Untuk anak usia 3 sampai 5 tahun

YOSUA 22

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan anak prasekolah (usia 3-5)

Alkitab

Penjelasan

Perang sudah selesai. Yosua memanggil beberapa suku, yaitu suku Ruben, suku Gad, dan setengah suku Manasye. Mereka sudah lama membantu saudara-saudara mereka berperang. Sekarang mereka boleh pulang.

Rumah mereka jauh, di seberang sungai yang besar. Namanya Sungai Yordan. Yosua memeluk mereka, lalu berkata, "Pulanglah dengan selamat. Bawa ternakmu, bawa emas dan pakaianmu yang banyak."

Mereka pun berjalan pulang. Membawa banyak sekali barang. Anak-anak domba mengembik, roda gerobak berderit di jalan berbatu.

Sampai di tepi sungai, mereka berhenti. Mereka membangun sesuatu yang besar dari batu. Tinggi, dan bisa dilihat dari jauh. Itu sebuah mazbah.

Apa Artinya Ini?

Saudara-saudara mereka yang lain mendengar kabar itu. Mereka kaget. "Mengapa mereka membuat mazbah sendiri?" tanya mereka. Mereka takut suku-suku itu sudah berpaling dari Tuhan.

Mereka pun datang jauh-jauh untuk bertanya. Imam Pinehas memimpin rombongan itu. Wajahnya serius. Hatinya cemas untuk Tuhan.

Lalu suku Ruben dan Gad menjawab dengan lembut. "Mazbah ini bukan untuk kurban," kata mereka. "Mazbah ini seperti tanda. Supaya anak-anak kami kelak tetap ingat, mereka juga milik Tuhan."

Pinehas mendengarkan baik-baik. Lalu wajahnya menjadi tenang. "Sekarang kami tahu, Tuhan ada di tengah-tengah kita," katanya. Semua orang pun bergembira. Tidak jadi berperang.

Benang Merah

Tuhan tidak suka umat-Nya saling bertengkar karena salah paham. Tuhan suka ketika orang-orang-Nya mau berbicara, mau bertanya, dan mau mendengar jawabannya. Mazbah itu diberi nama "Saksi". Artinya, batu itu mengingatkan semua orang bahwa mereka satu keluarga, keluarga Tuhan, walau rumah mereka jauh terpisah sungai.

Yesus juga membuat orang-orang yang jauh menjadi satu keluarga Allah. Siapa pun yang percaya kepada-Nya, dekat atau jauh, tetap anak Tuhan.

Untukmu

Kadang temanmu melakukan sesuatu yang membuatmu bingung. Jangan buru-buru marah. Tanyalah dulu, seperti Pinehas bertanya. Dengarkan jawabannya baik-baik. Mungkin ternyata temanmu tidak nakal sama sekali.

Tuhan senang kalau kita mau bicara baik-baik, bukan langsung marah.

Yuk, Diskusikan

Mengapa suku Ruben dan Gad membangun mazbah besar itu?

Apa yang dilakukan Pinehas sebelum ia marah kepada mereka?

Mari Berdoa

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau membuat kami satu keluarga. Tolong aku mau bertanya dulu, tidak langsung marah. Buat hatiku tenang seperti Pinehas. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang YOSUA 22

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah YOSUA 22?
Perang sudah selesai. Yosua memanggil beberapa suku, yaitu suku Ruben, suku Gad, dan setengah suku Manasye. Mereka sudah lama membantu saudara-saudara mereka berperang. Sekarang mereka boleh pulang.
Apa yang dikatakan YOSUA 22?
Sampai di tepi sungai, mereka berhenti. Mereka membangun sesuatu yang besar dari batu. Tinggi, dan bisa dilihat dari jauh. Itu sebuah mazbah.
Apa yang YOSUA 22 ajarkan tentang Tuhan?
Lalu suku Ruben dan Gad menjawab dengan lembut. "Mazbah ini bukan untuk kurban," kata mereka. "Mazbah ini seperti tanda. Supaya anak-anak kami kelak tetap ingat, mereka juga milik Tuhan."
Apa yang dapat dipelajari balita dari YOSUA 22?
Tuhan tidak suka umat-Nya saling bertengkar karena salah paham. Tuhan suka ketika orang-orang-Nya mau berbicara, mau bertanya, dan mau mendengar jawabannya. Mazbah itu diberi nama "Saksi". Artinya, batu itu mengingatkan semua orang bahwa mereka satu keluarga, keluarga Tuhan, walau rumah mereka jauh terpisah sungai.
Mengapa YOSUA 22 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Kadang temanmu melakukan sesuatu yang membuatmu bingung. Jangan buru-buru marah. Tanyalah dulu, seperti Pinehas bertanya. Dengarkan jawabannya baik-baik. Mungkin ternyata temanmu tidak nakal sama sekali.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 25

Yang ditakuti suku suku di seberang Yordan bukan perang, melainkan satu kalimat yang mungkin diucapkan anak cucu: "Kamu tidak mempunyai bagian dalam TUHAN." Sungai yang semula hanya batas tanah bisa berubah jadi tembok iman. Tanyakan pada dirimu, perbedaan mana yang sedang kamu pakai untuk memutuskan siapa yang masih boleh menyebut Tuhan sebagai miliknya?

Wawasan Editorial pada ayat 10

Sebuah mezbah yang besar untuk dilihat." Mereka mendirikannya bukan untuk berkurban, tetapi supaya anak cucu mereka kelak tidak pernah dianggap orang luar. Sungai itu memisahkan, jadi mereka butuh tanda: kami juga milik TUHAN. Adakah tanda yang kamu tinggalkan, supaya orang sesudahmu tahu kamu tidak pernah ragu siapa Tuhanmu?

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (6-12) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak