BILANGAN 13
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)
The Explanation
Umat Israel hampir sampai di tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka, Kanaan. Sebelum masuk, Tuhan menyuruh Musa mengutus dua belas orang, satu pemimpin dari tiap suku, untuk mengintai negeri itu. Mereka harus memperhatikan segala sesuatu: apakah penduduknya kuat atau lemah, apakah kota-kotanya berbenteng atau terbuka, apakah tanahnya subur, dan mereka diminta membawa pulang bukti berupa hasil buminya.
Selama empat puluh hari kedua belas orang itu menjelajahi negeri itu, dari padang gurun Sin sampai jauh ke utara. Mereka melewati Hebron, kota tua yang dihuni keturunan Enak, raksasa yang namanya saja sudah membuat orang gentar. Di lembah Eskol mereka memotong setandan anggur yang begitu besar sampai harus dipikul dua orang. Negeri itu memang kaya, benar-benar berlimpah susu dan madu seperti yang Allah janjikan.
Tetapi ketika mereka kembali dan melapor di hadapan seluruh umat, laporan mereka terbelah dua. Semua sepakat soal faktanya: tanahnya subur, tetapi penduduknya besar dan kuat, kotanya berbenteng. Namun dari fakta yang sama, muncul dua kesimpulan yang bertolak belakang. Kaleb berkata dengan tegas, kita pasti sanggup menguasainya. Sepuluh pengintai lain berkata sebaliknya, kita tidak akan mampu. Mereka bahkan melebih-lebihkan cerita sampai menyebut negeri itu memakan penduduknya, dan yang paling menyedihkan, mereka berkata tentang diri mereka sendiri, kami seperti belalang di mata kami sendiri, dan begitu pula di mata mereka.
What Does This Mean?
Pasal ini bukan sekadar laporan geografi kuno. Ini tentang bagaimana dua belas orang melihat realitas yang persis sama, lalu sampai pada kesimpulan yang bertentangan total. Faktanya tidak berbeda. Yang berbeda adalah lensa yang mereka pakai untuk melihat fakta itu.
Sepuluh pengintai melihat raksasa, lalu melihat diri mereka sendiri, dan menyimpulkan bahwa mereka terlalu kecil. Mereka tidak lagi menaruh Allah dalam hitungan. Padahal Allah sendiri yang sudah berjanji akan memberikan tanah itu, bukan menyuruh mereka merebutnya sendirian dengan kekuatan sendiri. Kaleb melihat raksasa yang sama, kota berbenteng yang sama, tetapi ia menaruh Allah dalam perhitungannya. Itu sebabnya ia bisa berkata, kita pasti sanggup.
Ini bukan soal berpikir positif atau optimisme murahan. Kaleb tidak menyangkal bahwa musuh itu kuat. Ia hanya menolak membiarkan ketakutan menjadi kata terakhir, karena ia ingat siapa yang berjanji. Masalah sepuluh pengintai bukan karena mereka jujur soal bahaya, tetapi karena mereka berhenti di situ dan melupakan janji Allah sepenuhnya.
The Common Thread
Perhatikan satu detail kecil tapi penting, nama Hosea anak Nun diubah Musa menjadi Yosua. Dalam bahasa Ibrani nama itu berarti Tuhan menyelamatkan, dan nama itu adalah bentuk awal dari nama Yesus. Yosua kelak yang akan memimpin umat ini masuk benar-benar ke tanah itu, menaklukkan apa yang tampak mustahil bagi sepuluh pengintai.
Ada pola yang berulang dalam seluruh Alkitab, umat Allah berdiri di ambang sesuatu yang dijanjikan, tetapi di hadapan mereka ada rintangan yang tampak terlalu besar untuk ditaklukkan dengan kekuatan sendiri. Dan jawabannya selalu sama, bukan karena umat itu cukup kuat, tetapi karena Allah sendiri yang berjalan di depan.
Yesus Kristus, yang namanya berasal dari nama Yosua, adalah penggenapan paling dalam dari pola ini. Kita semua menghadapi raksasa yang jauh lebih mengerikan daripada keturunan Enak, yaitu dosa dan maut. Dan secara manusiawi, kita memang terlalu kecil untuk mengalahkannya, seperti belalang di hadapan raksasa. Tetapi Yesus sudah masuk lebih dulu ke medan yang paling menakutkan itu, kematian itu sendiri, dan Ia menang. Kita tidak dipanggil untuk mengalahkan dosa dan maut dengan kekuatan sendiri, kita dipanggil untuk percaya kepada Dia yang sudah menaklukkannya.
For You
Hidupmu sekarang penuh dengan versi kecil dari Kanaan ini. Ada tantangan yang kelihatan terlalu besar, entah itu ujian yang menentukan masa depan, hubungan yang rumit, rasa cemas yang tidak kunjung hilang, atau pertanyaan tentang apakah kamu cukup baik, cukup pintar, cukup diterima. Faktanya sering kali memang berat, sama seperti kota berbenteng dan raksasa itu nyata. Pertanyaannya bukan apakah kamu akan melihat kesulitan itu, kamu pasti akan melihatnya. Pertanyaannya adalah, setelah melihatnya, apa yang kamu simpulkan tentang dirimu dan tentang Allah.
Sepuluh pengintai itu jatuh bukan karena mereka berbohong soal fakta, tetapi karena mereka berhenti melihat Allah dalam gambar itu. Mereka membiarkan rasa takut mendefinisikan siapa mereka, sampai mereka menyebut diri sendiri belalang. Berapa sering kamu melakukan hal yang sama, membiarkan satu kegagalan, satu komentar orang lain, satu ketakutan, menentukan bagaimana kamu memandang dirimu sendiri?
Iman bukan pura-pura bahwa raksasa itu tidak ada. Iman adalah mengingat, di tengah raksasa yang nyata, siapa yang sudah berjanji dan siapa yang sudah menang lebih dulu. Lain kali kamu berdiri di depan sesuatu yang terasa terlalu besar, coba tanyakan pada dirimu seperti Kaleb, bukan apakah aku sanggup, tetapi apakah Allah yang kupercaya ini cukup besar untuk ini.
Talk About It
Pernahkah kamu melihat fakta yang sama dengan orang lain, tetapi sampai pada kesimpulan yang jauh berbeda karena rasa takut atau rasa percaya yang berbeda? Ceritakan.
Di bagian hidupmu yang mana kamu sekarang merasa seperti belalang di hadapan raksasa? Apa yang berubah jika kamu mengingat bahwa Yesus sudah berjalan lebih dulu di depanmu?
Praying Together
Tuhan, kadang yang kami lihat di depan kami terasa terlalu besar, dan kami lebih sering merasa kecil daripada percaya. Ingatkan kami bahwa Engkau tidak pernah menyuruh kami berjalan sendirian menghadapi raksasa itu. Tolong kami untuk melihat kesulitan kami dengan mata yang juga melihat Engkau di dalamnya. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang BILANGAN 13
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah BILANGAN 13?
Apa yang dikatakan BILANGAN 13?
Apa yang BILANGAN 13 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari BILANGAN 13?
Mengapa BILANGAN 13 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).
Buka di alat Alkitab Anak