YESAYA 59
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
Penjelasan
Pasal ini dimulai dengan sebuah pembelaan. Orang-orang bertanya-tanya, atau mungkin menggerutu, mengapa Tuhan tidak lagi menyelamatkan mereka, mengapa doa-doa mereka seperti menabrak langit-langit yang tertutup. Jawaban Yesaya tegas sejak ayat pertama: masalahnya bukan pada tangan Tuhan yang kurang panjang atau telinga-Nya yang kurang tajam. Masalahnya ada pada mereka sendiri. Dosa-dosalah yang memisahkan, yang membuat wajah Tuhan tersembunyi.
Lalu teks ini menjadi sangat konkret, bahkan mengerikan. Tangan dinajiskan oleh darah, mulut mengucapkan kebohongan, pikiran mengandung kerusakan. Yesaya memakai gambaran yang hidup, telur ular berbisa yang menetaskan maut, jaring laba-laba yang terlihat rapi tapi tidak bisa dipakai menutupi tubuh siapa pun. Ini bukan sekadar kesalahan kecil di sana sini. Ini sistem kebusukan yang terjalin rapat, dibangun dari kebohongan di atas kebohongan, dan hasilnya sama sekali tidak bisa menyelamatkan siapa pun, termasuk yang membuatnya.
Akibatnya digambarkan dengan sangat jujur mulai ayat 9. Keadilan jauh. Terang yang diharapkan tak kunjung datang, yang ada hanya kegelapan. Mereka meraba-raba seperti orang buta, tersandung di siang bolong, mengerang seperti binatang yang terluka. Ini bukan gaya bahasa yang dibuat-buat untuk efek dramatis. Ini pengakuan dari dalam, bahwa masyarakat yang penuh kebohongan dan ketidakadilan pada akhirnya membuat penghuninya sendiri hidup dalam kegelapan yang mereka ciptakan.
Lalu di ayat 12 sampai 15, ada pengakuan dosa yang jujur. Bukan permintaan maaf yang basa-basi, tapi pengakuan rinci, pemberontakan, penyangkalan, dusta dari hati yang disembunyikan. Dan di sinilah titik baliknya. Tuhan melihat. Dia melihat bahwa tidak ada keadilan, tidak ada seorang pun yang mau turun tangan membela yang benar. Dan karena tidak ada seorang pun, maka tangan-Nya sendiri yang bertindak. Ayat 16 sampai 20 menggambarkan Tuhan sendiri mengenakan baju zirah kebenaran, ketopong keselamatan, jubah kecemburuan, lalu datang sebagai Penebus ke Sion bagi mereka yang bertobat. Pasal ini ditutup dengan janji perjanjian, Roh Tuhan dan firman-Nya akan tetap ada di mulut umat-Nya untuk selama-lamanya.
Apa Artinya Ini?
Isaiah 59 menolak dua jalan pintas yang sering kita ambil. Jalan pintas pertama, menyalahkan Tuhan ketika hidup terasa gelap dan doa seperti tidak didengar. Jalan pintas kedua, berpura-pura bahwa dosa itu masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan sedikit usaha moral. Teks ini tidak mengizinkan keduanya. Ia memaksa kita melihat dengan jujur bahwa kerusakan dalam diri manusia, dan dalam masyarakat, jauh lebih dalam daripada yang nyaman kita akui.
Tapi inilah yang membuat pasal ini bukan sekadar daftar dosa yang menyesakkan. Justru di titik paling gelap, ketika Yesaya menulis bahwa tidak ada seorang pun yang bersyafaat, Tuhan sendiri yang turun tangan. Bukan karena ada orang hebat yang akhirnya bertobat dan memperbaiki semuanya. Bukan. Keselamatan datang justru ketika manusia terbukti tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Itu intinya. Kasih karunia bukan hadiah untuk orang yang sudah cukup baik, melainkan jawaban Tuhan atas situasi yang sudah tidak ada harapan dari pihak manusia.
Benang Merah
Ayat 16, "Dia melihat bahwa tidak ada seorang pun, dan heran bahwa tidak ada seorang pun yang bersyafaat. Maka, tangan-Nya sendiri memberi Dia keselamatan," adalah salah satu ayat paling penting dalam seluruh Perjanjian Lama untuk memahami siapa Yesus Kristus. Berabad-abad kemudian, itulah yang terjadi. Tidak ada manusia yang bisa menjadi perantara yang sempurna antara Allah dan manusia, jadi Allah sendiri, dalam diri Yesus Kristus, turun dan menjadi Penebus itu. Ayat 20 bahkan secara langsung berbicara tentang "seorang Penebus yang akan datang ke Sion," sebuah nubuat yang terus bergema sampai Yesus lahir, mati, dan bangkit demi menebus manusia yang terjerat dalam jaring dosanya sendiri, persis seperti jaring laba-laba yang digambarkan Yesaya, rapi tapi tidak bisa menyelamatkan.
Untukmu
Mungkin kamu pernah merasa seperti umat dalam pasal ini, berjalan meraba-raba, berharap ada terang tapi yang datang justru kegelapan. Mungkin itu soal keluarga, soal kegagalan yang terus kamu sembunyikan, atau soal dosa yang kamu tahu kamu lakukan tapi sudah terlalu malu untuk mengakuinya. Pasal ini tidak menyuruhmu berpura-pura baik-baik saja. Ia justru mengajak jujur dulu, seperti ayat 12 sampai 13, menyebut dengan jelas apa yang salah, bukan menyamarkannya dengan kata-kata halus. Kejujuran semacam itu sering terasa lebih berat daripada menjaga citra, tapi hanya dari situlah pintu menuju Tuhan yang menebus benar-benar terbuka.
Yuk, Berdiskusi
Bagian mana dari pasal ini terasa paling menggambarkan duniamu sekarang, kegelapan yang digambarkan di ayat 9 sampai 11, atau kejujuran yang dituntut di ayat 12 sampai 13?
Jika keselamatan datang justru ketika manusia terbukti tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, apa artinya itu untuk caramu memandang kegagalanmu sendiri?
Berdoa Bersama
Tuhan, Engkau melihat lebih dalam daripada yang berani kami akui pada diri sendiri. Ampuni kami ketika kami lebih memilih menyalahkan-Mu daripada jujur tentang hati kami sendiri. Terima kasih karena Engkau tidak menunggu kami cukup baik dulu, melainkan datang sebagai Penebus ketika kami benar-benar tidak berdaya. Taruh firman-Mu di mulut kami, dan jangan biarkan ia pergi. Dalam nama Yesus Kristus, amin.
Pertanyaan tentang YESAYA 59
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YESAYA 59?
Apa yang dikatakan YESAYA 59?
Apa yang YESAYA 59 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YESAYA 59?
Mengapa YESAYA 59 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Siapa yang menjauhi kejahatan menjadikan dirinya mangsa." Kalimat itu mungkin terasa terlalu akrab bagimu. Kamu memilih jujur, lalu justru kamu yang dirugikan. Tapi jangan berhenti di situ. Ayat yang sama berkata, "TUHAN melihatnya." Integritasmu tidak jatuh ke ruang kosong. Ada Mata yang mencatat, dan Dia tidak tinggal diam.
Mereka mengandung kejahatan dan melahirkan kedurhakaan." Kejahatan tidak lahir mendadak. Ia dikandung dulu, diberi tempat, dirawat diam-diam dalam pikiran sampai cukup kuat untuk keluar jadi perbuatan.
Yesaya juga menyebut: tidak ada yang menyerukan keadilan. Diam pun bisa jadi bagian dari dosa itu. Apa yang sedang kausimpan dan kaubiarkan bertumbuh sekarang?
Sesuai dengan perbuatan mereka, demikianlah Dia akan membalas," kata Yesaya 59:18. Allah tidak menutup mata pada ketidakadilan yang kamu alami. Tapi ayat ini juga menggeser tempat dudukku: apakah aku selalu berdiri di pihak yang dibela? Syukurlah, beberapa ayat kemudian datang Sang Penebus bagi mereka yang berbalik dari pelanggaran.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak