AMOS 1
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
The Explanation
Amos bukan orang yang biasa bicara di depan umum. Ia seorang gembala dari Tekoa, pekerja kasar yang tangannya berbau domba dan debu padang. Tapi Tuhan memberinya penglihatan tentang Israel, dua tahun sebelum gempa bumi besar yang rupanya diingat semua orang pada zamannya. Ini bukan ramalan abstrak. Ini firman yang datang di tengah situasi politik nyata, pada masa Raja Uzia di Yehuda dan Raja Yerobeam di Israel.
Amos membuka dengan gambaran yang mengerikan. Tuhan mengaum dari Sion, seperti singa yang siap menerkam. Suara-Nya membuat padang rumput berkabung dan puncak Gunung Karmel, yang biasanya hijau subur, menjadi layu. Ini bukan gambaran Allah yang lembut dan diam. Ini Allah yang bersuara keras karena Ia marah terhadap ketidakadilan.
Lalu mulailah deretan pidato penghukuman atas bangsa-bangsa sekitar Israel, satu demi satu, dengan pola yang sama. "Untuk tiga pelanggaran, bahkan empat, Aku takkan menarik kembali hukumannya." Pola angka ini bukan matematika, tapi cara mengatakan bahwa dosa mereka sudah penuh, melimpah, tak tertahankan lagi.
Damsyik dihukum karena mengirik Gilead dengan alat pengirik besi, sebuah gambaran kekejaman perang yang menghancurkan tubuh manusia seperti gandum digiling. Gaza dan kota-kota Filistin dihukum karena menangkap seluruh penduduk sebuah daerah dan menjualnya sebagai budak kepada Edom. Tirus melakukan hal serupa, tapi dosanya lebih berat karena mereka melanggar perjanjian persaudaraan, mengkhianati hubungan yang seharusnya dijaga. Edom dihukum karena mengejar saudaranya sendiri dengan pedang, tanpa belas kasihan, menyimpan amarah selamanya. Dan orang Amon melakukan kekejaman paling mengerikan dari semua: merobek perut perempuan hamil di Gilead demi memperluas wilayah mereka.
Setiap kali, jawaban Tuhan sama, yaitu api. Api yang akan melahap istana-istana mereka, simbol kekuasaan dan kemewahan yang mereka bangun di atas kekejaman.
What Does This Mean?
Hal yang mengejutkan dari pasal ini adalah bahwa Tuhan menghukum bangsa-bangsa yang bahkan tidak mengenal Taurat Musa. Damsyik, Gaza, Tirus, Edom, Amon, mereka bukan umat perjanjian. Tapi Tuhan tetap menghakimi mereka, karena kejahatan yang mereka lakukan, perang yang kejam, perdagangan manusia, pengkhianatan, kekerasan terhadap perempuan hamil, adalah kejahatan yang melukai martabat manusia di mana pun itu terjadi.
Ini berarti keadilan Tuhan bukan hanya urusan agama. Ia tidak hanya peduli siapa yang menyembah-Nya dengan benar, tapi juga bagaimana manusia memperlakukan manusia lain. Kekejaman tetap kekejaman, entah pelakunya menyembah Tuhan atau tidak. Allah melihat semuanya, dan Ia tidak diam.
Amos sedang menyiapkan pendengarnya untuk sesuatu yang lebih mengejutkan lagi, yang akan muncul di pasal berikutnya. Tapi di pasal ini saja sudah jelas, Tuhan yang mengaum itu adalah Tuhan atas seluruh bumi, bukan hanya Tuhan satu bangsa kecil di Timur Tengah kuno.
The Common Thread
Suara Tuhan yang mengaum karena murka atas dosa ini bukan hal asing dalam seluruh Alkitab. Murka Allah terhadap ketidakadilan adalah bagian dari karakter-Nya yang konsisten, dari Amos sampai ke kayu salib. Yang berubah adalah ke mana murka itu diarahkan.
Di kayu salib, Yesus Kristus menanggung murka yang seharusnya jatuh pada manusia berdosa, termasuk orang Israel sendiri yang juga akan dihakimi dalam pasal-pasal setelah ini. Allah yang mengaum karena ketidakadilan bukan Allah yang berubah pikiran menjadi lembek soal dosa. Ia tetap adil. Tapi dalam Yesus, keadilan dan kasih bertemu, bukan dengan mengabaikan dosa, melainkan dengan menanggungnya sendiri.
Jadi Amos 1 bukan pasal yang bertentangan dengan Injil. Ia justru menyiapkan kita untuk memahami betapa seriusnya dosa itu, sehingga kita bisa mengerti betapa besar yang dilakukan Yesus ketika Ia menanggung hukuman itu di tempat kita.
For You
Mungkin terasa jauh membaca tentang Damsyik dan Tirus. Tapi coba pikirkan berita yang kamu baca minggu ini, perang, perdagangan manusia, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, pengkhianatan antarteman. Amos 1 mengatakan bahwa Allah tidak tutup mata terhadap semua itu, bahkan ketika dunia terasa diam atau terlalu sibuk untuk peduli.
Ini juga ajakan untuk jujur pada dirimu sendiri. Mudah sekali menunjuk dosa bangsa lain, orang lain, generasi lain. Lebih sulit melihat kekejaman kecil dalam caramu memperlakukan orang di sekitarmu, kata-kata yang menusuk, sikap acuh tak acuh pada penderitaan orang lain, kebiasaan membenarkan diri sendiri sambil menyalahkan orang lain. Tuhan yang mengaum terhadap bangsa-bangsa itu, suatu hari juga akan bicara tentang hidupmu.
Tapi justru di situlah kabar baik Yesus menjadi nyata. Kamu tidak perlu takut pada Allah yang mengaum, karena Ia sudah menyediakan jalan supaya murka itu tidak menimpamu. Pertanyaannya bukan apakah kamu cukup baik, tapi apakah kamu sudah berlindung pada Dia yang sudah menanggungnya.
Talk About It
Mengapa menurutmu Tuhan tetap menghukum bangsa-bangsa yang tidak mengenal Dia sama sekali? Apa artinya ini untuk caramu memandang keadilan di dunia sekarang?
Dosa bangsa mana yang menurutmu paling mirip dengan sesuatu yang sering terjadi, atau bahkan kamu lakukan, dalam skala yang lebih kecil?
Praying Together
Tuhan, Engkau mendengar dan melihat semua kekejaman yang terjadi di dunia ini, bahkan yang tidak pernah muncul di berita. Ajar aku untuk tidak menutup mata terhadap ketidakadilan, dan juga untuk jujur melihat dosa dalam hidupku sendiri. Terima kasih karena dalam Yesus, murka-Mu yang adil sudah ditanggung, sehingga aku bisa datang kepada-Mu tanpa takut. Amin.
Pertanyaan tentang AMOS 1
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah AMOS 1?
Apa yang dikatakan AMOS 1?
Apa yang AMOS 1 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari AMOS 1?
Mengapa AMOS 1 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Ammon merobek perut perempuan hamil hanya demi memperlebar batas tanah mereka. Tuhan tidak diam: "Aku akan menyalakan api pada tembok Raba, dan api itu akan melahap puri-purinya." Korban yang dianggap kecil demi ambisi besar ternyata tercatat di langit. Siapa yang terinjak oleh ambisimu, dan sejak kapan kamu mulai menganggapnya wajar?
Amon merobek perut perempuan hamil di Gilead demi melebarkan batas wilayahnya. Ujungnya: "Rajanya akan pergi ke dalam pembuangan, dia dan para pejabatnya bersama-sama." Yang merampas tanah justru kehilangan tempat berpijak, dan jabatan tidak melindungi siapa pun. Apa yang sedang kamu perluas, dan siapa yang terinjak di bawahnya?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak