2 KORINTUS 3:5
Teks
Bayangkan Paulus berhenti di tengah kalimatnya sendiri. Baru saja ia berkata, dengan nada yang hampir bergetar, bahwa jemaat Korintus adalah "surat Kristus yang dilayani oleh kami," sebuah surat yang tidak ditulis dengan tinta melainkan "dengan Roh Allah yang hidup," dan bahwa ia memang memiliki "keyakinan seperti ini… terhadap Allah melalui Kristus." Lalu, seakan ia mendengar sendiri betapa besar bunyi klaim itu di telinga para pembacanya, ia menarik napas dan meluruskan arah: "Bukan berarti kami, dengan diri kami sendiri, mampu menganggap sesuatu berasal dari diri kami sendiri, tetapi kemampuan kami berasal dari Allah." Itulah inti ayat lima. Keyakinan Paulus sungguh nyata, tetapi sumbernya sama sekali tidak terletak di dalam dirinya. Bahkan satu pikiran baik pun tidak ia berani akui sebagai hasil produksi sendiri.
Intinya
Kata yang dipakai Paulus di sini, hikanos, berarti "cukup, memadai, sepadan dengan tugasnya." Pertanyaannya bukan apakah Paulus berbakat, melainkan apakah ada manusia yang cukup besar untuk pekerjaan menulis nama Kristus ke dalam hati orang lain. Jawabannya: tidak ada. Yang membuat seseorang memadai adalah Allah sendiri, dan ayat berikutnya menjelaskan untuk apa: "yang telah membuat kami mampu menjadi pelayan-pelayan perjanjian baru." Di sini letak seluruh beda antara agama dan Injil. Perjanjian yang lama menuntut kesanggupan dari manusia; perjanjian yang baru memberikan kesanggupan itu sebagai hadiah. Artinya, pelayanan bukan sesuatu yang kita persembahkan kepada Allah dari kekayaan batin kita, melainkan sesuatu yang kita terima dari tangan-Nya lalu teruskan. Itu melegakan sekaligus merendahkan: tidak ada ruang untuk bangga, dan tidak ada alasan untuk menyerah.
Benang Merah
Ada garis panjang yang membentang dari padang gurun sampai ke ruang tulis Paulus. Musa berdiri di depan semak yang menyala dan berkata, pada dasarnya: siapakah aku? Dan Allah tidak menjawab dengan daftar kualitas Musa, melainkan dengan janji kehadiran-Nya sendiri. Sejak saat itu pola itu berulang: orang-orang yang dipakai Allah hampir selalu terlalu kecil untuk tugasnya. Paulus menempatkan dirinya dalam barisan itu, tetapi dengan satu perbedaan tajam. Di bawah perjanjian lama, kesanggupan datang sebagai pertolongan dari luar; di bawah perjanjian baru, kesanggupan itu datang sebagai Roh yang menulis di dalam. Kristus tidak sekadar menolong orang yang tidak mampu. Ia menjadikan mereka pelayan dari perjanjian yang menghidupkan, sebab, seperti dikatakan ayat enam, "huruf itu mematikan, tetapi Roh menghidupkan."
Cermin
Kita hidup di dunia yang meminta surat rekomendasi terus-menerus. Anda mengajar dan diminta menunjukkan hasil ujian murid. Anda memimpin kelompok kecil dan diam-diam mengukur diri terhadap pemimpin kelompok sebelah. Anda menyiapkan renungan dan berharap ada yang berkata, itu bagus sekali. Ayat ini tidak menyuruh Anda merendahkan diri dengan basa-basi rohani; ia memotong lebih dalam, ke tempat di mana Anda menyimpan rasa bahwa sebagian dari buah pelayanan itu memang hasil kerja keras Anda. Dan ia juga memotong kebalikannya: rasa lelah orang yang berkata, saya tidak sanggup lagi. Keduanya bertumpu pada sumber yang sama, yaitu diri sendiri. Hari ini, sebelum matahari terbenam, sebutkan dengan suara keras satu hal dalam pelayanan atau pekerjaan Anda yang selama ini diam-diam Anda banggakan, lalu ucapkan kalimat ini kepada Allah: "Kemampuan ini berasal dari-Mu, bukan dari aku."
Konteks
Korintus adalah kota pelabuhan yang gaduh, kaya, dan gila prestise. Di sana pembicara publik dinilai seperti atlet: gaya bicara, kehadiran fisik, kemampuan memukau. Ke dalam iklim itu masuk sekelompok pengajar yang membawa surat rekomendasi resmi, semacam kartu kredensial yang sah dalam budaya waktu itu, dan mereka mempertanyakan wibawa Paulus. Paulus sendiri, menurut pengakuannya di pasal-pasal berikut, tidak mengesankan secara fisik dan bicaranya biasa saja. Ia juga sedang memulihkan hubungan yang retak dengan jemaat ini setelah surat yang menyakitkan. Jadi ayat lima bukan renungan tenang di meja tulis. Itu kalimat seorang rasul yang sedang dipojokkan, yang menolak bermain di lapangan kredensial, dan memilih menaruh seluruh legitimasinya pada Allah.
Profil
Jemaat Korintus mendengar sesuatu yang bagi telinga kita mudah lewat. Dalam dunia mereka, seorang guru yang berkata "saya sendiri tidak memadai" sama saja dengan mengundurkan diri dari persaingan. Itu bunuh diri sosial. Patron dan klien, pujian dan rekomendasi, semuanya berputar pada kemampuan yang bisa ditunjukkan. Paulus justru membalik papan permainan: bukti pelayanannya bukan dokumen, melainkan orang-orang Korintus itu sendiri, hidup mereka yang berubah, hati yang ditulisi Roh. Mereka pasti tersentak. Sebab kalau bukti Paulus adalah mereka, maka kesombongan mereka atas guru-guru favorit runtuh juga. Dan kalau kemampuan Paulus berasal dari Allah, maka perubahan dalam diri mereka pun bukan hasil kepintaran siapa pun, melainkan karya Allah yang tidak bisa diklaim oleh manusia mana pun.
Gema Kitab Suci
Dua gema terdengar jelas. Yang pertama dari Yehezkiel, yang menubuatkan hati batu diganti hati daging dan Roh ditaruh di dalam manusia; Paulus jelas sedang membaca dirinya di dalam nubuat itu ketika ia berbicara tentang tulisan "bukan di atas loh-loh batu, melainkan di loh-loh hati manusia." Yang kedua dari Yesus sendiri: tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Paulus tidak menemukan gagasan baru; ia menerapkannya pada pekerjaan yang paling mudah membuat orang lupa diri, yaitu pelayanan rohani. Justru di sanalah bahaya terbesar berdiri, karena hasilnya kelihatan dan orang berterima kasih kepada kita.
Refleksi
Kalau hari ini semua pengakuan atas pelayanan Anda diambil orang lain, apa yang tersisa dari motivasi Anda untuk melanjutkannya?
Di bagian hidup mana Anda sedang mencoba menjadi "cukup" dengan kekuatan sendiri, dan apa yang berubah jika kesanggupan itu Anda terima sebagai pemberian?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Corinthians 3:5
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 2 KORINTUS 3:5?
Tentang apakah 2 KORINTUS 3:5?
Apa konteks historis dari 2 KORINTUS 3:5?
Apa yang 2 KORINTUS 3:5 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 2 KORINTUS 3:5 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 2 Corinthians 3
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Tuhan, jika hukum yang terukir di batu saja memancarkan cahaya yang menyilaukan, betapa lebih indahnya hidup yang Engkau tulis di hatiku. Ajar aku berhenti mengejar kemuliaan yang memudar, dan tinggal dekat pada-Mu yang tidak pernah pudar.
Kamu adalah surat kami, yang tertulis dalam hati kami, yang dikenal dan dibaca oleh semua orang." Paulus tidak menyodorkan surat rekomendasi. Ia menunjuk orang-orang. Hidup mereka yang berubah, itulah bukti pelayanannya. Dan perhatikan: surat itu tertulis di hatinya, bukan di lacinya. Ia membawa mereka ke mana pun ia pergi. Siapa yang sedang membaca hidupmu hari ini, dan siapa yang kamu bawa dalam hatimu?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi