RUT 4
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk balita dan prasekolah (usia 3-6)
Apa yang Terjadi?
Pagi itu matahari sudah hangat. Angin sepoi-sepoi bertiup pelan. Boas berjalan ke pintu gerbang kota. Debu jalan lembut di bawah kakinya. Baunya seperti gandum yang baru dipanen. Di gerbang itu, banyak orang duduk-duduk. Mereka mengobrol, sambil menunggu. Anak-anak kecil berlarian di dekat gerbang. Boas duduk juga di sana, menunggu.
Lalu, lewatlah seorang laki-laki yang dikenalnya. Laki-laki itu bisa menolong keluarga Naomi. "Singgahlah, Saudaraku. Duduklah di sini," kata Boas. Laki-laki itu pun singgah, dan duduk.
Boas memanggil sepuluh orang tua-tua kota. "Duduklah di sini," katanya lagi. Mereka semua datang, dan duduk melingkar. Semua mata memandang Boas.
Boas mulai bicara, pelan-pelan. "Naomi mau menjual tanah keluarganya. Maukah engkau membelinya, supaya tanah itu tetap milik keluarga?" Laki-laki itu mengangguk. "Ya, aku mau membelinya."
Tapi Boas berkata lagi, dengan tenang. "Kalau begitu, Rut juga harus ikut. Rut, perempuan dari Moab, akan menjadi istrimu."
Hening sebentar. Laki-laki itu berpikir. Lalu ia menggeleng, "Aku tidak bisa. Engkaulah yang boleh melakukannya, Boas."
Dan kemudian, terjadilah sesuatu yang unik. Laki-laki itu membuka sandalnya. Ia memberikan sandal itu kepada Boas. Itu tandanya, "Aku setuju. Boas boleh melakukannya." Semua orang di gerbang melihatnya. Mereka semua menjadi saksi.
Apa Artinya Ini?
Boas berdiri di depan semua orang. "Hari ini, aku membeli tanah Elimelekh," katanya dengan suara besar. "Rut juga akan menjadi istriku."
Semua orang bersorak, "Kami saksi!" Mereka lalu mendoakan Boas dan Rut. "Semoga TUHAN memberkati keluargamu," kata mereka. "Semoga namamu terkenal di Betlehem!" Mereka bertepuk tangan, dan tertawa gembira.
Lalu, Boas menikah dengan Rut. Tidak lama kemudian, TUHAN memberi mereka bayi. Bayi laki-laki yang kecil dan hangat. Kulitnya lembut, tangisnya keras dan sehat. Namanya Obed.
Para tetangga datang melihat bayi itu. Mereka berkata, "Anak ini lahir bagi Naomi!" Semua tersenyum, dan bersukacita.
Benang Merahnya
Dulu, Naomi sangat sedih. Suaminya sudah mati. Anak-anaknya juga sudah mati. Ia merasa sendirian, dan kosong.
Tapi lihatlah sekarang! Ada bayi Obed di pangkuannya. Naomi menggendongnya, dekat dadanya. Ia bisa mencium kepala bayi itu yang hangat. Wajah Naomi yang dulu sedih, sekarang tersenyum. Hatinya yang dulu kosong, sekarang penuh.
Para tetangga berkata, "TUHAN tidak meninggalkan Naomi. Dia menolong Naomi, hari ini." TUHAN memberi keluarga baru, penuh sukacita.
Obed kecil ini tumbuh besar. Obed punya anak, namanya Isai. Isai punya anak, namanya Daud. Daud menjadi raja yang besar. Dan bertahun-tahun kemudian, dari keluarga inilah, lahirlah Yesus. TUHAN sudah merencanakan semua ini, sejak dulu.
Untukmu
Mungkin kamu sedih karena mainan rusak, atau sahabat pindah. Kadang kamu merasa sendirian, seperti Naomi dulu. Tapi TUHAN tidak pernah melupakan kamu. Dia bisa memberi kejutan yang indah, kapan saja. Seperti bayi kecil yang membuat Naomi tersenyum lagi. TUHAN juga punya kejutan baik untukmu.
Yuk, Bicarakan
Menurutmu, bagaimana rasanya Naomi waktu menggendong Obed? Apa yang TUHAN berikan kepadamu yang membuatmu senang?
Mari Berdoa
Tuhan Yesus, terima kasih untuk keluarga Naomi. Terima kasih Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Berikan kami sukacita, seperti bayi Obed. Amin.
Pertanyaan tentang RUT 4
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah RUT 4?
Apa yang dikatakan RUT 4?
Apa yang RUT 4 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari balita dari RUT 4?
Mengapa RUT 4 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Perempuan-perempuan itu berkata, "Seorang anak telah lahir bagi Naomi." Bukan bagi Rut, melainkan bagi Naomi. Padahal dulu di depan mereka jugalah Naomi berkata bahwa ia pulang dengan tangan kosong dan minta dipanggil Mara. Kini tangan yang kosong itu menggendong seorang bayi. Kepahitanmu tidak selalu menjadi akhir cerita. Kadang Tuhan menaruh masa depan-Nya justru di pangkuan orang yang merasa sudah kehilangan segalanya.
Aminadab memperanakkan Nahason, dan Nahason memperanakkan Salmon." Dua nama, satu baris, tanpa cerita. Tidak ada mukjizat yang dicatat, tidak ada pidato yang dikenang. Namun tanpa mereka, tidak ada Daud, tidak ada Yesus. Mungkin hidupmu terasa seperti itu sekarang: hanya satu baris kecil. Allah sedang menulis sesuatu yang lebih panjang daripada yang bisa kaubaca hari ini.
Boas berdiri di pintu gerbang kota dan berkata, "Aku juga telah memperoleh Rut, perempuan Moab itu, istri Mahlon, menjadi istriku, untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu atas milik warisannya." Perhatikan: anak yang lahir nanti bukan akan mengangkat nama Boas, melainkan nama Mahlon. Ia rela berkorban tanpa namanya dikenang. Beranikah kau mengasihi sedalam itu, saat tak ada yang bertepuk tangan untukmu?
Mencari sesuatu untuk anak yang sedikit lebih besar?
Kami juga memiliki versi khusus untuk usia sekolah dasar (7-12) dan remaja (12 tahun ke atas).
Buka di alat Alkitab Anak