2 TIMOTIUS 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
The Explanation
Surat ini ditulis oleh seorang tahanan. Itu penting untuk diingat sebelum kita membaca satu kata pun. Paulus tidak sedang duduk di ruang belajar yang tenang dengan secangkir kopi. Ia berada di penjara Roma, mendekati akhir hidupnya, dan ia menulis kepada seorang jauh lebih muda yang ia sebut "anak yang terkasih": Timotius.
Timotius bukan pahlawan super. Dari surat ini kita menangkap gambaran seseorang yang rapuh. Paulus mengingat air matanya (ayat 4). Ia perlu diingatkan supaya tidak takut (ayat 7) dan supaya tidak malu (ayat 8). Ada karunia dalam dirinya yang tampaknya mulai meredup, karena Paulus menulis: "terus mengobarkan karunia Allah yang ada pada dirimu." Kata itu seperti api unggun yang hampir tinggal bara. Masih ada, tetapi butuh diaduk, ditiup, diberi kayu lagi.
Paulus mulai dengan syukur. Ia berdoa untuk Timotius siang dan malam. Lalu ia menyebut dua nama perempuan: Lois, nenek Timotius, dan Eunike, ibunya. Iman yang tulus itu lebih dahulu hidup dalam diri mereka, dan Paulus yakin iman yang sama sekarang hidup dalam diri Timotius. Iman diteruskan, bukan diwarisi otomatis, tetapi ditumbuhkan dari dekat, di rumah, dari mulut ke mulut, dari hidup ke hidup.
Di tengah surat ada satu kalimat yang seperti fondasi beton. Allah menyelamatkan dan memanggil kita "bukan karena perbuatan kita, melainkan karena tujuan dan anugerah-Nya sendiri" yang sudah diberikan dalam Yesus Kristus "sebelum dunia ada" (ayat 9). Sebelum dunia ada. Sebelum ada satu prestasimu yang bisa dihitung. Dan sekarang semua itu menjadi nyata, kata Paulus, karena Yesus datang, "yang telah menghapus kematian dan membawa kehidupan dan kekekalan melalui Injil."
Bagian akhir surat ini terasa pahit. Paulus menulis bahwa "semua yang ada di Asia telah berpaling" darinya. Ia menyebut dua nama, Figelus dan Hermogenes, seolah ia tidak ingin melupakan siapa yang pergi. Lalu ada satu nama lain: Onesiforus. Orang ini datang ke Roma dan mencari Paulus dengan sungguh-sungguh sampai menemukannya. Ia tidak malu punya kenalan di penjara. Ia menyegarkan Paulus. Untuk dia Paulus berdoa: kiranya Tuhan mengaruniakan belas kasih kepada seisi rumahnya.
What Does This Mean?
Perhatikan apa yang tidak dikatakan Paulus. Ia tidak berkata: "Timotius, kuatkan dirimu, kamu pasti bisa." Ia tidak memotivasi. Ia mengingatkan. Ia menunjuk kepada apa yang sudah ada: karunia yang sudah diberikan, Roh yang sudah tinggal di dalam, panggilan yang sudah ditetapkan sebelum dunia ada.
Itu perbedaan besar antara iman dan motivasi diri. Motivasi diri berkata: gali lebih dalam ke dirimu sendiri. Iman berkata: lihat ke luar, kepada Allah yang lebih dahulu bertindak.
Ayat 7 sering dipakai sebagai stiker penyemangat, tetapi isinya lebih tajam dari itu. Allah tidak memberikan roh ketakutan, melainkan roh kekuatan, kasih, dan penguasaan diri. Tiga hal itu tidak sama dengan rasa percaya diri. Kekuatan bukan berarti kamu tidak gemetar. Kasih bukan berarti kamu selalu merasa hangat. Penguasaan diri berarti kamu tidak dikendalikan oleh apa yang paling keras berbisik di kepalamu. Timotius tetap orang yang bisa menangis. Tetapi ia tidak harus diperintah oleh rasa takutnya.
Dan lalu kata "malu" yang muncul tiga kali. Jangan malu bersaksi tentang Tuhan. Jangan malu terhadap seorang tahanan. Paulus sendiri berkata: "aku tidak malu karena aku tahu kepada siapa aku percaya." Ini bukan soal keberanian tampil. Ini soal apakah kamu tahu kepada Siapa kamu percaya. Rasa malu tumbuh paling cepat ketika iman kita samar. Kalau kamu tidak yakin apa yang kamu pegang, kamu akan menyembunyikannya.
The Common Thread
Ada satu gerakan yang mengalir dari awal sampai akhir pasal ini: Allah lebih dahulu. Janji kehidupan ada dalam Yesus Kristus, kata ayat 1. Anugerah diberikan sebelum dunia ada, kata ayat 9. Yesus datang dan menghapus kematian, kata ayat 10.
Kata itu keras dan indah sekaligus. Kematian dihapus. Bukan diperhalus, bukan dihias dengan kata-kata manis di pemakaman. Dihapus, karena Yesus masuk ke dalamnya dan keluar hidup. Karena itu Paulus, seorang yang mungkin akan dieksekusi, bisa menulis dengan tenang tentang "Hari itu." Ia tidak sedang menghibur dirinya sendiri. Ia sedang menunggu.
Dan inilah harta yang dimaksud di ayat 14, "harta berharga yang telah dipercayakan kepadamu." Bukan aturan, bukan tradisi, bukan reputasi keluarga Kristen. Injil itu sendiri: bahwa Allah menyelamatkan orang bukan karena perbuatan mereka. Itu yang harus dijaga, dengan Roh Kudus yang tinggal di dalam kita.
For You
Kamu mungkin mengenali Timotius lebih dari yang kamu mau akui. Iman dari nenek dan ibu, dari gereja, dari lingkungan. Dan sekarang muncul pertanyaan: apakah ini benar-benar milikku, atau hanya warisan yang kebetulan kudapat?
Paulus tidak menghindari pertanyaan itu. Justru ia berkata: iman itu memang hidup dalam Lois dan Eunike, dan aku yakin sekarang hidup dalam kamu juga. Tetapi ia langsung menambahkan: kobarkan. Iman warisan yang tidak pernah kamu urus akan menjadi bara dingin. Iman yang kamu urus menjadi milikmu sendiri.
Praktisnya: berhenti menunggu sampai kamu merasa kuat. Timotius tidak pernah merasa kuat. Ia diberi tahu apa yang sudah dimilikinya, lalu diminta bertindak sesuai itu.
Dan pikirkan Onesiforus. Ia tidak berkhotbah. Ia hanya mencari orang yang ditinggalkan semua orang, sampai ia menemukannya. Di sekolahmu, di grup chatmu, ada orang yang sedang ditinggalkan semua orang. Kamu tahu siapa. Mencari orang itu sampai menemukannya adalah bentuk keberanian yang sama seperti bersaksi tentang Tuhan.
Talk About It
Paulus berkata: "aku tidak malu karena aku tahu kepada siapa aku percaya." Di situasi mana kamu paling cepat merasa malu soal imanmu, dan menurutmu itu karena takut ditolak, atau karena kamu sendiri belum yakin apa yang kamu pegang?
Figelus dan Hermogenes berpaling; Onesiforus mencari sampai menemukan. Untuk siapa kamu selama ini menjadi Figelus, dan apa langkah nyata pertama untuk berubah?
Praying Together
Tuhan, aku tidak selalu merasa kuat, dan Engkau tahu itu. Terima kasih bahwa Engkau memilihku sebelum dunia ada, bukan karena apa yang kulakukan. Kobarkan kembali apa yang mulai meredup dalam diriku. Beri aku kekuatan, kasih, dan penguasaan diri, dan buat aku berani mencari orang yang ditinggalkan. Amin.
Pertanyaan tentang 2 TIMOTIUS 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah 2 TIMOTIUS 1?
Apa yang dikatakan 2 TIMOTIUS 1?
Apa yang 2 TIMOTIUS 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari 2 TIMOTIUS 1?
Mengapa 2 TIMOTIUS 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Onesiforus tidak menunggu sampai Paulus dipulihkan namanya. Ia mencari orang yang dirantai, di kota asing, sampai ketemu. Dan doa Paulus untuknya hanya satu kalimat: "Kiranya Tuhan mengaruniakan kepadanya untuk menemukan belas kasihan dari Tuhan pada hari itu." Pelayanan yang paling diingat Allah sering yang paling tidak dilihat orang. Siapa yang sedang kausingkirkan karena namanya tak enak disebut?
Peliharalah harta yang dipercayakan kepadamu itu oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam kita." Paulus menulis ini dari penjara, kepada Timotius yang gampang takut. Perhatikan: memelihara iman bukan soal seberapa kuat tanganmu menggenggam, melainkan soal Roh yang diam di dalammu. Yang kau jaga itu justru sedang menjagamu.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak