YESAYA 56
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
Penjelasan
Pasal ini terbagi dalam tiga bagian yang pada pandangan pertama terasa tidak nyambung satu sama lain, tapi sebenarnya saling menjelaskan.
Bagian pertama (ayat 1-2) adalah seruan singkat Tuhan: peliharalah keadilan, lakukan kebenaran, karena keselamatan-Nya akan segera datang. Ini bukan sekadar nasihat moral biasa. Ini kabar bahwa Tuhan sedang bergerak, dan umat-Nya diminta hidup selaras dengan arah gerakan itu.
Bagian kedua (ayat 3-8) adalah bagian yang paling mengejutkan. Tuhan bicara tentang dua kelompok orang yang, menurut aturan agama waktu itu, seharusnya tidak punya tempat penuh dalam umat-Nya: orang asing (non-Israel) dan kasim (laki-laki yang dikebiri, sering karena melayani di istana kerajaan asing, dan karena kondisi tubuhnya dianggap tidak bisa punya keturunan sehingga dianggap "tidak lengkap" di hadapan hukum Taurat). Kedua kelompok ini punya alasan untuk berpikir, "aku tidak benar-benar termasuk." Orang asing takut dipisahkan. Kasim merasa dirinya seperti "pohon kering", mati, tidak berguna, tidak bisa menghasilkan apa-apa yang bertahan.
Tapi Tuhan membalik ketakutan itu. Kepada kasim yang setia, Ia berjanji memberi nama yang abadi, lebih baik daripada anak laki-laki dan perempuan, nama yang tidak akan pernah dihapus. Kepada orang asing yang mengasihi Tuhan, Ia berjanji membawa mereka ke gunung-Nya yang kudus, membuat mereka bersukacita di rumah doa-Nya, menerima persembahan mereka. Lalu muncul kalimat yang terkenal: rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa, bukan hanya bagi satu bangsa.
Bagian ketiga (ayat 9-12) berubah nada drastis. Tuhan memanggil binatang buas untuk datang melahap, karena para penjaga umat, yaitu para pemimpin, gembala rohani, justru buta, bisu, malas, tidur, dan serakah. Mereka yang seharusnya menjaga malah mabuk dan berkata, "besok akan sama seperti hari ini, bahkan lebih lagi," seolah tidak ada konsekuensi atas kelalaian mereka.
Artinya Apa?
Pasal ini sedang menantang sebuah asumsi yang diam-diam sering kita percayai: bahwa kedekatan dengan Tuhan ditentukan oleh seberapa "pantas" atau "lengkap" kita secara lahiriah, entah itu status sosial, latar belakang keluarga, kondisi tubuh, atau seberapa rapi riwayat hidup kita. Kasim dan orang asing dalam dunia itu adalah simbol dari orang yang merasa cacat, di luar, tidak cukup. Dan Tuhan justru menjangkau mereka lebih dulu dengan janji yang luar biasa besar.
Sementara itu, orang-orang yang seharusnya paling "di dalam", yaitu para pemimpin umat sendiri, digambarkan sebagai anjing yang tidur dan gembala yang buta. Jadi posisi formal, gelar rohani, atau klaim sebagai orang dalam, sama sekali tidak menjamin kedekatan sejati dengan Tuhan. Yang menentukan bukan status, tapi kesetiaan hati, yaitu memegang perjanjian-Nya, mengasihi nama-Nya, dan hidup benar.
Ini pesan yang keras bagi siapa pun yang merasa paling benar karena lahir dalam keluarga rohani atau aktif di gereja, dan ini pesan yang penuh harapan bagi siapa pun yang merasa tidak layak, rusak, atau di luar.
Benang Merah
Janji "rumah doa bagi segala bangsa" ini kelak dikutip langsung oleh Yesus, ketika Ia membersihkan Bait Allah dan marah karena ruang bagi bangsa-bangsa lain untuk berdoa telah disempitkan menjadi tempat jual beli. Yesus sedang menagih janji Yesaya 56 ini secara harfiah.
Lebih dari itu, seluruh karya Yesus Kristus adalah penggenapan pola di pasal ini. Ia justru mendekati orang-orang yang dianggap "pohon kering" oleh masyarakat agamawi zamannya: perempuan yang dicap berdosa, pemungut cukai, orang kusta, orang asing. Ia tidak pernah bertanya dulu apakah mereka memenuhi syarat. Dalam Kristus, status "orang asing" dan "kasim" yang dulu membatasi akses ke hadirat Tuhan, dihapuskan. Rasul Paulus kelak menulis bahwa dalam Kristus tidak ada lagi orang asing dan orang dalam, karena semua yang percaya menjadi anggota keluarga Allah yang sama. Nama abadi yang dijanjikan kepada kasim di ayat 5 menemukan gemanya dalam janji bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus menerima nama baru yang tidak akan pernah dihapuskan.
Untukmu
Mungkin kamu membawa semacam "status kasim" versimu sendiri, yaitu sesuatu dalam dirimu atau riwayat hidupmu yang membuatmu diam-diam percaya bahwa kamu tidak akan pernah benar-benar diterima penuh oleh Tuhan. Bisa jadi itu kegagalan masa lalu, keluarga yang berantakan, keraguan yang kamu sembunyikan, atau rasa bahwa kamu "tidak cukup rohani" dibanding orang lain di gerejamu. Pasal ini bicara langsung kepadamu: Tuhan tidak menolak orang yang merasa kering, Ia justru berjanji memberi nama yang tidak akan dilenyapkan.
Tapi pasal ini juga punya sisi yang menegur. Jangan pernah merasa aman hanya karena kamu lahir dalam keluarga Kristen, aktif di persekutuan, atau tahu banyak ayat. Para pemimpin yang digambarkan tidur dan buta itu bukan orang luar, mereka orang dalam yang kehilangan arah. Pertanyaan yang perlu kamu tanyakan pada dirimu sendiri bukan "apakah aku termasuk kelompok yang benar", tapi "apakah hatiku benar-benar mengasihi dan setia pada-Nya, atau aku hanya tidur sambil merasa aman."
Mari Bicarakan
Pernahkah kamu merasa seperti "pohon kering", merasa tidak cukup layak untuk benar-benar dekat dengan Tuhan? Dari mana perasaan itu datang, dan apa yang pasal ini katakan tentang perasaan itu?
Gembala yang tidur dan buta di ayat 10-12 adalah orang dalam, bukan orang luar. Dalam hidup berimanmu sendiri, di titik mana kamu paling rentan menjadi seperti itu, yaitu merasa aman tanpa benar-benar waspada?
Berdoa Bersama
Tuhan, kadang aku merasa tidak cukup layak untuk dekat dengan-Mu, dan kadang aku terlalu nyaman sampai lupa untuk benar-benar waspada dan setia. Ajar aku mengenali keduanya dalam hatiku. Terima kasih karena Engkau memberi nama yang tidak akan pernah dihapuskan kepada siapa pun yang datang kepada-Mu dengan jujur. Buat rumah-Mu, dan hidupku, menjadi tempat doa yang sungguh terbuka. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang YESAYA 56
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YESAYA 56?
Apa yang dikatakan YESAYA 56?
Apa yang YESAYA 56 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YESAYA 56?
Mengapa YESAYA 56 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Peliharalah keadilan dan lakukanlah kebenaran, sebab keselamatan-Ku segera datang." Perhatikan urutannya. Keadilan bukan syarat supaya keselamatan datang, tetapi jawaban karena keselamatan sudah dekat. Kamu tidak berbuat benar untuk memancing Allah bergerak. Kamu berbuat benar karena Dia sudah dalam perjalanan. Hari ini, apa yang berubah kalau kamu percaya itu?
Ada dua suara yang Tuhan larang di ayat ini. Orang asing yang berkata, "TUHAN pasti akan memisahkan aku dari umat-Nya," dan orang kebiri yang berkata, "Lihatlah, aku ini pohon yang kering." Keduanya bukan ditolak Tuhan, mereka menolak diri sendiri lebih dulu. Kalimat mana yang sering kamu ucapkan tentang dirimu, dan sudahkah kamu bertanya apakah Tuhan setuju?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak