1 SAMUEL 13
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
The Explanation
Saul sudah dua tahun menjadi raja. Israel sedang dalam situasi genting. Pasukan Filistin berkumpul dengan kekuatan yang luar biasa besar, tiga puluh ribu kereta perang, enam ribu pasukan berkuda, dan pasukan jalan kaki yang jumlahnya seperti pasir di tepi laut. Bandingkan dengan pasukan Saul yang tinggal enam ratus orang setelah banyak yang lari ketakutan dan bersembunyi di gua-gua dan celah batu. Ini bukan sekadar perang, ini adalah situasi putus asa.
Samuel sudah berjanji akan datang ke Gilgal untuk mempersembahkan kurban sebelum pertempuran, memohon pertolongan Tuhan. Tapi Samuel tidak kunjung datang. Saul menunggu tujuh hari, sesuai waktu yang ditentukan, tapi rakyatnya mulai tercerai-berai karena panik. Pada titik itu Saul mengambil keputusan sendiri, ia mempersembahkan kurban bakaran, padahal itu bukan tugasnya. Dalam Israel, kurban semacam itu dipersembahkan oleh imam, bukan oleh raja.
Begitu kurban selesai dipersembahkan, Samuel muncul. Dan pertanyaannya tajam, "Apa yang telah kaulakukan?" Saul langsung membela diri dengan daftar alasan yang kedengarannya masuk akal, rakyat tercerai-berai, Samuel tidak datang tepat waktu, musuh sudah berkumpul. Lalu ia menyimpulkan, ia terpaksa memberanikan diri bertindak sendiri.
Jawaban Samuel keras dan tidak basa-basi. Perbuatan itu disebut bodoh. Bukan karena Saul kurang pintar, tapi karena ia tidak menaati perintah Tuhan. Dan konsekuensinya berat, kerajaan Saul tidak akan bertahan. Tuhan sudah memilih orang lain, seseorang dari hati-Nya sendiri, untuk menjadi raja berikutnya.
Pasal ini ditutup dengan gambaran yang menyedihkan sekaligus realistis. Israel bahkan tidak punya tukang besi sendiri karena Filistin sengaja mencegahnya, takut orang Ibrani membuat senjata. Jadi orang Israel harus pergi ke musuh mereka sendiri hanya untuk mengasah alat pertanian. Akibatnya, saat perang pecah, hanya Saul dan Yonatan yang punya pedang dan lembing. Seluruh rakyat lainnya tidak bersenjata.
What Does This Mean?
Cerita ini bukan tentang Saul yang jahat atau Saul yang bodoh secara akal. Saul melakukan sesuatu yang kelihatannya masuk akal, bahkan kelihatannya rohani, ia mempersembahkan kurban, bukan menyembah berhala. Tapi justru di situlah bahayanya. Ketidaktaatan sering tidak tampil dengan wajah jahat. Ia tampil dengan wajah yang terburu-buru, cemas, dan merasa punya alasan kuat.
Saul tidak sabar menunggu Tuhan bertindak lewat cara dan waktu yang sudah ditentukan. Ia merasa harus mengambil alih kendali karena situasinya tidak bisa menunggu lagi. Di situlah letak dosanya, bukan pada kurbannya, tapi pada ketidakpercayaannya bahwa Tuhan cukup bisa dipercaya untuk menepati janji-Nya tepat pada waktunya.
Yang membuat ini terasa dekat dengan hidup nyata adalah alasan Saul sangat rasional. Siapa pun yang berada di posisinya mungkin akan berpikir sama. Rakyat panik, musuh sudah dekat, waktu terus berjalan. Tapi Alkitab tidak menilai ketaatan berdasarkan seberapa masuk akal alasan kita untuk tidak taat. Ketaatan yang sejati justru diuji ketika alasan untuk tidak taat kedengarannya paling masuk akal.
The Common Thread
Cerita ini adalah titik balik besar dalam sejarah Israel. Saul kehilangan hak untuk mendirikan dinasti permanen, dan ini membuka jalan bagi raja yang akan dipilih kemudian, seseorang yang disebut berkenan di hati Tuhan sendiri. Itulah Daud, dan dari garis keturunan Daud, bertahun-tahun kemudian, lahirlah Yesus Kristus, Raja yang sesungguhnya, yang taat sampai akhir.
Ironi yang mendalam ada di sini. Saul tidak sabar menunggu, dan itu merusak segalanya. Yesus, di taman Getsemani, menghadapi tekanan yang jauh lebih berat, kematian yang nyata, bukan sekadar pasukan musuh yang menakutkan, dan Ia tetap berkata, bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang jadi. Di situlah perbedaan antara raja yang gagal dan Raja yang menang. Satu mengambil alih kendali karena tidak percaya, yang lain menyerahkan kendali karena percaya penuh.
For You
Kamu mungkin tidak pernah mempersembahkan kurban bakaran, tapi kamu pasti pernah berada dalam situasi Saul. Menunggu sesuatu yang terasa tidak kunjung datang, sementara tekanan dari sekeliling terus mendesak. Mungkin itu menunggu jawaban doa, menunggu kejelasan arah hidup, menunggu pemulihan dari luka tertentu. Dan di tengah penantian itu, selalu ada godaan untuk mengambil alih sendiri, mencari jalan pintas yang kelihatannya masuk akal, asal bisa segera merasa tenang.
Pertanyaan yang jujur untuk ditanyakan pada diri sendiri bukanlah apakah kamu pernah melakukan hal seperti itu, karena hampir pasti pernah. Pertanyaannya adalah, ketika kamu merasa Tuhan terlambat, apa yang sebenarnya kamu percaya tentang karakter-Nya? Saul bertindak seolah Tuhan tidak bisa dipercaya untuk tepat waktu. Iman yang dewasa bukan berarti tidak pernah cemas, tapi berarti tetap menunggu meski cemas, karena percaya bahwa penundaan Tuhan bukan berarti ketidakpedulian-Nya.
Talk About It
Dalam situasi apa kamu paling sering tergoda untuk "mengambil alih sendiri" daripada menunggu Tuhan, dan alasan apa yang biasanya kamu pakai untuk membenarkan itu?
Samuel menyebut tindakan Saul bodoh, bukan jahat. Menurutmu, apa bedanya ketidaktaatan yang kelihatan rohani dengan ketaatan yang sesungguhnya?
Praying Together
Tuhan, kadang penantian terasa lebih berat daripada yang bisa kami tanggung, dan kami tergoda mengambil kendali dengan cara kami sendiri. Ajar kami percaya bahwa waktu-Mu tidak pernah terlambat, bahkan ketika semuanya terasa mendesak. Berikan kami hati yang taat, bukan karena semua jelas, tapi karena kami yakin Engkau layak dipercaya. Dalam nama Yesus Kristus, Amin.
Pertanyaan tentang 1 SAMUEL 13
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 1 SAMUEL 13?
Apa yang dikatakan 1 SAMUEL 13?
Apa yang 1 SAMUEL 13 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari 1 SAMUEL 13?
Mengapa 1 SAMUEL 13 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Samuel pergi. Tidak ada kata perpisahan, tidak ada doa, tidak ada berkat. Dan Saul tinggal sendiri, "menghitung rakyat yang ada bersamanya, kira-kira enam ratus orang." Dari ribuan, tinggal segelintir. Ia yang tadi tak sabar menunggu, kini sibuk menghitung sisa. Ketika kita merebut yang bukan bagian kita, sering yang tertinggal hanyalah angka yang menciut. Apa yang sedang kamu hitung hari ini?
Kamu telah bertindak bodoh," kata Samuel. Saul sudah menunggu tujuh hari. Pasukannya menipis, Samuel belum datang, dan ketakutan membuatnya mengambil alih. Yang menyedihkan: tepat setelah korban itu dibakar, Samuel tiba. Ia hanya kurang beberapa menit.
Berapa kali kita merebut kendali persis sebelum Tuhan muncul?
Pasukan pengawal orang Filistin telah keluar ke pelintasan Mikhmas." Sepintas hanya catatan posisi pasukan. Tetapi justru di celah sempit itulah, keesokan harinya, Yonatan naik dengan tangan dan kaki dan Tuhan memberi kemenangan. Ada hari-hari dalam hidupmu yang terasa seperti ayat ini: tidak terjadi apa-apa, musuh hanya bergerak mendekat. Jangan cepat menyimpulkan. Allah sedang menyiapkan panggung.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak