YESAYA 9
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Pasal ini dibuka di tengah kegelapan. Zebulon dan Naftali, dua wilayah di utara Israel, disebut sebagai daerah yang dahulu dipandang rendah, daerah perbatasan yang pertama kali diinjak-injak kalau musuh datang dari utara. Daerah itu penuh luka sejarah: penjajahan, ketakutan, bangsa asing yang menindas. Tapi di ayat kedua ada pembalikan total. "Bangsa yang berjalan dalam kegelapan, telah melihat terang yang besar." Ini bukan optimisme kosong. Ini janji nyata tentang seorang yang akan datang dan mematahkan kuk penindasan, seperti dulu terjadi pada zaman Midian.
Lalu muncul ayat yang paling dikenal dari seluruh Perjanjian Lama: seorang anak akan lahir, seorang putra dikaruniakan, dan pemerintahan akan ada di bahu-Nya. Empat nama diberikan kepada-Nya, dan setiap nama itu berat: Penasihat Ajaib, Allah Yang Mahakuasa, Bapa Yang Kekal, Raja Damai. Ini bukan gelar untuk raja manusia biasa. Ini bahasa tentang seseorang yang ilahi, yang pemerintahan-Nya tidak akan pernah berakhir, ditegakkan dengan keadilan dan kebenaran selama-lamanya.
Tapi Isaya tidak berhenti di situ dengan nada manis. Sisa pasal ini justru menunjukkan betapa jauh Israel dari gambaran damai itu. Efraim dan Samaria berbicara dengan kesombongan, seakan kehancuran yang mereka alami hanyalah kesempatan untuk membangun sesuatu yang lebih megah. Mereka tidak berbalik kepada Tuhan yang menghajar mereka. Pemimpin-pemimpin menyesatkan, nabi-nabi mengajarkan kebohongan, dan bangsa itu mulai memangsa dirinya sendiri, sampai Manasye melawan Efraim dan keduanya melawan Yehuda. Tiga kali frasa yang sama muncul seperti lonceng yang terus berdentang: murka-Nya belumlah reda, tangan-Nya masih terangkat.
Apa Artinya Ini?
Pasal ini menaruh dua kenyataan berdampingan tanpa menghaluskannya: janji tentang terang besar yang akan datang, dan potret bangsa yang justru semakin gelap karena pilihannya sendiri. Ini bukan kontradiksi, ini kejujuran. Isaya tidak menulis dongeng tentang orang baik yang menang begitu saja. Ia menulis tentang bangsa nyata yang sombong, yang lebih suka membangun kembali dengan gaya sendiri daripada berbalik kepada Tuhan, yang pemimpinnya berbohong dan rakyatnya ikut hancur karenanya.
Yang menarik, janji tentang Sang Anak itu justru muncul di tengah kegelapan itu, bukan sesudah masalah selesai. Itu maknanya penting. Terang besar tidak datang karena manusia akhirnya berhasil memperbaiki diri. Terang datang justru ke tengah kegelapan yang belum selesai, ke tengah bangsa yang masih penuh dosa dan kebutaan rohani. Harapan dalam pasal ini bukan hasil dari perbaikan moral bangsa itu. Harapan datang murni dari kasih dan kecemburuan Tuhan semesta alam sendiri, yang berjanji akan mendirikan kerajaan keadilan meski manusia terus gagal mendirikannya sendiri.
Benang Merah
Ayat keenam ini dikutip berulang kali dalam liturgi Natal, dan bukan tanpa alasan. Anak yang dijanjikan ini, yang pemerintahan-Nya di bahu-Nya, yang disebut Allah Yang Mahakuasa dan Raja Damai, digenapi dalam diri Yesus Kristus. Ketika Ia lahir di Betlehem, ratusan tahun setelah Isaya menulis ini, Ia lahir bukan di tengah kedamaian, tapi di bawah penjajahan Romawi, di tengah bangsa yang juga masih penuh kepura-puraan agama dan pemimpin yang menyesatkan. Polanya sama persis: terang datang bukan sesudah kegelapan diberesin, tapi masuk ke tengah kegelapan yang masih pekat.
Yang membuat pasal ini lebih dalam lagi adalah bagian yang jarang dibahas: kegagalan Israel sendiri. Bangsa itu tidak bisa mendirikan kerajaan keadilan dengan kekuatannya sendiri. Mereka terus jatuh ke lingkaran kesombongan, saling memangsa, murka Tuhan yang belum reda. Justru di situ letak kabar baiknya. Kerajaan yang dijanjikan bukan hasil kerja manusia yang akhirnya berhasil jadi baik. Kerajaan itu berdiri karena kecemburuan Tuhan sendiri yang bertindak. Yesus datang bukan untuk bangsa yang sudah pantas menerima-Nya, tapi untuk bangsa yang masih berjalan dalam kegelapan, termasuk kita.
Untukmu
Mungkin kamu sedang di fase hidup yang terasa gelap, entah karena tekanan sekolah, hubungan yang berantakan, atau rasa bahwa hidupmu belum jadi apa-apa. Pasal ini tidak menyuruhmu berpura-pura semuanya baik-baik saja. Ia justru jujur bahwa dunia ini penuh kesombongan, kebohongan, dan orang yang saling menyakiti demi mempertahankan diri sendiri, persis seperti Efraim dan Manasye yang saling memangsa. Kamu mungkin melihat pola itu di sekitarmu, atau bahkan dalam dirimu sendiri.
Tapi terang besar itu tidak menunggu sampai kamu memperbaiki diri dulu. Terang itu justru datang untuk masuk ke kegelapan yang nyata, bukan kegelapan yang sudah dibersihkan. Pertanyaannya bukan apakah kamu cukup baik untuk menerima Raja Damai ini. Pertanyaannya adalah apakah kamu mau berbalik kepada-Nya, seperti yang tidak dilakukan Israel dalam pasal ini. Mereka membangun kembali dengan kekuatan sendiri. Kamu punya pilihan lain: berhenti sejenak dan mengakui bahwa kamu butuh Dia yang pemerintahan-Nya dibangun di atas keadilan dan kebenaran, bukan di atas usahamu sendiri untuk terlihat baik.
Yuk, Diomongin
Di bagian mana dalam hidupmu sekarang kamu merasa "berjalan dalam kegelapan"? Apa yang membuatmu sulit percaya bahwa terang benar-benar bisa masuk ke sana?
Israel lebih memilih membangun kembali dengan cara sendiri daripada berbalik kepada Tuhan. Adakah pola serupa dalam caramu menghadapi masalah, lebih suka memperbaiki sendiri daripada datang kepada Tuhan?
Berdoa Bersama
Tuhan, kami mengaku sering lebih suka membangun hidup dengan cara kami sendiri daripada berbalik kepada-Mu. Terima kasih karena Engkau tidak menunggu kami sempurna dulu sebelum mengirim terang-Mu. Buatlah kami berani mengakui kegelapan yang nyata dalam hidup kami, dan berikan kami hati yang mau menerima Yesus Kristus sebagai Raja Damai yang sesungguhnya memerintah. Amin.
Pertanyaan tentang YESAYA 9
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah YESAYA 9?
Apa yang dikatakan YESAYA 9?
Apa yang YESAYA 9 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari YESAYA 9?
Mengapa YESAYA 9 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak