YESAYA 18
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
The Explanation
Isaiah 18 berbicara tentang sebuah bangsa yang jauh, yaitu Kush, wilayah yang sekarang kira-kira meliputi Sudan dan Etiopia. Bangsa ini digambarkan sebagai bangsa yang tinggi, berkulit halus, kuat, dan ditakuti di mana-mana. Mereka mengirim utusan-utusan cepat dengan perahu papirus menyusuri Sungai Nil, mungkin untuk mencari sekutu politik menghadapi ancaman Asyur yang sedang berkembang saat itu.
Tuhan menyuruh nabi untuk berbicara kepada seluruh dunia, kepada semua yang mendiami bumi. Ada tanda-tanda yang akan terlihat dan terdengar oleh semua orang, panji di gunung dan bunyi trompet. Ini adalah bahasa yang biasa dipakai untuk menggambarkan Tuhan yang akan bertindak dalam sejarah, sesuatu yang tidak bisa disembunyikan atau diabaikan.
Lalu ayat 4 sampai 6 memberi gambaran yang mengejutkan tentang bagaimana Tuhan bekerja. Ia berkata akan melihat dengan diam dari tempat kediaman-Nya, seperti panas menyilaukan atau awan berembun di musim menuai. Tuhan tidak terburu-buru. Ia menunggu, mengamati, sabar. Tapi kesabaran itu bukan berarti Ia tidak bertindak. Ketika saatnya tiba, sebelum panen selesai, Ia memotong tangkai-tangkai dan ranting-ranting itu sendiri, seperti seorang tukang kebun yang memangkas pohon anggurnya. Yang tersisa dibiarkan untuk burung-burung pemangsa dan binatang liar, gambaran yang keras tentang kehancuran sebuah kekuatan yang tampak begitu kokoh.
Namun pasal ini tidak berhenti di kehancuran. Ayat 7 membalikkan segalanya. Bangsa yang sama, yang tinggi dan kuat, yang tadinya jadi objek penghakiman, pada akhirnya akan membawa persembahan kepada Tuhan semesta alam, ke Gunung Sion. Bangsa yang jauh dan asing itu akhirnya datang untuk menyembah Tuhan Israel.
What Does This Mean?
Nas ini berbicara tentang kekuasaan dunia yang terlihat begitu mengesankan, tapi sebenarnya berada di bawah kendali seseorang yang jauh lebih besar. Kush adalah bangsa yang hebat menurut ukuran manusia, kuat secara militer, ditakuti, punya sistem diplomasi yang canggih. Tapi di mata Tuhan, semua kekuatan itu seperti tangkai anggur yang bisa dipangkas kapan saja.
Ini bukan pesan tentang Tuhan yang senang menghancurkan. Ini pesan tentang siapa yang sebenarnya memegang sejarah. Ada rasa aman yang aneh dalam kenyataan ini, bukan rasa aman yang membuat kita pasif, tapi rasa aman yang membuat kita berhenti menyembah kekuatan-kekuatan besar dunia ini, entah itu bangsa, teknologi, ekonomi, atau apa pun yang kelihatannya tak terkalahkan. Tuhan duduk tenang, mengamati, dan Ia tahu kapan waktu-Nya bertindak.
Dan yang paling mengejutkan, penghakiman bukan kata terakhir. Bangsa yang paling jauh dari Yerusalem, yang paling asing, pada akhirnya digambarkan datang menyembah di Sion. Tuhan tidak hanya menghakimi bangsa-bangsa, Ia juga memanggil mereka masuk ke dalam hubungan dengan-Nya.
The Common Thread
Gambaran bangsa-bangsa asing yang pada akhirnya datang membawa persembahan ke Gunung Sion adalah gema dari janji yang jauh lebih besar, bahwa suatu hari semua bangsa akan mengenal Tuhan, bukan hanya Israel. Ini adalah benih dari apa yang nanti mekar penuh dalam Perjanjian Baru, ketika Yesus Kristus mengutus murid-murid-Nya ke segala bangsa, bukan hanya ke satu suku atau satu negeri.
Yesus sendiri adalah gambar dari Tuhan yang menunggu dengan sabar sebelum bertindak, dan juga gambar dari pemangkasan yang keras itu. Ia berbicara tentang diri-Nya sebagai pokok anggur, dan tentang Bapa sebagai pengusaha kebun yang memotong ranting yang tidak berbuah. Salib sendiri adalah momen ketika penghakiman dan keselamatan bertemu dalam satu peristiwa. Tuhan tidak berdiam diri selamanya. Ia bertindak, dan tindakan-Nya yang paling menentukan adalah mengutus Anak-Nya sendiri, bukan hanya untuk memangkas, tapi untuk membuka jalan bagi bangsa-bangsa yang jauh untuk datang menyembah.
For You
Kamu hidup di dunia yang penuh kekuatan-kekuatan besar yang kelihatannya tidak tergoyahkan, entah itu algoritma media sosial, opini publik yang berubah-ubah, atau tekanan untuk selalu tampil sempurna. Nas ini mengingatkan bahwa tidak ada kekuatan manusia yang benar-benar di luar jangkauan Tuhan. Yang tampak besar dan menakutkan hari ini, bisa dipangkas kapan saja oleh tangan yang jauh lebih besar.
Tapi jangan berhenti di rasa takut. Bagian paling indah dari pasal ini adalah bahwa Tuhan tidak menutup pintu bagi bangsa yang jauh dan asing itu. Kalau kamu merasa terlalu jauh, terlalu berantakan, atau terlalu berbeda untuk didekati Tuhan, ingat bahwa bangsa yang paling asing dalam nas ini digambarkan justru datang membawa persembahan ke tempat Tuhan bersemayam. Tidak ada yang terlalu jauh untuk pulang.
Talk About It
Di bagian mana dalam hidupmu kamu paling sering menyembah "kekuatan besar" versi zamanmu sendiri, entah itu prestasi, popularitas, atau rasa aman finansial, padahal sebenarnya semua itu bisa dipangkas kapan saja?
Kalau Tuhan digambarkan menunggu dengan sabar sebelum bertindak, apa artinya itu buat caramu menghadapi ketidakadilan atau kekacauan dunia yang kamu lihat sekarang?
Praying Together
Tuhan, Engkau melihat semua kekuatan dunia ini dengan tenang, dan Engkau tahu kapan waktu-Mu bertindak. Ajar aku untuk tidak takut pada kekuatan yang tampak besar, dan ajar aku untuk percaya bahwa Engkau selalu membuka jalan pulang, bahkan bagi yang merasa paling jauh dari-Mu. Amin.
Pertanyaan tentang YESAYA 18
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YESAYA 18?
Apa yang dikatakan YESAYA 18?
Apa yang YESAYA 18 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YESAYA 18?
Mengapa YESAYA 18 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Ranting yang sudah dipotong itu tidak disingkirkan. Dibiarkan saja, "Burung-burung pemangsa akan menghabiskan musim panas di atasnya, dan semua binatang di bumi akan menghabiskan musim dingin di atasnya." Satu tahun penuh, sisa kemegahan itu terbuka untuk dilihat siapa saja. Adakah sesuatu dalam hidupmu yang kau bangun begitu tinggi, sampai lupa bertanya apakah Tuhan ikut menanamnya?
Ah, negeri dengung sayap-sayap, yang di seberang sungai-sungai Etiopia." Sebuah negeri jauh, di ujung peta dunia yang dikenal saat itu, dan Allah tahu bunyinya. Bahkan dengung sayap serangga di sana tidak luput dari telinga-Nya. Kalau Dia menyebut tempat sejauh itu, bagaimana mungkin Dia tidak tahu di mana kamu berada hari ini, dan suara apa yang memenuhi hidupmu?
Sebab, sebelum panen, ketika bunga sudah mekar sempurna dan bunga menjadi buah anggur yang matang," saat itulah pisau pemangkas datang. Bukan ketika ranting kering, justru ketika semuanya tampak paling menjanjikan. Rencana yang kaurawat bertahun-tahun bisa dipangkas tepat sebelum kaupetik. Allah tidak terlambat, Dia hanya tidak tunduk pada jadwalmu. Dan diam-Nya selama ini bukan tanda restu.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak