Untuk anak usia 3 sampai 5 tahun

AMSAL 31

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan anak prasekolah (usia 3-5)

Alkitab

Penjelasan

Hari masih gelap sekali. Bintang-bintang masih ada di langit. Semua orang di rumah masih tidur, pulas sekali. Tapi ada satu orang yang sudah bangun. Seorang perempuan.

Dia bangun duluan, sebelum matahari muncul. Pelan-pelan dia ke dapur. Dia menyiapkan makanan untuk semua orang di rumahnya. Baunya hangat, harum, membuat perut lapar.

Tangannya tidak pernah diam. Dia memintal kain, lembut sekali di jari-jarinya. Dia menjahit baju hangat, untuk saat salju turun. Dia menanam kebun anggur sendiri, dengan tangannya sendiri. Lengannya kuat. Sangat kuat.

Apa Artinya Ini?

Perempuan ini baik hati sekali. Kalau ada orang miskin lewat di depan rumahnya, dia tidak diam saja. Dia membuka tangannya. Dia memberi roti. Dia memberi pakaian hangat. Dia tidak pernah pelit.

Malam pun tiba. Bintang-bintang muncul lagi. Tapi lampunya belum dimatikan. Dia masih bekerja, pelan, rapi, sabar. Tapi dia tidak mengeluh sama sekali. Dia malah tersenyum. Dia tertawa. Kenapa dia bisa tertawa, padahal masih capek? Karena dia tidak takut pada hari esok. Dia percaya, semua akan baik-baik saja.

Benang Merah

Anak-anaknya bangun pagi, lalu memeluknya. "Mama hebat sekali," kata mereka. Suaminya juga memuji dia, di depan semua orang.

Tapi ada satu hal yang paling indah dari perempuan ini. Bukan wajahnya. Bukan baju barunya yang bagus. Yang paling indah adalah hatinya. Hatinya cinta pada Tuhan. Dari situ semua mulai, itu sebabnya dia suka menolong, itu sebabnya dia tidak takut, itu sebabnya dia bekerja dengan senang hati.

Tuhan juga seperti itu, bahkan lebih lagi. Tuhan bangun duluan untuk menjaga kita, setiap pagi. Tuhan memberi kita makanan, setiap hari, tanpa lupa. Tuhan tidak pernah pelit kepada anak-anak-Nya.

Untuk Kamu

Kamu juga bisa punya hati seperti perempuan ini. Kamu tidak perlu menunggu sampai besar dulu. Kalau temanmu lapar, kamu bisa bagi roti. Kalau temanmu sedih, kamu bisa duduk dekat dia, memegang tangannya. Kalau mama sedang sibuk, kamu bisa membantu, sedikit saja juga boleh.

Hati yang cinta pada Tuhan itu bisa dimulai sekarang. Dari tangan kecilmu, dari senyummu, dari maumu menolong.

Apa yang dibuat perempuan itu di dapur, pagi-pagi sekali? Kalau temanmu lapar, apa yang bisa kamu berikan padanya?

Berdoa Bersama

Tuhan, terima kasih Engkau menjaga kami setiap hari. Buat hati kami baik, seperti perempuan itu. Mau menolong orang yang susah. Mau mencintai Tuhan, setiap pagi, setiap malam. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang AMSAL 31

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah AMSAL 31?
Hari masih gelap sekali. Bintang-bintang masih ada di langit. Semua orang di rumah masih tidur, pulas sekali. Tapi ada satu orang yang sudah bangun. Seorang perempuan.
Apa yang dikatakan AMSAL 31?
Tangannya tidak pernah diam. Dia memintal kain, lembut sekali di jari-jarinya. Dia menjahit baju hangat, untuk saat salju turun. Dia menanam kebun anggur sendiri, dengan tangannya sendiri. Lengannya kuat. Sangat kuat.
Apa yang AMSAL 31 ajarkan tentang Tuhan?
Malam pun tiba. Bintang-bintang muncul lagi. Tapi lampunya belum dimatikan. Dia masih bekerja, pelan, rapi, sabar. Tapi dia tidak mengeluh sama sekali. Dia malah tersenyum. Dia tertawa. Kenapa dia bisa tertawa, padahal masih capek? Karena dia tidak takut pada hari esok. Dia percaya, semua akan baik-baik saja.
Apa yang dapat dipelajari balita dari AMSAL 31?
Tapi ada satu hal yang paling indah dari perempuan ini. Bukan wajahnya. Bukan baju barunya yang bagus. Yang paling indah adalah hatinya. Hatinya cinta pada Tuhan. Dari situ semua mulai, itu sebabnya dia suka menolong, itu sebabnya dia tidak takut, itu sebabnya dia bekerja dengan senang hati.
Mengapa AMSAL 31 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Kamu juga bisa punya hati seperti perempuan ini. Kamu tidak perlu menunggu sampai besar dulu. Kalau temanmu lapar, kamu bisa bagi roti. Kalau temanmu sedih, kamu bisa duduk dekat dia, memegang tangannya. Kalau mama sedang sibuk, kamu bisa membantu, sedikit saja juga boleh.

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 3

Jangan serahkan kekuatanmu kepada perempuan, atau jalan-jalanmu kepada hal yang membinasakan raja-raja." Ini nasihat seorang ibu kepada anaknya yang menjadi raja. Ia tidak bicara soal dosa besar dulu, tapi soal ke mana tenagamu mengalir. Sebab yang menghabiskan hidup seseorang jarang datang sekaligus. Biasanya sedikit demi sedikit. Hari ini, kekuatanmu kau berikan kepada apa?

Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?

Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (6-12) dan remaja (13 tahun ke atas).

Buka di alat Alkitab Anak