Untuk remaja usia 13 tahun ke atas

ROMA 7

Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (13 tahun ke atas)

Alkitab

Penjelasan

Pasal ini dimulai dengan contoh hukum pernikahan yang mungkin terasa aneh buat kamu, tapi maksudnya sederhana. Paulus bilang, seorang perempuan terikat pada suaminya selama suaminya hidup. Begitu suaminya mati, ikatan itu selesai, dan ia bebas menikah lagi tanpa dianggap berzina. Paulus memakai contoh ini untuk menjelaskan sesuatu tentang Hukum Taurat. Kita yang percaya kepada Kristus sudah "mati" terhadap Hukum Taurat, bukan karena hukum itu jahat, tapi karena kita sudah menjadi milik Kristus yang bangkit. Ikatan lama sudah putus, bukan supaya kita bebas berbuat sesuka hati, tapi supaya kita hidup dengan cara baru, dipimpin Roh, bukan sekadar menuruti aturan tertulis.

Lalu Paulus masuk ke bagian yang jauh lebih personal. Ia bertanya, apakah Hukum Taurat itu sendiri yang jahat? Jawabannya tegas, tidak. Justru Hukum Taurat itu kudus, benar, dan baik. Masalahnya bukan pada hukumnya, tapi pada dosa yang memakai hukum itu sebagai kesempatan. Begitu ada perintah "jangan mengingini", justru di situ keinginan untuk melanggar jadi hidup. Dosa seperti menunggu aturan, lalu melompat memanfaatkannya.

Dari sini Paulus menulis bagian paling jujur dan paling banyak dikutip dalam suratnya. Ia menceritakan pergumulan batinnya sendiri, dengan kata-kata yang begitu telanjang: "aku tidak melakukan apa yang kuinginkan, melainkan aku melakukan hal yang justru kubenci." Ia ingin melakukan yang baik, tapi tidak mampu. Ia tidak ingin melakukan yang jahat, tapi tetap melakukannya. Ia menyebut dirinya sendiri "manusia celaka", terjebak dalam tubuh yang seperti menyeretnya ke arah yang berlawanan dengan hati nuraninya sendiri.

Tapi pasal ini tidak berakhir di keputusasaan. Di tengah pergumulan yang paling gelap itu, Paulus tiba-tiba berseru, "Syukur kepada Allah melalui Tuhan kita, Kristus Yesus!" Jawaban atas pergumulannya bukan usaha yang lebih keras, tapi sebuah Nama.

Apa Artinya Ini?

Banyak orang membaca pasal ini dan merasa lega karena akhirnya ada tokoh Alkitab yang jujur mengakui bahwa ia gagal, bahwa ia tahu yang benar tapi tidak selalu melakukannya. Ini bukan curhatan orang yang baru percaya dan masih lemah. Ini Paulus, rasul besar, penulis sebagian besar Perjanjian Baru, yang mengakui bahwa pergumulan melawan dosa tidak pernah selesai begitu saja hanya karena kamu sudah percaya.

Ini penting karena mungkin kamu pernah merasa bahwa menjadi orang Kristen berarti masalahmu dengan dosa harus langsung beres. Kamu berdoa, kamu berjanji, lalu kamu jatuh lagi di titik yang sama, dan kamu merasa seperti orang munafik, atau seperti imanmu gagal. Paulus menunjukkan bahwa perasaan terbelah itu bukan tanda kamu bukan orang percaya sejati. Justru itu tanda bahwa Roh Kudus sudah bekerja dalam dirimu sehingga kamu peka dan gelisah ketika berbuat salah. Orang yang sama sekali tidak peduli dengan dosa tidak akan mengalami pergumulan seperti ini.

Hukum Taurat itu baik, tapi hukum hanya bisa menunjukkan yang benar, tidak bisa memberi kekuatan untuk melakukannya. Itu sebabnya hukum saja tidak pernah cukup untuk menyelamatkan siapa pun.

Benang Merah

Seluruh pergumulan pasal 7 ini sebenarnya sedang menunjuk ke satu arah, yaitu jawaban di pasal 8 nanti, tapi benihnya sudah ada di sini: "Syukur kepada Allah melalui Tuhan kita, Kristus Yesus!" Paulus tidak menemukan jalan keluar dari dalam dirinya sendiri. Ia tidak berhasil menyelesaikan masalahnya dengan usaha lebih keras atau tekad lebih kuat. Jalan keluar itu datang dari luar dirinya, dari Kristus yang sudah mati dan bangkit.

Ini sebenarnya seluruh inti Injil. Kamu tidak diselamatkan karena berhasil menaati hukum dengan sempurna. Kamu diselamatkan karena Kristus sudah menanggung hukuman atas kegagalanmu, dan Roh-Nya sekarang bekerja dalam dirimu, bukan untuk membuatmu sempurna seketika, tapi untuk terus-menerus membentukmu meski prosesnya panjang dan sering terasa seperti dua langkah maju satu langkah mundur.

Untukmu

Mungkin kamu sedang di fase hidup di mana kamu merasa jadi orang yang paling tidak konsisten di dunia. Kamu tahu apa yang benar tentang screen time, tentang perkataan, tentang kejujuran, tentang kemurnian, tapi kamu terus jatuh di titik yang sama. Teks ini tidak memberimu alasan untuk berhenti berjuang, tapi memberimu kejujuran untuk berhenti berpura-pura kuat.

Jangan jadikan pergumulanmu sebagai bukti bahwa imanmu palsu. Jadikan itu dorongan untuk berlari lebih dekat pada Kristus, bukan menjauh karena malu. Paulus tidak menyelesaikan pergumulannya dengan menyembunyikannya, tapi dengan menulisnya, mengakuinya, dan berseru minta tolong. Itu juga yang bisa kamu lakukan, entah lewat doa yang jujur, entah lewat percakapan dengan orang yang kamu percaya, daripada memendam rasa gagal itu sendirian.

Diskusikan

Bagian mana dari pergumulan Paulus di ayat 15-20 yang paling terasa mirip dengan pergumulanmu sendiri, dan mengapa?

Mengapa menurutmu orang yang sungguh-sungguh mengenal Kristus justru bisa merasakan pergumulan batin yang lebih tajam terhadap dosa, bukan malah lebih tenang?

Berdoa Bersama

Tuhan, kami sering merasa terbelah seperti Paulus, ingin melakukan yang benar tapi gagal lagi dan lagi. Ajar kami untuk jujur di hadapan-Mu tentang pergumulan kami, dan ingatkan kami bahwa pertolongan tidak datang dari usaha kami sendiri, melainkan dari Kristus Yesus. Terima kasih karena Engkau tidak meninggalkan kami dalam kegagalan itu. Amin.

Bagikan kisah Alkitab ini

Untuk orang tua atau guru lain yang mungkin merasa ini bermanfaat.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan tentang ROMA 7

Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.

Tentang apakah ROMA 7?
Pasal ini dimulai dengan contoh hukum pernikahan yang mungkin terasa aneh buat kamu, tapi maksudnya sederhana. Paulus bilang, seorang perempuan terikat pada suaminya selama suaminya hidup. Begitu suaminya mati, ikatan itu selesai, dan ia bebas menikah lagi tanpa dianggap berzina. Paulus memakai contoh ini untuk menjelaskan sesuatu tentang Hukum Taurat.
Apa yang dikatakan ROMA 7?
Tapi pasal ini tidak berakhir di keputusasaan. Di tengah pergumulan yang paling gelap itu, Paulus tiba-tiba berseru, "Syukur kepada Allah melalui Tuhan kita, Kristus Yesus!" Jawaban atas pergumulannya bukan usaha yang lebih keras, tapi sebuah Nama.
Apa yang ROMA 7 ajarkan tentang Tuhan?
Hukum Taurat itu baik, tapi hukum hanya bisa menunjukkan yang benar, tidak bisa memberi kekuatan untuk melakukannya. Itu sebabnya hukum saja tidak pernah cukup untuk menyelamatkan siapa pun.
Apa yang dapat dipelajari remaja dari ROMA 7?
Mungkin kamu sedang di fase hidup di mana kamu merasa jadi orang yang paling tidak konsisten di dunia. Kamu tahu apa yang benar tentang screen time, tentang perkataan, tentang kejujuran, tentang kemurnian, tapi kamu terus jatuh di titik yang sama. Teks ini tidak memberimu alasan untuk berhenti berjuang, tapi memberimu kejujuran untuk berhenti berpura-pura kuat.
Mengapa ROMA 7 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Tuhan, kami sering merasa terbelah seperti Paulus, ingin melakukan yang benar tapi gagal lagi dan lagi. Ajar kami untuk jujur di hadapan-Mu tentang pergumulan kami, dan ingatkan kami bahwa pertolongan tidak datang dari usaha kami sendiri, melainkan dari Kristus Yesus. Terima kasih karena Engkau tidak meninggalkan kami dalam kegagalan itu.

Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?

Kami juga memiliki versi khusus untuk balita (usia 3-5) dan usia sekolah dasar (6-12).

Buka di alat Alkitab Anak