EFESUS 2
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Paulus membuka bab ini dengan kata yang keras: mati. Bukan mati secara fisik, tapi mati secara rohani, karena hidup dalam pelanggaran dan dosa. Ia menggambarkan kondisi manusia sebelum mengenal Kristus sebagai hidup yang mengikuti arus dunia, dikuasai oleh keinginan daging dan pikiran sendiri. Ini bukan tuduhan yang ditujukan ke orang lain saja. Paulus menulis "kita semua", termasuk dirinya sendiri. Semua orang, tanpa kecuali, pernah berada dalam kondisi itu: anak-anak durhaka, jauh dari Allah.
Lalu datang kata yang mengubah segalanya: "Akan tetapi, Allah." Dua kata ini adalah titik balik seluruh bab. Di tengah kematian rohani manusia, Allah bertindak. Bukan karena manusia memperbaiki diri, tapi karena Allah kaya dengan belas kasih dan kasih-Nya yang besar. Ia menghidupkan, membangkitkan, dan mendudukkan kita bersama Kristus di tempat surgawi. Semua ini terjadi oleh anugerah, melalui iman, bukan hasil usaha manusia. Paulus menegaskan ini supaya tidak ada seorang pun bisa menyombongkan diri atas keselamatannya sendiri.
Bagian kedua bab ini bergerak ke isu yang sangat nyata di jemaat Efesus: perbedaan antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi (orang kafir). Dulu ada tembok pemisah yang nyata, baik secara sosial maupun rohani. Orang bukan Yahudi disebut "tidak bersunat", hidup tanpa Kristus, terpisah dari perjanjian Allah, tanpa pengharapan. Tapi melalui darah Kristus, mereka yang dulu jauh dibawa menjadi dekat. Kristus sendiri disebut sebagai damai sejahtera yang menghancurkan tembok permusuhan itu, menyatukan dua kelompok yang bermusuhan menjadi satu manusia baru, dan mendamaikan mereka dengan Allah melalui salib.
Bab ini ditutup dengan gambaran bangunan. Orang percaya bukan lagi orang asing, tapi anggota keluarga Allah, dibangun di atas fondasi para rasul dan nabi, dengan Kristus sendiri sebagai batu penjuru, batu yang menentukan arah seluruh bangunan. Bersama-sama mereka bertumbuh menjadi tempat tinggal Allah.
Apa Artinya Ini?
Banyak orang membaca kata "mati dalam dosa" dan merasa itu berlebihan, semacam bahasa agama yang kasar. Tapi coba pikirkan lebih dalam. Paulus tidak bilang manusia itu sakit dan butuh sedikit perbaikan. Ia bilang manusia itu mati, dan yang mati tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Ini penting karena ini menjelaskan mengapa keselamatan tidak bisa dibeli dengan usaha, prestasi, atau menjadi "cukup baik". Kalau kamu mati, kamu tidak bisa bangkit sendiri. Seseorang harus menghidupkanmu.
Di sinilah letak inti pesan ini: keselamatan adalah anugerah, bukan upah. Ini bertabrakan dengan hampir semua logika dunia yang kamu kenal, di mana kamu dinilai dari performamu, dari nilai rapormu, dari berapa banyak yang kamu capai. Injil berkata sebaliknya. Kamu diterima bukan karena cukup baik, tapi karena Allah, dalam kasih-Nya yang besar, memilih untuk menghidupkan orang yang mati. Itu bukan hadiah atas kerja kerasmu. Itu murni pemberian.
Dan bagian tentang tembok yang dihancurkan bukan sekadar sejarah kuno tentang Yahudi dan non-Yahudi. Itu tentang kenyataan bahwa Kristus menyatukan orang-orang yang secara alami akan saling membenci atau mengabaikan satu sama lain. Itu pesan yang sangat relevan di dunia yang penuh kubu, penuh "kami lawan mereka".
Jalan Merah
Seluruh bab ini berpusat pada Yesus Kristus. Bukan sebagai tokoh moral yang memberi contoh baik, tapi sebagai orang yang benar-benar mati dan bangkit, dan karena Dia, kita yang mati rohani juga dihidupkan dan dibangkitkan. Paulus berkata kita "dibangkitkan dengan Dia" dan "didudukkan bersama dengan Dia". Identitas kita dilekatkan pada identitas-Nya.
Ini juga menggenapi sebuah pola besar dalam cerita Allah dengan manusia: Allah selalu mendekati yang jauh. Orang bukan Yahudi yang dulu "tanpa Allah dalam dunia ini" sekarang punya jalan masuk kepada Bapa, melalui satu Roh. Salib bukan hanya tempat dosa diampuni, tapi tempat permusuhan dimatikan dan damai sejahtera diberitakan kepada semua orang, yang dekat maupun yang jauh.
Untukmu
Mungkin kamu sedang dalam fase hidup di mana kamu merasa harus terus membuktikan dirimu, ke orang tua, ke teman, ke diri sendiri. Ephesians 2 menawarkan sesuatu yang asing di tengah itu semua: penerimaan yang tidak tergantung performamu. Kamu tidak diterima Allah karena kamu cukup rohani, cukup taat, cukup rajin baca Alkitab. Kamu diterima karena Allah mengasihimu ketika kamu masih mati rohani. Itu seharusnya membebaskan, bukan membuatmu malas.
Pikirkan juga soal tembok-tembok yang kamu bangun, sadar atau tidak, antara dirimu dan orang yang berbeda darimu, baik karena latar belakang, keyakinan, atau sekadar circle pertemanan. Kristus menghancurkan tembok permusuhan yang jauh lebih besar dari itu. Kalau Dia bisa mendamaikan dua kelompok yang saling membenci secara historis, tembok kecil yang kamu pelihara di hatimu juga bisa dihancurkan.
Diskusikan
Jika keselamatan benar-benar murni anugerah dan tidak bisa diusahakan, apa yang berubah dalam caramu memandang kegagalan dan pencapaianmu sendiri?
Tembok apa yang mungkin kamu bangun, sadar atau tidak, antara dirimu dan orang lain? Apa yang membuatmu sulit menghancurkannya?
Berdoa Bersama
Tuhan, aku sering mencoba membuktikan diri, padahal Engkau sudah menghidupkan aku ketika aku masih mati dalam dosa. Ajar aku menerima kasih-Mu yang besar ini tanpa harus merasa pantas. Hancurkan tembok yang aku bangun antara aku dan orang lain, dan buat aku bertumbuh menjadi bagian dari rumah-Mu. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang EFESUS 2
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah EFESUS 2?
Apa yang dikatakan EFESUS 2?
Apa yang EFESUS 2 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari EFESUS 2?
Mengapa EFESUS 2 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Akan tetapi, sekarang di dalam Kristus Yesus, kamu yang dulunya jauh, telah dibawa mendekat oleh darah Kristus." Perhatikan: kamu tidak berjalan mendekat, kamu dibawa. Jarak itu terlalu jauh untuk kamu tempuh sendiri. Dan harganya bukan usahamu, melainkan darah-Nya. Jadi saat kamu merasa tidak layak hari ini, ingat siapa yang membawamu.
Perhatikan satu kata kecil: "kita." Paulus tidak berkata "mereka." Ia memasukkan dirinya sendiri: "Dahulu, kita semua juga hidup di antara mereka dalam keinginan daging kita." Rasul besar itu duduk di bangku yang sama denganmu. Kalau hari ini kamu merasa paling kotor di antara jemaat, ingatlah, tidak ada yang diselamatkan dari tempat yang lebih tinggi.
Sebab, melalui Dia, kita berdua memiliki jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh." Perhatikan kata "kita berdua". Yahudi dan bukan Yahudi, yang dulu dipisahkan tembok, kini berdiri di pintu yang sama. Kamu tidak punya jalan masuk yang lebih istimewa daripada orang yang sulit kamu terima itu. Kalian masuk bersama, atau tidak sama sekali.
Bahkan ketika kita mati dalam pelanggaran-pelanggaran kita, Ia menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus." Perhatikan: bukan sakit, bukan lemah, tetapi mati. Orang mati tidak bisa memberi apa-apa, tidak bisa menawar, tidak bisa memperbaiki diri lebih dulu. Jadi kalau hari ini kamu merasa terlalu jauh untuk dijangkau, ingatlah bahwa Allah memulai justru di titik itu.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak