MARKUS 5
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Pasal ini merangkai tiga kisah yang saling menempel, tentang orang-orang yang hidup di pinggir: pinggir kubur, pinggir masyarakat, pinggir hidup dan mati. Yesus menyeberangi danau menuju daerah orang Gadara, wilayah asing, bukan Yahudi. Begitu Ia turun dari perahu, seorang laki-laki yang dirasuki roh najis berlari menghampiri-Nya. Ia tinggal di antara kuburan, tidak bisa diikat rantai, berteriak siang malam, melukai dirinya sendiri dengan batu. Ini bukan gambaran orang yang sedikit terganggu, ini gambaran manusia yang hancur total, dibuang oleh dirinya sendiri dan oleh orang di sekitarnya. Saat melihat Yesus, ia berteriak ketakutan tetapi juga mengenali siapa yang berdiri di depannya, "Anak Allah Yang Mahatinggi." Roh-roh itu menyebut diri "Legion," nama pasukan tentara Romawi yang berjumlah ribuan, gambaran betapa besar kekuasaan gelap yang mencengkeram satu orang ini. Yesus mengizinkan roh-roh itu masuk ke kawanan babi, yang lalu terjun ke danau dan mati. Penduduk kota datang dan mendapati laki-laki itu duduk tenang, berpakaian, waras. Tetapi mereka tidak bersukacita, mereka justru ketakutan dan meminta Yesus pergi. Kuasa yang menyelamatkan satu manusia itu mengguncang kenyamanan ekonomi dan sosial mereka.
Dari sana Yesus menyeberang kembali dan langsung dikerumuni orang banyak. Yairus, pemimpin sinagoge, memohon agar Yesus datang menyembuhkan anak perempuannya yang sekarat. Di tengah perjalanan itu, seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan, kehabisan uang dan harapan pada tabib, diam-diam menyentuh jubah Yesus dari belakang. Ia sembuh seketika. Yesus berhenti, mencarinya di tengah kerumunan, bukan untuk mempermalukan, tetapi untuk memanggilnya "Anak-Ku" dan menegaskan bahwa imannya yang menyelamatkannya. Sementara itu kabar datang, anak Yairus sudah mati. Yesus tetap pergi ke rumah itu, hanya membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes, lalu menggenggam tangan anak itu dan berkata, "Talita kum," gadis kecil, bangunlah. Ia hidup kembali.
Apa Artinya Ini?
Tiga kisah ini bicara tentang satu hal, kekuasaan Yesus atas kekacauan yang tak sanggup diatasi manusia. Rantai tidak bisa menahan roh jahat, tabib tidak bisa menghentikan pendarahan, dan tidak ada orang yang bisa membangunkan orang mati. Yesus bisa. Tetapi pasal ini juga jujur soal sesuatu yang jarang dibicarakan, bahwa kuasa Yesus tidak selalu disambut. Penduduk Gadara justru meminta Dia pergi. Kesembuhan satu orang mengorbankan dua ribu babi, sumber penghidupan mereka. Kadang orang lebih memilih kenyamanan lama daripada perubahan yang mengguncang, bahkan kalau perubahan itu baik. Di sisi lain, perhatikan bagaimana Yesus menangani dua penderitaan yang sangat berbeda bentuknya, penderitaan kronis selama dua belas tahun dan krisis mendadak yang datang tiba-tiba. Keduanya sama pentingnya bagi-Nya. Ia berhenti untuk satu perempuan yang menyentuh jubah-Nya diam-diam di tengah kerumunan, padahal Ia sedang bergegas menuju anak yang sekarat. Itu bukan pemborosan waktu, itu menunjukkan bahwa bagi Yesus tidak ada orang yang cuma menjadi bagian dari kerumunan.
Benang Merah
Kalimat "Legion" mengingatkan pada kekuatan penjajah yang besar dan menindas, tetapi di hadapan Yesus, kekuatan sebesar itu pun gemetar dan harus tunduk. Ini bagian dari cerita besar Alkitab tentang Allah yang membebaskan yang tertawan, dari perbudakan di Mesir sampai perbudakan roh jahat di kuburan Gadara. Kata "Talita kum, bangunlah," juga bukan kebetulan. Kelak Yesus sendiri akan dibangunkan dari kematian, dan kebangkitan-Nya menjadi jaminan bahwa kematian bukan kata terakhir bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya. Perempuan yang mengalami pendarahan itu, menurut hukum Taurat, dianggap najis dan bisa menajiskan orang lain yang disentuhnya. Tetapi ketika ia menyentuh Yesus, yang terjadi justru sebaliknya, kesucian dan kuasa-Nya yang menyembuhkannya. Yesus membalik arah kenajisan. Ini gambaran kecil dari apa yang akan Ia lakukan besar-besaran di kayu salib, menanggung yang kotor supaya yang kotor menjadi bersih.
Untuk Kamu
Mungkin kamu tidak berteriak di kuburan, tapi ada hal-hal yang menguasaimu seperti legion, kecemasan yang tak berhenti, kecanduan pada layar atau validasi, rasa tidak berharga yang kamu ulangi sendiri tiap malam. Ada juga yang seperti perempuan itu, sudah lama berjuang sendirian, mencoba segala cara, makin lelah, makin habis, tapi masih menyimpan sedikit keberanian untuk mendekat diam-diam. Dan ada yang sedang berada dalam krisis mendadak, seperti Yairus, panik, berlari mencari pertolongan. Yesus punya waktu untuk ketiganya. Ia tidak terburu-buru sampai melupakan satu orang di tengah kerumunan, dan Ia tidak terlambat datang ke rumah yang penuh tangisan. Tapi ingat juga bagian yang tidak nyaman, mengikuti Yesus bisa membuatmu ditolak orang-orang yang lebih nyaman dengan keadaan lama. Perubahan sejati kadang bikin orang di sekitarmu gelisah, bukan gembira. Kamu tidak sendirian menghadapi itu.
Bahas Bersama
Mengapa menurutmu penduduk Gadara justru meminta Yesus pergi setelah Ia menyembuhkan orang itu? Adakah situasi dalam hidupmu di mana kamu, tanpa sadar, lebih memilih kenyamanan daripada pemulihan yang mengguncang?
Perempuan itu menyentuh Yesus diam-diam, berharap tidak ketahuan. Yesus tetap mencarinya. Apa artinya bagimu bahwa Yesus tidak membiarkanmu tetap anonim di tengah kerumunan?
Berdoa Bersama
Tuhan Yesus, Engkau punya kuasa atas kekacauan yang tidak sanggup kutangani sendiri, dan Engkau tidak pernah terlalu sibuk untuk berhenti bagiku. Ajar aku berani mendekat kepada-Mu, bahkan diam-diam, bahkan di tengah keramaian yang membuatku merasa kecil. Tolong aku untuk tidak takut pada perubahan yang Kau kerjakan dalam hidupku, sekalipun itu mengguncang. Amin.
Pertanyaan tentang MARKUS 5
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah MARKUS 5?
Apa yang dikatakan MARKUS 5?
Apa yang MARKUS 5 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari MARKUS 5?
Mengapa MARKUS 5 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Kawanan babi yang jumlahnya kira-kira dua ribu ekor itu berlari menuruni tebing yang curam ke dalam danau, dan mati tenggelam di danau." Dua ribu babi hilang, satu orang pulih. Dan penduduk kota itu justru meminta Yesus pergi. Begitu mudah kita menghitung kerugian, sampai lupa menghitung nyawa yang diselamatkan. Mana yang lebih kaumahalkan hari ini?
Bertahun-tahun mereka terbiasa mendengar teriakannya dari kuburan. Tidak ada yang takut. Tapi ketika mereka melihat dia "duduk, berpakaian, dan dalam keadaan waras", mereka justru menjadi takut. Kadang kita lebih nyaman dengan kekacauan yang kita kenal daripada dengan pemulihan yang mengubah segalanya. Apa yang Yesus ingin pulihkan dalam dirimu, yang diam-diam kamu takuti?
Akan tetapi, Yesus terus memandang sekeliling untuk melihat siapa yang telah melakukannya." Perempuan itu sudah sembuh. Ia bisa saja pulang diam-diam. Tapi Yesus tidak puas hanya memberi kesembuhan, Dia mau melihat wajahnya. Kamu mungkin lebih suka menerima berkat tanpa harus dikenali. Dia tetap mencarimu.
Yesus baru saja diusir dari daerah Gerasa. Orang di sana memohon supaya Dia pergi. Lalu, "Ketika Yesus sudah menyeberang lagi ke seberang danau, kerumunan besar berkumpul di sekitar-Nya, dan Dia berada di tepi danau." Satu pantai menolak, pantai lain menanti. Dia tetap naik perahu. Penolakan tidak pernah menghentikan langkah-Nya menujumu.
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak