KIDUNG AGUNG 8
Penjelasan dan kisah Alkitab untuk remaja (12 tahun ke atas)
Penjelasan
Kidung Agung ditutup dengan pasal yang isinya campur aduk, seperti kerinduan, sumpah, kenangan masa kecil, dan sedikit rasa cemburu. Perempuan itu mulai dengan sesuatu yang mengejutkan, ia berharap kekasihnya seperti saudara laki-lakinya sendiri, supaya ia bisa menciumnya di depan umum tanpa ada yang menghina. Di zaman itu, kasih sayang terbuka antara pria dan wanita yang belum menikah bisa menimbulkan gosip dan malu. Jadi ini bukan keinginan yang aneh, ini kerinduan akan kebebasan untuk mencintai tanpa harus sembunyi.
Lalu ada gambaran rumah ibunya, tempat ia diajari, tempat ia ingin menuntun kekasihnya masuk. Ada anggur harum, ada pelukan, tangan kiri di bawah kepala dan tangan kanan memeluk. Ini bahasa keintiman yang tenang, bukan cuma gairah, tapi rasa aman berada dekat orang yang dicintai.
Kemudian perempuan itu mengulang sumpahnya yang sudah muncul beberapa kali di kitab ini, jangan membangkitkan cinta sebelum waktunya. Lalu muncul pertanyaan puitis, siapa ini yang datang dari padang belantara bersandar pada kekasihnya. Di bawah pohon apel ia dibangunkan, di tempat ibunya dahulu melahirkan dia. Ada siklus kehidupan di sini, kelahiran, pertumbuhan, dan sekarang cinta yang mekar.
Lalu datang ayat yang paling terkenal dan paling berat dari seluruh kitab ini. "Pasanglah aku sebagai meterai di hatimu, sebagai meterai di lenganmu." Meterai adalah tanda kepemilikan yang tidak bisa dipalsukan, dicap dengan panas ke lilin atau tanah liat, menyatakan ini milikku, ini asli. Lalu kalimat yang menggetarkan, cinta itu kuat seperti maut, kecemburuan itu kejam seperti dunia orang mati. Air yang banyak tidak dapat memadamkannya, sungai tidak dapat menghanyutkannya, dan siapa yang mencoba membeli cinta dengan harta akan dihina habis-habisan.
Setelah itu ada bagian yang terasa seperti flashback, saudara-saudara perempuan bicara tentang adik kecil mereka yang belum dewasa, dan bagaimana mereka akan menjaganya kelak. Perempuan utama menjawab, ia sudah dewasa sekarang, ia sudah "tembok" yang kokoh, bukan lagi anak kecil, dan di mata kekasihnya ia membawa damai sejahtera.
Kitab ini ditutup dengan gambar kebun anggur Salomo yang disewakan, dibandingkan dengan kebun anggur perempuan itu sendiri yang tidak dijual, murni miliknya untuk diberikan kepada orang yang ia pilih. Dan di ayat terakhir, ia memanggil kekasihnya untuk datang cepat, seperti kijang di pegunungan rempah-rempah. Kitab ini tidak ditutup dengan akhir yang rapi, tapi dengan panggilan yang masih menggantung di udara, datanglah.
Apa Artinya Ini?
Kidung Agung berani menulis tentang cinta dan tubuh dengan jujur, tanpa rasa malu, tapi juga tanpa murahan. Itu penting, karena banyak orang mengira Alkitab canggung soal seksualitas dan keintiman. Kenyataannya, Allah menciptakan hasrat itu dan menaruhnya dalam Kitab Suci, ditulis dengan puisi yang indah, bukan dengan tabu.
Tapi pasal ini juga jujur tentang berat cinta. Cinta yang sungguh bukan perasaan ringan yang bisa dimainkan sesuka hati. Cinta itu kuat seperti maut, artinya cinta menuntut, mengikat, dan tidak bisa dibatalkan begitu saja tanpa luka. Kecemburuan yang kejam seperti dunia orang mati bukan berarti cinta itu jahat, tapi cinta sejati tidak pernah acuh tak acuh. Ia menuntut kesetiaan penuh. Itulah sebabnya ada sumpah berulang kali dalam kitab ini, jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya, karena begitu dibangkitkan, ia akan menuntut segalanya darimu.
Benang Merah
Gambar meterai di hati dan di lengan bukan hanya soal romantika manusia. Sepanjang Alkitab, Allah memakai bahasa perjanjian dan kesetiaan yang seperti ini untuk menggambarkan kasih-Nya kepada umat-Nya. Ia mengikat diri-Nya kepada manusia dengan cara yang tidak bisa dihapus, seperti meterai yang dicap dalam. Ketika Yesus Kristus mati di kayu salib, itu adalah bukti bahwa kasih-Nya memang kuat seperti maut, bahkan lebih kuat, karena Ia mengalahkan maut itu sendiri. Air bah penderitaan, penghinaan, dan kematian tidak bisa memadamkan kasih itu.
Kerinduan perempuan dalam kitab ini, panggilan "datanglah cepat," juga menggemakan kerinduan yang lebih besar sepanjang Alkitab, kerinduan umat Allah akan kedatangan-Nya yang penuh. Alkitab ditutup dengan doa yang mirip, "Datanglah, Tuhan Yesus." Cinta manusia yang mendalam adalah gambaran kecil, tapi nyata, dari kerinduan yang jauh lebih besar itu.
Untukmu
Kamu hidup di dunia yang membuat cinta terasa murah, sesuatu yang bisa dicoba, dibuang, diganti lewat aplikasi kencan atau hubungan singkat. Pasal ini menantang itu. Cinta yang sungguh menuntut komitmen, bukan sekadar perasaan hangat sesaat. Ia meminta kesetiaan, bukan hanya ketika mudah, tapi juga ketika berat.
Ini juga waktu yang tepat untuk jujur pada dirimu sendiri soal hasratmu. Alkitab tidak menyuruhmu memadamkan keinginan itu seolah itu dosa, tapi juga tidak menyuruhmu membangkitkannya sembarangan, sebelum waktunya, sebelum ada komitmen yang cukup kuat untuk menanggung beratnya. Tanyakan pada dirimu, apakah kamu sedang membangunkan sesuatu yang belum siap kamu tanggung konsekuensinya.
Mari Bicarakan
Apakah kamu selama ini menganggap cinta sebagai sesuatu yang ringan dan bisa dicoba-coba, atau sebagai sesuatu yang menuntut seperti yang digambarkan pasal ini? Apa bedanya cara pandangmu dengan yang ditulis di sini?
Kalau kasih Allah kepadamu memang seperti meterai yang tidak bisa dihapus, bagaimana itu mengubah cara kamu melihat dirimu sendiri hari ini?
Berdoa Bersama
Tuhan, terima kasih karena Engkau menciptakan cinta dan tidak malu membicarakannya dalam Firman-Mu. Ajar aku menghargai cinta bukan sebagai sesuatu yang murah, tapi sebagai sesuatu yang menuntut kesetiaan dan keberanian. Meteraikan kasih-Mu di hatiku, supaya aku tidak mudah goyah oleh dunia yang menawarkan cinta yang dangkal. Dan datanglah, Tuhan, seperti yang dirindukan hatiku yang paling dalam. Dalam nama Yesus, amin.
Pertanyaan tentang KIDUNG AGUNG 8
Jawaban singkat bagi siapa saja yang baru pertama kali membaca tentang ini.
Tentang apakah KIDUNG AGUNG 8?
Apa yang dikatakan KIDUNG AGUNG 8?
Apa yang KIDUNG AGUNG 8 ajarkan tentang Tuhan?
Apa yang dapat dipelajari remaja dari KIDUNG AGUNG 8?
Mengapa KIDUNG AGUNG 8 menjadi kisah Alkitab yang penting?
Yang ditemukan orang lain
Kami mempunyai seorang adik perempuan, dan dia belum mempunyai buah dada. Apa yang harus kami lakukan untuk adik perempuan kami pada hari dia dipinang?" Mereka memikirkan hari itu jauh sebelum hari itu tiba. Kasih yang sungguh selalu bertanya lebih awal. Adakah seseorang yang masih kecil dalam hidupmu, yang perlu kaupersiapkan sekarang, bukan nanti?
Mencari yang cocok untuk anak yang lebih kecil?
Kami juga menyediakan versi khusus untuk balita (usia 3-6) dan usia sekolah dasar (7-12).
Buka di alat Alkitab Anak