ROMA 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Surat Roma dibuka bukan dengan basa-basi, melainkan dengan sebuah pernyataan diri yang tajam: "Paulus, hamba Yesus Kristus, yang dipanggil menjadi rasul." Paulus menulis kepada jemaat di Roma, ibu kota kekaisaran, pusat kekuasaan dunia saat itu. Ia belum pernah bertemu mereka, tetapi ia sudah mendengar tentang iman mereka, dan ia rindu datang.
Sebelum masuk ke isi, Paulus menjelaskan Injil yang ia layani. Injil itu bukan gagasan baru yang ia karang sendiri. Injil itu sudah dijanjikan Allah lewat para nabi, jauh sebelum Paulus lahir. Isinya: tentang Yesus, Anak Allah, yang secara daging lahir dari keturunan Daud, dan yang oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa. Dalam dua kalimat itu Paulus sudah merangkum inti kekristenan: Yesus sungguh manusia, sungguh Allah, dan hidup kembali.
Lalu Paulus sampai pada kalimat yang menjadi jantung seluruh surat ini: "Aku tidak malu akan Injil karena Injil adalah kuasa Allah untuk keselamatan setiap orang yang percaya." Di kota Roma, di mana kekuatan diukur dari kekayaan, status, dan kekuasaan militer, Paulus mengatakan bahwa kabar tentang seorang Yahudi yang disalibkan adalah kuasa Allah. Dan kuasa itu bekerja melalui iman: "Orang benar akan hidup oleh imannya."
Tetapi kemudian nada surat ini berubah. Paulus tidak langsung berbicara tentang keselamatan; ia lebih dulu memperlihatkan mengapa keselamatan itu perlu. Ia berbicara tentang murka Allah yang dinyatakan atas ketidakbenaran manusia. Menurutnya, manusia sebenarnya tahu bahwa Allah ada. Ciptaan sendiri sudah bersaksi: langit, tubuh manusia, keteraturan alam. Sifat-sifat Allah yang kekal terlihat jelas melalui apa yang Ia ciptakan.
Masalahnya bukan bahwa manusia tidak tahu, melainkan bahwa mereka menekan apa yang mereka tahu. Mereka mengenal Allah, tetapi tidak memuliakan-Nya, tidak bersyukur. Mereka menukar kemuliaan Allah dengan gambar-gambar buatan sendiri: patung burung, binatang, atau, kalau kita jujur, dengan versi modern seperti citra diri, karier, tubuh yang sempurna, atau tokoh idola.
Tiga kali Paulus mengulang kalimat mengerikan: "Allah menyerahkan mereka." Ini bukan Allah yang marah membabi buta. Ini Allah yang berkata: baik, jika kalian benar-benar tidak menginginkan Aku, Aku akan membiarkan kalian pergi ke arah yang kalian pilih. Hukuman terberat dari Allah kadang bukan petir dari langit, melainkan dibiarkan berjalan sendiri.
Paulus lalu menyebut daftar panjang: keserakahan, iri hati, gosip, kekasaran, kesombongan, ketidaktaatan kepada orang tua, ketidaksetiaan. Daftar ini tidak menyaring siapa pun. Bukan hanya "orang jahat di luar sana." Ini deskripsi tentang dunia yang berputar tanpa Allah, dan tentang hati manusia, termasuk hati kita.
Apa Artinya Ini?
Roma 1 adalah diagnosis. Sebelum Paulus menawarkan obat, ia menunjukkan penyakitnya. Dan diagnosisnya keras: masalah manusia bukanlah kekurangan informasi tentang Allah. Masalahnya adalah bahwa kita, dalam kondisi alami kita, tidak menginginkan Allah sebagai Allah. Kita ingin menjadi pusatnya sendiri.
Ini penting untuk dipahami, karena banyak orang berpikir kekristenan dimulai dengan "jadilah orang baik." Paulus mulai jauh lebih dalam. Ia mengatakan: kalian sudah tahu ada Allah, kalian melihat-Nya dalam ciptaan, tetapi hati kalian menolak untuk tunduk. Itulah akar dari segala sesuatu yang salah.
Sekaligus, dalam pasal ini sudah bersinar sesuatu yang lain: Injil adalah kuasa Allah untuk keselamatan. Bukan nasihat, bukan pilihan gaya hidup, tetapi kuasa. Sesuatu yang benar-benar dapat mengubah manusia yang seharusnya kalah menjadi manusia yang hidup.
Benang Merah
Paulus langsung menempatkan Yesus di pusat. Ia adalah Anak Daud yang dijanjikan, tetapi juga Anak Allah yang bangkit. Seluruh Perjanjian Lama, dari janji kepada Abraham sampai nubuat para nabi, mengalir ke arah-Nya.
Dan kabar buruk di paruh kedua pasal ini justru membuat kabar baik tentang Yesus berkilau lebih terang. Jika manusia hanya perlu sedikit dorongan moral, Yesus tidak perlu mati. Tetapi karena masalahnya sedalam yang Paulus gambarkan, hati yang menolak Allah, maka dibutuhkan lebih dari sekadar guru. Dibutuhkan Juruselamat. Kalimat "orang benar akan hidup oleh imannya" adalah pintu yang akan Paulus buka lebar-lebar dalam pasal-pasal berikutnya.
Untuk Kamu
Ada dua hal yang mungkin mengganggumu dari pasal ini, dan itu wajar.
Yang pertama: gagasan bahwa semua orang sebenarnya tahu bahwa Allah ada. Di sekolah atau di media sosial kamu bertemu orang-orang yang tampak sangat yakin bahwa Allah tidak ada, atau bahwa semua agama sama saja. Paulus mengatakan sesuatu yang lebih tajam: di dasar hati, manusia tahu. Yang terjadi bukan pencarian jujur yang gagal, melainkan penekanan. Ini pertanyaan yang layak kamu bawa juga kepada dirimu sendiri: di mana aku menekan apa yang sebenarnya sudah aku tahu?
Yang kedua: daftar dosa itu. Mudah membaca daftar itu dan menunjuk keluar. Tetapi baca ulang perlahan. Gosip. Iri hati. Sombong. Tidak taat kepada orang tua. Paulus tidak sedang menggambarkan monster; ia sedang menggambarkan manusia. Termasuk manusia yang membaca ini sekarang.
Tantangan untuk minggu ini: baca Roma 1:18-32 sekali lagi, pelan-pelan, dan tanyakan dengan jujur di hadapan Tuhan, tanpa perlu memberitahu siapa pun jawabannya, di titik mana daftar ini menyentuhmu. Bukan supaya kamu tenggelam dalam rasa bersalah, tetapi supaya kamu tahu mengapa Injil di ayat 16 disebut kuasa. Kamu tidak akan pernah membutuhkan sesuatu yang berkuasa jika kamu berpikir hanya butuh sedikit perbaikan.
Bicarakan Bersama
Paulus mengatakan bahwa ciptaan menunjukkan Allah dengan jelas. Kapan terakhir kali kamu benar-benar melihat sesuatu di alam atau dalam hidup yang membuatmu berpikir tentang Allah? Dan apa yang biasanya menghalangimu untuk memperhatikan-Nya?
*Paulus tidak malu akan Injil. Di lingkunganmu, apa yang membuatmu malu atau ragu untuk mengakui bahwa kamu pengikut Yesus? Apa yang mungkin ada
Pertanyaan tentang ROMA 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah ROMA 1?
Apa yang dikatakan ROMA 1?
Apa yang ROMA 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari ROMA 1?
Mengapa ROMA 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Menukar." Kata itu yang menusuk. Paulus menulis bahwa manusia "menukar kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambar yang menyerupai manusia yang fana." Bukan kehilangan karena lalai, tapi pertukaran yang dipilih. Kita lebih suka yang bisa digenggam, diatur, disimpan di saku. Allah yang hidup terlalu besar untuk dikendalikan. Apa yang kamu tukar minggu ini?
Sebab, murka Allah dinyatakan dari surga atas semua kefasikan dan kejahatan manusia, yang menindas kebenaran dengan kejahatan mereka." Perhatikan kata menindas. Artinya kebenaran itu ada, sudah kita tahu, tetapi kita menekannya supaya diam. Murka Allah bukan ledakan emosi tiba-tiba, melainkan tanggapan-Nya atas hati yang terus membungkam suara yang sebenarnya sudah didengar. Apa yang sedang kamu tahan hari ini supaya tidak bersuara?
Tiga kali dalam pasal ini Paulus menulis kalimat yang sama: "Allah menyerahkan mereka." Bukan gambaran Allah yang meledak marah, melainkan Allah yang melepaskan genggaman-Nya. Ternyata hukuman paling menakutkan adalah dibiarkan mendapat persis apa yang kita mau. Adakah sesuatu yang kaupegang erat sekali, sambil diam-diam berharap Tuhan tidak pernah melepaskanmu?
Meskipun mengaku diri berhikmat, mereka menjadi bodoh." Yang mengerikan bukan ketidaktahuan, melainkan rasa yakin bahwa kita sudah tahu. Kebodohan di sini lahir dari kesombongan yang menolak berterima kasih kepada Allah. Coba periksa: di bagian hidup mana kamu merasa paling tidak butuh nasihat siapa pun? Mungkin di situlah kegelapan mulai bekerja tanpa kamu sadari.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak