Untuk remaja usia 13 tahun ke atas

KEJADIAN 12

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)

Alkitab

Penjelasan

Abram berumur tujuh puluh lima tahun ketika Tuhan berkata kepadanya untuk meninggalkan segala sesuatu yang selama ini menjadi pijakan hidupnya: negerinya, keluarganya, rumah ayahnya. Tidak ada peta yang diberikan, tidak ada alamat tujuan. Hanya janji bahwa Tuhan akan menunjukkan tanah itu nanti, di tengah jalan. Abram pergi, membawa Sarai istrinya, Lot keponakannya, dan semua yang telah mereka kumpulkan selama di Haran.

Begitu tiba di Kanaan, Tuhan menampakkan diri lagi dan berjanji bahwa tanah itu akan diberikan kepada keturunan Abram. Abram membangun mazbah, lalu pindah lagi, membangun mazbah lagi. Ia hidup seperti orang asing di tanah yang dijanjikan kepadanya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, memanggil nama Tuhan di setiap tempat ia berhenti.

Tetapi kemudian datang kelaparan. Dan di sinilah cerita berbelok dengan cara yang mengejutkan. Abram, orang yang baru saja dipanggil Tuhan dengan janji besar, pergi ke Mesir dan, karena takut dibunuh demi istrinya yang cantik, menyuruh Sarai berbohong bahwa ia adiknya. Akibatnya Sarai dibawa ke istana Firaun. Bukan Abram yang menyelamatkan keadaan, melainkan Tuhan sendiri yang turun tangan, mengirim wabah penyakit kepada Firaun dan seisi istananya, sampai Firaun sendiri yang menegur Abram dan mengusirnya keluar, bersama istrinya dan semua miliknya yang justru bertambah banyak.

Apa Artinya Ini?

Pasal ini sering diringkas menjadi kisah tentang iman yang hebat, Abram yang taat meninggalkan segalanya. Itu benar, tetapi tidak cukup. Yang membuat pasal ini begitu jujur dan begitu manusiawi adalah bagian keduanya: Abram yang sama, yang baru saja menerima janji Tuhan, ternyata juga seorang pengecut yang mengorbankan istrinya sendiri demi keselamatannya. Alkitab tidak menyembunyikan ini. Tidak ada usaha untuk membuat Abram tampak seperti pahlawan iman tanpa cela.

Itu penting, karena kalau kamu pernah merasa bahwa imanmu terlalu naik turun untuk dianggap serius, bahwa kamu bisa berdoa dengan sungguh hari ini dan bertindak pengecut besok, kamu sebenarnya sedang berdiri di jejak yang sama dengan Abram. Panggilan Tuhan tidak menunggu sampai seseorang menjadi sempurna dulu. Tuhan memanggil Abram sebelum Abram membuktikan dirinya layak, dan Tuhan tetap setia pada janji-Nya bahkan ketika Abram gagal total menjaga istrinya sendiri.

Perhatikan juga siapa yang bertindak ketika Abram diam saja melihat Sarai dibawa ke istana. Tuhan. Bukan Abram yang memperbaiki kesalahannya sendiri. Tuhan yang campur tangan, mengirim wabah, membuat Firaun sendiri yang menegur orang pilihan-Nya. Ini bukan cerita tentang manusia hebat yang pantas diberkati. Ini cerita tentang Tuhan yang memegang janji-Nya meskipun orang yang dipegang-Nya itu goyah.

Benang Merah

Janji kepada Abram di ayat tiga adalah salah satu kalimat paling penting dalam seluruh Alkitab: melalui dia, semua kaum di bumi akan diberkati. Ini bukan sekadar janji tentang tanah atau keturunan yang banyak. Ini janji tentang keselamatan yang akan menjangkau seluruh dunia, melalui satu keluarga, satu bangsa, dan akhirnya satu pribadi.

Paulus kelak menulis bahwa janji ini digenapi dalam Yesus Kristus, keturunan Abraham yang melaluinya berkat sampai kepada segala bangsa, bukan hanya kepada Israel. Jejak yang dimulai dengan Abram meninggalkan Haran, berjalan melalui padang gurun ketidakpastian, berakhir di sebuah salib di luar Yerusalem, di mana berkat bagi seluruh dunia benar-benar digenapi.

Dan ada satu hal lagi yang menarik. Di Mesir, Tuhan menyelamatkan rencana-Nya bukan karena Abram setia, melainkan karena Tuhan setia pada janji-Nya sendiri. Itu pola yang akan kamu temukan berulang kali sepanjang Alkitab: Tuhan tidak pernah menggantungkan janji-Nya pada kesetiaan manusia yang menerimanya. Itulah juga yang terjadi di kayu salib, Tuhan memegang janji keselamatan meskipun kita, manusia yang menerimanya, terus gagal menjaganya sendiri.

