Untuk anak usia 3 hingga 6 tahun

MIKHA 1

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)

Alkitab

The Explanation

Namanya Mikha. Ia tinggal lama, lama sekali yang lalu. Mikha punya rumah kecil, di desa bernama Moresyet. Waktu itu ada tiga raja: Yotam, Ahas, dan Hizkia. Suatu hari, Tuhan berbicara kepada Mikha. Suara-Nya datang, jelas dan kuat. Tuhan mau bicara tentang dua kota. Namanya Samaria dan Yerusalem.

"Dengarlah, semua orang!" kata Tuhan. "Bumi, dengarkan juga!" Suara-Nya besar sekali, sampai terdengar ke mana-mana. Tuhan lalu keluar dari rumah-Nya yang kudus. Tuhan turun, turun, turun ke bumi. Kaki-Nya menjejak gunung-gunung yang tinggi.

Lalu terjadi sesuatu yang ajaib, dan sedikit menakutkan. Gunung-gunung besar itu meleleh. Meleleh seperti lilin, di depan api yang panas. Lembah-lembah yang dalam terbelah dua. Air mengalir deras sekali, seperti air terjun dari lereng yang curam. Suaranya bergemuruh, seperti guntur. Bumi bergetar, karena Tuhan sedang datang.

What Does This Mean?

Kenapa Tuhan datang dengan begitu dahsyat? Karena Tuhan sedih. Sangat, sangat sedih. Di kota Samaria, orang-orang punya banyak patung. Ada patung dari batu, ada patung dari kayu. Mereka menyembah patung-patung itu, dengan sujud dan persembahan. Mereka lupa pada Tuhan yang membuat mereka, yang selalu menjaga mereka. Itu membuat hati Tuhan terluka.

Mikha ikut merasakan sedih itu. "Aku akan meratap dan menangis," kata Mikha. Ia berjalan tanpa alas kaki. Ia menangis seperti serigala melolong di malam hari. Orang-orang lain juga menangis. Mereka berguling-guling dalam debu. Mereka mencukur rambut kepala mereka, karena begitu sedihnya hati mereka. Air mata jatuh, satu demi satu.

Luka itu, kata Mikha, tidak berhenti di Samaria saja. Luka itu menjalar, sampai ke Yehuda, sampai ke pintu gerbang Yerusalem sendiri.

The Common Thread

Tuhan memang sedih. Tapi Tuhan tidak pergi begitu saja. Tuhan tidak diam. Tuhan tetap berbicara, lewat mulut Mikha. Tuhan ingin umat-Nya berhenti menyembah patung. Tuhan ingin mereka kembali, dan menyembah Tuhan saja, dengan segenap hati mereka.

Lama sesudah itu, Tuhan mengirim Yesus ke dunia. Yesus datang membawa terang, ke tempat yang gelap. Yesus datang untuk menolong orang-orang yang salah jalan, supaya mereka bisa pulang lagi kepada Tuhan. Tuhan memang marah pada dosa, seperti gunung yang meleleh karena panas. Tapi hati Tuhan tetap penuh kasih, sampai sekarang, sampai kepadamu juga.

For You

Kamu punya mainan kesayangan? Bagus, kamu boleh punya mainan. Tapi jangan sampai mainanmu, atau apa saja, menjadi lebih penting daripada Tuhan. Tuhan mau kamu mengasihi Dia paling banyak. Lebih dari mainan, lebih dari makanan enak, lebih dari apa saja yang kamu punya. Tuhan senang, kalau kamu berbicara kepada-Nya setiap hari. Itu membuat Tuhan senang sekali.

Talk About It

Apa yang disembah orang-orang di Samaria, padahal itu hanya patung buatan tangan? Mengapa Tuhan tetap berbicara kepada Mikha, walaupun hati Tuhan sedih?

Praying Together

Tuhan, aku mau menyembah Engkau saja. Bukan mainan, bukan apa pun yang lain. Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tetap sayang padaku. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang MIKHA 1

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah MIKHA 1?
Namanya Mikha. Ia tinggal lama, lama sekali yang lalu. Mikha punya rumah kecil, di desa bernama Moresyet. Waktu itu ada tiga raja: Yotam, Ahas, dan Hizkia. Suatu hari, Tuhan berbicara kepada Mikha. Suara-Nya datang, jelas dan kuat. Tuhan mau bicara tentang dua kota. Namanya Samaria dan Yerusalem.
Apa yang dikatakan MIKHA 1?
Lalu terjadi sesuatu yang ajaib, dan sedikit menakutkan. Gunung-gunung besar itu meleleh. Meleleh seperti lilin, di depan api yang panas. Lembah-lembah yang dalam terbelah dua. Air mengalir deras sekali, seperti air terjun dari lereng yang curam. Suaranya bergemuruh, seperti guntur.
Apa yang MIKHA 1 ajarkan tentang Tuhan?
Mikha ikut merasakan sedih itu. "Aku akan meratap dan menangis," kata Mikha. Ia berjalan tanpa alas kaki. Ia menangis seperti serigala melolong di malam hari. Orang-orang lain juga menangis. Mereka berguling-guling dalam debu. Mereka mencukur rambut kepala mereka, karena begitu sedihnya hati mereka.
Apa yang dapat dipelajari balita dari MIKHA 1?
Tuhan memang sedih. Tapi Tuhan tidak pergi begitu saja. Tuhan tidak diam. Tuhan tetap berbicara, lewat mulut Mikha. Tuhan ingin umat-Nya berhenti menyembah patung. Tuhan ingin mereka kembali, dan menyembah Tuhan saja, dengan segenap hati mereka.
Mengapa MIKHA 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Kamu punya mainan kesayangan? Bagus, kamu boleh punya mainan. Tapi jangan sampai mainanmu, atau apa saja, menjadi lebih penting daripada Tuhan. Tuhan mau kamu mengasihi Dia paling banyak. Lebih dari mainan, lebih dari makanan enak, lebih dari apa saja yang kamu punya. Tuhan senang, kalau kamu berbicara kepada-Nya setiap hari.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 16

Cukurlah kepalamu dan gundulkanlah dirimu karena anak-anak kesayanganmu," kata Mikha. Dukanya tidak disembunyikan, tetapi dipakai sampai terlihat di kepala. Sebuah generasi hilang dibawa ke pembuangan, dan itu pantas ditangisi. Mungkin ada kehilangan yang kamu tutupi rapat. Beranikah kamu menangisinya di hadapan Tuhan?

Wawasan Editorial pada ayat 3

Sebab, lihatlah, TUHAN akan keluar dari tempat-Nya, dan akan turun serta berjalan di atas tempat-tempat tinggi di bumi." Allah tidak berteriak dari kejauhan. Ia turun. Dan yang pertama Ia pijak justru tempat-tempat tinggi, hal-hal yang kita anggap kokoh dan membanggakan. Apa yang selama ini kau jadikan puncak hidupmu? Kalau Ia berjalan di sana, masihkah itu terasa tinggi?

Wawasan Editorial pada ayat 15

Aku akan mendatangkan kepadamu penakluk, hai penduduk Maresya; kemuliaan Israel akan datang ke Adulam." Kemuliaan Israel berakhir di sebuah gua. Tempat dulu Daud bersembunyi, dikelilingi orang-orang yang susah dan pahit hati. Mungkin engkau juga sedang di sana sekarang. Ingat, gua itu bukan akhir cerita Daud. Di situ Tuhan mulai membentuk sesuatu.

Wawasan Editorial pada ayat 11

Safir berarti "indah", tetapi Mikha berkata, "Berjalanlah, hai penduduk Safir, dalam keadaan telanjang dan malu!" Nama yang cantik tidak menyelamatkan kota itu. Begitu juga kita. Reputasi, gelar, kesan rohani yang kita rawat rapi, semuanya bisa runtuh bila hati kita kosong. Apa yang sebenarnya Tuhan lihat saat nama baikmu ditanggalkan?

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak

For parents and teachers: Ditulis khusus untuk dibacakan kepada anak usia 3 hingga 6 tahun. Gunakan sebagai titik awal untuk berbincang dengan anak Anda, bukan sebagai satu-satunya sumber. This explanation is generated automatically by language models. While we strive for theological soundness, the software can make mistakes.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network