Tokoh pendukung

Hosea, Anak Beeri: Nabi yang Rumah Tangganya Menjadi Pemberitaan

Hosea anak Beeri, nabi zaman kerajaan terbagi: panggilannya, istrinya Gomer, ketiga anaknya, dan kutipan namanya dalam Roma 9:25.
sekitar 975 SM sampai 586 SM · era menurut kronologi Ussher (1650)
Era
The divided kingdom
Keluarga
Dalam Alkitab
3 ayat · 2 perikop
Pertama & terakhir
Hosea 1:1 → Romans

Siapa Hosea dan Kapan Ia Hidup

Hosea (הוֹשֵׁעַ) adalah seorang nabi, anak Beeri, yang hidup pada masa kerajaan terbagi. Kronologi menempatkan zamannya dalam rentang sekitar 975 SM sampai 586 SM (era menurut kronologi Ussher, 1650). Ayat pembuka kitab yang memakai namanya menyebutkan raja-raja yang memerintah pada masanya: "Firman TUHAN datang kepada Hosea, anak Beeri, pada zaman pemerintahan Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman pemerintahan Yerobeam, anak Yoas, raja Israel" (Hosea 1:1). Empat raja Yehuda dan satu raja Israel disebut berdampingan dalam satu kalimat. Pelayanan Hosea diletakkan melintasi pemerintahan yang panjang, di kedua sisi umat yang terbagi.

Yang mengejutkan, jejak Hosea sebagai pribadi sangatlah tipis. Namanya muncul dalam dua bagian saja: Hosea 1:1-2 dan Roma 9:25. Tiga ayat. Namanya besar, sosoknya nyaris tidak digambarkan.

Panggilan yang Menjadikan Hidupnya Tanda

Ayat kedua langsung menempatkan Hosea di bawah perintah yang keras: "Ketika TUHAN mulai berbicara melalui Hosea, TUHAN berfirman kepada Hosea, 'Pergilah, ambillah bagimu istri seorang sundal dan milikilah anak-anak dari seorang sundal, sebab negeri ini telah melakukan persundalan dengan hebat dan meninggalkan TUHAN'" (Hosea 1:2).

Perhatikan urutannya. TUHAN tidak mulai dengan menyuruh Hosea berkhotbah, melainkan menyuruhnya menikah. Pesan pertama yang keluar melalui nabi ini bukanlah sebuah kalimat, melainkan sebuah rumah tangga. Alasannya dinyatakan terang-terangan di dalam ayat itu juga: negeri itu telah melakukan persundalan dengan hebat dan meninggalkan TUHAN. Hidup rumah tangga sang nabi dijadikan cermin bagi hidup umat.

Teks itu juga menyebut anak-anak sebagai bagian dari perintah, bukan sekadar akibat yang terjadi kemudian: "milikilah anak-anak dari seorang sundal" (Hosea 1:2). Artinya keturunan Hosea pun termasuk dalam pemberitaan itu sejak semula.

Istri dan Ketiga Anak

Istri sang nabi disebut namanya: Gomer (Hosea 1:3). Tiga anak disebut namanya, masing-masing pada tempatnya sendiri: Jezreel (Hosea 1:4), Lo-ruhamah (Hosea 1:6), dan Lo-ammi (Hosea 1:9). Nama-nama itu berdiri sebagai nama, dan pembaca dapat menelusurinya sendiri di pasal pertama kitab Hosea.

Di sini kejujuran terhadap teks menuntut sesuatu yang tidak nyaman. Di luar Hosea 1:1-2 tidak ada satu pun adegan yang diceritakan tentang diri Hosea. Setiap penyebutan namanya berupa keterangan, catatan sekilas, atau kutipan. Kita tidak melihat Hosea berdebat dengan raja, tidak melihatnya berdiri di gerbang kota, tidak mendengar doanya. Kita mendengar firman yang datang kepadanya, dan kita melihat keluarga yang dibentuk oleh firman itu.

Tentang Kegagalan

Banyak tokoh dicatat lengkap dengan dosanya. Tentang Hosea, catatan yang ada tidak menyebutkan satu kegagalan pun. Itu tidak boleh kita besarkan menjadi kesan bahwa ia tanpa cela; itu hanya berarti teks diam mengenai dirinya. Yang disebut bersalah di dalam Hosea 1:2 bukanlah sang nabi, melainkan negeri: "negeri ini telah melakukan persundalan dengan hebat dan meninggalkan TUHAN." Tuduhan itu keras dan tidak diperhalus. Kata yang paling memalukan dipakai untuk menggambarkan perselingkuhan umat, dan nabi itu diminta menanggung gambaran tersebut di dalam rumahnya sendiri. Perintah itu sendiri pasti menyakitkan, dan teks tidak menutupinya dengan penjelasan yang melembutkan.

Yang Tidak Kita Ketahui

Kita tidak tahu dari suku atau bangsa mana Hosea berasal; tidak ada suku yang disebutkan baginya. Kita tidak tahu di kota mana ia tinggal, apa pekerjaannya sebelum firman itu datang, berapa lama ia melayani, atau bagaimana hidupnya berakhir. Tentang ayahnya, Beeri, tidak ada yang diberitahukan selain namanya (Hosea 1:1). Tentang Gomer dan ketiga anak itu kita memiliki nama, bukan riwayat. Menambahkan cerita di titik ini berarti menambahkan sesuatu yang tidak diberikan kepada kita.

Garis ke Kristus dalam Roma 9:25

Nama Hosea muncul sekali di luar kitabnya sendiri, dan muncul bukan sebagai tokoh melainkan sebagai suara: "Seperti yang Dia firmankan dalam kitab Hosea: 'Mereka yang bukan umat-Ku, akan Kusebut umat-Ku. Dan, yang tidak Kukasihi, akan Kusebut kekasih'" (Roma 9:25).

Dua rangkaian kata itu terdengar seperti gema dari nama-nama yang tadi hanya berdiri sebagai nama. "Bukan umat-Ku" dan "yang tidak Kukasihi" adalah bahasa penolakan. Di dalam kutipan ini keduanya dibalik, dan yang membalikkannya adalah Dia yang berfirman. Yang ditolak disebut umat. Yang tidak dikasihi disebut kekasih. Perubahan itu tidak datang dari pihak yang ditolak, melainkan dari mulut Dia yang menamai ulang.

Maka seorang nabi yang riwayat pribadinya nyaris kosong justru menjadi mulut bagi janji yang masih dikutip jauh kemudian, ketika surat kepada jemaat di Roma ditulis dan pertanyaan tentang siapa yang disebut umat dijawab dengan kata-katanya. Hidup Hosea diminta menjadi tanda; tanda itu masih dibaca. Yang tertinggal darinya bukanlah kisah hidupnya, melainkan firman yang datang kepadanya dan rumah tangga yang menanggung firman itu.

Bagi pembaca yang sudah lama bergaul dengan teks, inilah nilai dari catatan yang begitu sedikit. Nabi ini nyaris tidak terlihat, tetapi apa yang dipercayakan kepadanya cukup untuk menjelaskan bagaimana penolakan dapat berubah menjadi penerimaan, dan itu terjadi bukan karena umat berubah nama sendiri, melainkan karena mereka dinamai ulang (Roma 9:25).

Hosea 1:1-2 Romans 9:25
Setiap fakta di halaman ini bersumber dari ayat yang ditampilkan. Kronologi mengikuti Ussher, Annals of the World (1650). Sumber data: TIPNR, STEP Bible (CC BY 4.0).
Penafian: Faith.network menggunakan model bahasa otomatis untuk menyusun studi Alkitab dan renungan. Seluruh isi dihasilkan dari teks Alkitab itu sendiri dan diperiksa setiap hari oleh kontrol mutu otomatis yang independen: sampel acak dari setiap situs bahasa dinilai berdasarkan kesetiaan pada Kitab Suci, kutipan Alkitab yang harfiah, bahasa dan kejelasan, serta hasilnya dipublikasikan tanpa disunting. Meskipun demikian, tidak ada penjelasan yang tanpa cela dan kesalahan tetap dapat terjadi. Tidak ada yang di platform ini yang merupakan nasihat profesional, dan tidak ada hak yang dapat diturunkan dari isinya. Selalu uji apa yang Anda baca dengan Alkitab itu sendiri, dan gunakan Faith.network sebagai pelengkap, bukan pengganti, studi Alkitab pribadi, doa, dan kehidupan jemaat lokal Anda. Sanggahan lengkap dan Ketentuan Penggunaan kami berlaku. Lihat pemeriksaan mutu harian kami

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network

Terwujud berkat para mitra kami
Perusahaan?