Untukmu

Mungkin kamu sedang di titik di mana Tuhan memanggilmu untuk melepaskan sesuatu yang terasa aman, cara hidup lama, pertemanan tertentu, rencana yang sudah kamu susun rapi, demi sesuatu yang belum jelas bentuknya. Abram tidak tahu ke mana ia pergi. Ia hanya tahu siapa yang memanggilnya. Kadang begitulah iman bekerja, bukan karena kamu tahu segalanya, tetapi karena kamu percaya pada karakter Tuhan yang memanggil.

Tetapi jangan berhenti di situ saja, karena itu baru separuh cerita. Bagian Mesir mengingatkanmu bahwa kamu bisa taat besar hari ini dan gagal besar lusa, dan keduanya bisa terjadi pada orang yang sama, dalam minggu yang sama. Itu bukan alasan untuk menyerah pada iman. Itu justru alasan untuk berhenti berpura pura bahwa kekristenanmu harus terlihat rapi dan konsisten sebelum Tuhan mau memakaimu. Tuhan memakai Abram yang goyah. Ia bisa memakaimu juga, dengan segala keraguan dan kegagalanmu, selama kamu terus kembali kepada-Nya, bukan menjauh karena malu.

Mari Bicarakan

Pernahkah kamu merasa bahwa kamu harus "cukup saleh dulu" sebelum berani percaya bahwa Tuhan benar-benar memanggilmu untuk sesuatu? Apa yang membuat pikiran itu sulit dilawan?

Abram membiarkan ketakutannya mengorbankan orang lain, yaitu Sarai. Adakah area dalam hidupmu di mana rasa takutmu diam diam membuatmu mengorbankan orang lain demi rasa amanmu sendiri?

Berdoa Bersama

Tuhan, Engkau memanggil Abram untuk pergi tanpa tahu arah, dan dia pergi. Tetapi Engkau juga melihat dia jatuh, takut, dan berbohong, dan Engkau tetap setia pada janji-Mu. Aku ingin percaya bahwa Engkau juga setia padaku, bukan karena aku selalu benar, tetapi karena Engkau memang begitu. Ajar aku berani melangkah ketika Engkau memanggil, dan ajar aku jujur ketika aku gagal, tanpa lari dari-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang KEJADIAN 12

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah KEJADIAN 12?
Abram berumur tujuh puluh lima tahun ketika Tuhan berkata kepadanya untuk meninggalkan segala sesuatu yang selama ini menjadi pijakan hidupnya: negerinya, keluarganya, rumah ayahnya. Tidak ada peta yang diberikan, tidak ada alamat tujuan. Hanya janji bahwa Tuhan akan menunjukkan tanah itu nanti, di tengah jalan.
Apa yang dikatakan KEJADIAN 12?
Pasal ini sering diringkas menjadi kisah tentang iman yang hebat, Abram yang taat meninggalkan segalanya. Itu benar, tetapi tidak cukup. Yang membuat pasal ini begitu jujur dan begitu manusiawi adalah bagian keduanya: Abram yang sama, yang baru saja menerima janji Tuhan, ternyata juga seorang pengecut yang mengorbankan istrinya sendiri demi keselamatannya.
Apa yang KEJADIAN 12 ajarkan tentang Tuhan?
Janji kepada Abram di ayat tiga adalah salah satu kalimat paling penting dalam seluruh Alkitab: melalui dia, semua kaum di bumi akan diberkati. Ini bukan sekadar janji tentang tanah atau keturunan yang banyak. Ini janji tentang keselamatan yang akan menjangkau seluruh dunia, melalui satu keluarga, satu bangsa, dan akhirnya satu pribadi.
Apa yang dapat dipelajari remaja dari KEJADIAN 12?
Mungkin kamu sedang di titik di mana Tuhan memanggilmu untuk melepaskan sesuatu yang terasa aman, cara hidup lama, pertemanan tertentu, rencana yang sudah kamu susun rapi, demi sesuatu yang belum jelas bentuknya. Abram tidak tahu ke mana ia pergi. Ia hanya tahu siapa yang memanggilnya.
Mengapa KEJADIAN 12 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Abram membiarkan ketakutannya mengorbankan orang lain, yaitu Sarai. Adakah area dalam hidupmu di mana rasa takutmu diam diam membuatmu mengorbankan orang lain demi rasa amanmu sendiri?

Yang ditemukan orang lain

Wawasan Editorial pada ayat 8

Abram mendirikan dua hal di tempat itu: tenda dan mazbah. Tendanya dibongkar lagi saat ia pindah, tetapi mazbah itu ditinggalkannya di sana. "Di sana, dia membangun mazbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN." Ia belum memiliki sejengkal pun tanah itu, tapi ia sudah menyembah di atasnya. Di tempat hidupmu yang masih terasa sementara, sudahkah kau bangun mazbahmu?

Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?

Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).

Buka di alat Alkitab Anak