu, selalu.
Talk About It
Apa yang Allah lakukan ketika kita terluka, menurut cerita ini?
Pernahkah kamu merasa sedih, dan siapa yang menghiburmu waktu itu?
Praying Together
Tuhan Allah, terima kasih karena Engkau besar dan baik. Terima kasih karena Engkau membalut luka. Kalau aku sedih, tolonglah aku. Dekaplah aku, seperti Elifas duduk dekat Ayub. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang AYUB 5
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah AYUB 5?
Apa yang dikatakan AYUB 5?
Apa yang AYUB 5 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari AYUB 5?
Mengapa AYUB 5 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Jadi, ada harapan bagi yang miskin, dan ketidakadilan menutup mulutnya." Elifas mengucapkan kalimat indah ini kepada orang yang sedang hancur, dan justru salah sasaran. Kebenaran bisa terasa dingin kalau dilempar tanpa hati. Tapi kalimat itu tetap benar: mulut ketidakadilan akan dibungkam. Kamu yang diam karena tak punya kuasa, Allah tahu namamu.
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak