ESTER 8
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
Penjelasan
Setelah Haman dihukum mati di pasal 7, cerita belum selesai. Ancaman yang sudah ia tanda tangani, perintah untuk membantai semua orang Yahudi di seluruh kerajaan Persia pada tanggal tertentu, masih berlaku. Hukum Persia punya aturan aneh namun penting untuk dipahami: sekali surat kerajaan dimeteraikan dengan cincin raja, surat itu tidak bisa dibatalkan, siapa pun yang menulisnya, bahkan raja sendiri.
Jadi di pasal ini, Ester kembali menghadap raja, kali ini bukan untuk meminta pesta, tapi sambil menangis dan sujud memohon belas kasihan. Dia bertanya dengan jujur dan tajam, "Bagaimana aku dapat melihat malapetaka yang akan menimpa bangsaku?" Raja Ahasyweros tidak bisa mencabut dekret Haman, tapi dia memberi jalan keluar lain: dia menyerahkan wewenang kepada Mordekhai dan Ester untuk menulis surat baru atas nama raja, dengan meterai yang sama kuasanya.
Surat baru itu dikirim secepat mungkin ke seratus dua puluh tujuh provinsi, naik kuda-kuda tercepat kerajaan. Isinya mengizinkan orang Yahudi untuk berkumpul dan membela diri, bahkan membalas dengan keras terhadap siapa pun yang menyerang mereka. Ini bukan perintah untuk menyerang duluan, melainkan izin resmi untuk bertahan hidup, pada hari yang sama yang dulu ditetapkan Haman untuk membinasakan mereka.
Pasal ini ditutup dengan pemandangan yang kontras total dari pasal-pasal sebelumnya. Mordekhai keluar dari istana dengan pakaian kebesaran, kota Susan bersorak, dan di seluruh negeri ada terang, sukacita, kegirangan, dan kehormatan bagi orang Yahudi. Bahkan disebutkan banyak orang dari bangsa lain ikut "menjadi orang Yahudi," bukan karena mereka tiba-tiba percaya pada Allah Israel, tapi karena rasa takut kepada orang Yahudi menimpa mereka.
Apa Artinya Ini?
Pasal ini berbicara tentang sesuatu yang sangat manusiawi: ketidakberdayaan di hadapan keputusan yang sudah terlanjur dibuat. Ester tidak bisa menghapus kejahatan yang sudah ditulis. Yang bisa dia lakukan hanyalah memohon, dan kemudian bertindak dengan kekuasaan yang dipercayakan kepadanya. Ini jujur tentang bagaimana dunia sering bekerja. Kadang kerusakan sudah terlanjur terjadi, kata-kata sudah terlanjur diucapkan, keputusan sudah terlanjur diambil, dan yang tersisa bukan menghapus masa lalu, tapi menulis ulang masa depan.
Teks ini juga tidak menyembunyikan sisi yang keras. Dekret kedua ini memberi orang Yahudi hak untuk membunuh musuh mereka, termasuk anak-anak dan perempuan dari pihak yang menyerang mereka. Ini bukan bagian yang nyaman dibaca, dan tidak perlu dipoles supaya terasa manis. Alkitab menuliskan dunia Persia kuno apa adanya, dunia kekerasan balas dendam, bukan dunia yang sudah mengenal pengampunan Kristus. Kita tidak diajak meniru cara ini, tapi diajak melihat betapa seriusnya ancaman yang mereka hadapi, dan betapa besar kelegaan yang akhirnya datang.
Hal lain yang menarik, nama Allah sekali lagi tidak disebut di pasal ini, sama seperti di seluruh kitab Ester. Tapi tangan-Nya terasa di setiap baris: pada saat yang tepat, Ester diberi keberanian, Mordekhai diberi posisi, dan keadilan yang mustahil menjadi mungkin.
Benang Merah
Kitab Ester menunjukkan pola yang muncul berulang kali dalam cerita besar Alkitab: umat Allah terancam musnah, dan di saat paling gelap, Allah membuka jalan yang tidak terduga melalui orang-orang yang bersedia dipakai-Nya. Kita melihat pola ini pada Yusuf di Mesir, pada bangsa Israel di Laut Merah, dan di sini, pada Ester dan Mordekhai di Persia.
Tapi ada perbedaan penting yang layak dipikirkan. Surat Ester menyelamatkan nyawa dengan memberi izin untuk melawan dan membunuh musuh. Berabad-abad kemudian, keselamatan yang sejati datang justru lewat jalan yang terbalik sama sekali: Yesus Kristus tidak menulis surat yang memberi kita izin membalas, Dia sendiri yang mati menanggung hukuman yang seharusnya jatuh pada kita. Dekret yang tidak bisa dibatalkan di Persia adalah gambaran lemah dari sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu keputusan Allah yang juga tidak bisa dibatalkan, bahwa siapa pun yang percaya kepada Kristus tidak akan binasa. Bedanya, dekret itu bukan ditulis dengan darah musuh, tapi dengan darah-Nya sendiri.
Untukmu
Mungkin kamu sedang menghadapi sesuatu yang terasa seperti dekret yang sudah terlanjur ditulis, keputusan orang lain, reputasi yang rusak, situasi keluarga yang tidak kamu pilih, atau konsekuensi dari pilihanmu sendiri yang tidak bisa dihapus begitu saja. Ester mengajarkan bahwa kamu tidak selalu bisa membatalkan apa yang sudah terjadi, tapi kamu selalu punya ruang untuk bertindak sekarang, dengan apa yang ada padamu, sekecil apa pun itu.
Perhatikan juga bagian tentang orang-orang yang "menjadi orang Yahudi karena rasa takut." Itu bukan pertobatan sejati, hanya rasa aman yang dipaksakan oleh keadaan. Pertanyaan untukmu, iman seperti apa yang sedang kamu bangun sekarang, iman karena takut akan konsekuensi, atau iman karena kamu benar-benar mengenal Allah yang menulis keselamatan bagimu dengan cara yang jauh lebih mahal daripada selembar surat kerajaan?
Mari Bicarakan
Bagian mana dari dekret kedua ini terasa paling sulit kamu terima, dan menurutmu kenapa Alkitab tetap menuliskannya apa adanya tanpa menghaluskannya?
Pikirkan satu situasi dalam hidupmu yang terasa seperti "sudah terlanjur ditulis" dan tidak bisa dibatalkan. Langkah kecil apa yang bisa kamu ambil sekarang, seperti yang dilakukan Ester dan Mordekhai?
Berdoa Bersama
Tuhan, Engkau tahu ada hal-hal dalam hidup kami yang terasa sudah terlanjur terjadi dan tidak bisa diputar balik. Berilah kami keberanian seperti Ester untuk tetap bertindak, bukan karena kami yakin semua akan berjalan mudah, tapi karena kami percaya Engkau bekerja bahkan ketika nama-Mu tidak terlihat jelas dalam cerita kami. Terima kasih karena keputusan-Mu untuk menyelamatkan kami lewat Yesus Kristus tidak pernah bisa dibatalkan. Amin.
Pertanyaan tentang ESTER 8
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah ESTER 8?
Apa yang dikatakan ESTER 8?
Apa yang ESTER 8 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari ESTER 8?
Mengapa ESTER 8 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Dekret Haman tidak bisa ditarik kembali. Begitulah hukum raja, sekali dimeteraikan, selesai. Maka raja berkata, "tulislah tentang orang Yahudi sesuai dengan keinginanmu atas nama raja." Yang lama tidak dihapus, tetapi ada surat baru yang ditulis di atasnya, dan surat itu membawa hidup. Masa lalumu mungkin juga tak bisa dihapus. Tapi Allah masih sanggup menuliskan kalimat baru atas namamu.
Ester sudah menang. Haman mati, rumahnya jadi miliknya. Tapi ia kembali tersungkur menangis, kali ini bukan demi dirinya, melainkan demi bangsanya. Lalu "raja mengulurkan tongkat emas kepada Ester, lalu Ester bangkit dan berdiri di hadapan raja." Anugerah tidak membiarkanmu tetap di lantai. Ia mengangkatmu supaya kamu bisa bicara untuk orang lain.
Lalu, Mordekhai datang ke hadapan raja karena Ester telah memberitahukan hubungannya dengan Mordekhai." Sekian lama Ester menyimpan rapat siapa keluarganya. Begitu ia mengakuinya, pengakuan itulah yang membuka pintu istana bagi Mordekhai. Adakah orang yang kamu sembunyikan karena takut? Keberanianmu mengakui bisa menjadi jalan masuk baginya.
Dekret Haman tidak bisa ditarik kembali. Hukum raja Persia tetap berdiri, hitam di atas putih. Maka ditulislah surat kedua: orang Yahudi boleh "berkumpul dan mempertahankan hidup mereka". Yang lama tidak dihapus, tetapi ada kata baru yang ditimpakan di atasnya. Mungkin begitu juga lukamu. Bukan dihapus, melainkan ditutupi firman yang memberi hidup.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak