ULANGAN 15
Teks
Setiap tujuh tahun, semua utang di antara sesama orang Israel harus dihapus, bukan ditunda atau dijadwal ulang, melainkan dicoret; dan justru karena tahun penghapusan itu mendekat, Musa memperingatkan agar tak seorang pun mengeraskan hati dan menutup tangan terhadap saudaranya yang miskin, dengan hitungan dingin bahwa pinjaman itu takkan kembali. Budak Ibrani pun harus dilepaskan pada tahun ketujuh, dan tidak boleh pergi "dengan tangan hampa": ternak, gandum, dan anggur harus dibekalkan kepadanya sesuai berkat yang telah diterima tuannya. Pasal ini ditutup dengan aturan tentang anak sulung ternak, yang tidak boleh dipakai untuk kerja atau digunting bulunya, melainkan dimakan di hadapan Tuhan sebagai milik-Nya.
Inti
Yang membuat pasal ini menggigit bukan perintah memberi, melainkan perintah memberi ketika memberi itu jelas merugikan. Tuhan mengatur ekonomi Israel sedemikian rupa sehingga kemurahan hati tidak pernah menjadi investasi yang aman. Di balik itu ada satu klaim yang mengguncang cara kita memegang uang: harta yang kita pegang bukan hasil netral dari kerja keras kita, melainkan berkat dari Tuhan atas tanah yang Ia berikan. Karena itu Musa berani berkata "Seharusnya, tidak ada lagi orang miskin di negerimu" dan beberapa ayat kemudian "Orang miskin akan selalu ada di negerimu." Keduanya benar: yang pertama adalah maksud Allah, yang kedua adalah kenyataan hati manusia yang mengeras. Di antara dua kalimat itulah etika umat Allah hidup, tanpa alasan untuk berhenti.
Benang Merah
Kata Yunani yang dipakai terjemahan tua untuk "penghapusan utang" di pasal ini adalah aphesis, kata yang kemudian dipakai Perjanjian Baru untuk pengampunan dosa. Itu bukan permainan kata yang kebetulan. Utang dan dosa memakai tata bahasa yang sama: ada yang menanggung kerugian supaya yang lain bisa berjalan bebas. Setiap tujuh tahun Israel diminta memerankan, dalam angka dan gandum, apa yang kelak Allah lakukan secara total di Golgota. Ketika Yesus berdiri di Nazaret dan mengumumkan tahun rahmat Tuhan, Ia sedang mengklaim bahwa tahun penghapusan yang selalu ditunda-tunda Israel akhirnya tiba dalam diri-Nya. Dan perhatikan: yang membebaskan selalu yang membayar. Tuan itu kehilangan piutangnya; Kristus kehilangan nyawa-Nya.
Cermin
Ayat 9 membongkar sesuatu yang jarang kita akui: kemurahan hati kita sering bergantung pada kalender. Kita memberi ketika hitungannya masih masuk akal, dan menarik diri ketika jelas tidak akan kembali. Anda mungkin tidak punya piutang tujuh tahunan, tetapi Anda punya adik yang sudah dua kali pinjam dan belum mengembalikan, rekan kerja yang selalu kekurangan, tetangga yang nasibnya tak kunjung membaik. Dan ada suara dingin di kepala: cukup sudah, ini bukan investasi yang sehat. Musa menyebut suara itu bukan kehati-hatian, melainkan "pikiran jahat". Perhatikan juga ayat 18: Tuhan tahu persis bahwa melepaskan itu terasa berat, dan Ia tidak meminta Anda berpura-pura ringan.
Hari ini: buka catatan keuangan atau riwayat transfer Anda, temukan satu pinjaman kecil yang diam-diam masih Anda hitung, lalu kirim pesan kepada orang itu bahwa utangnya dihapus dan tidak perlu dibicarakan lagi.
Profil
Mereka yang mendengar ini berdiri di tepi Yordan: bekas budak yang sebentar lagi akan menjadi pemilik tanah. Dalam ekonomi pertanian, utang bukan soal gaya hidup melainkan soal panen yang gagal. Satu musim buruk, dan Anda meminjam benih; dua musim buruk, dan Anda menjual anak Anda sebagai pekerja terikat. Perbudakan Ibrani di sini bukan kepemilikan permanen atas manusia, melainkan kerja paksa pelunasan utang. Yang mereka dengar, dan yang mudah lolos dari telinga kita, adalah bahwa Allah menolak membiarkan kemiskinan menjadi warisan turun-temurun. Setiap tujuh tahun jam ekonomi disetel ulang. Bagi bekas budak yang baru saja dibebaskan dari Mesir, ayat 15 bukan renungan manis melainkan alasan hukum: kamu pernah di pihak yang lain.
Interteks
Nehemia 5 memperlihatkan apa yang terjadi ketika pasal ini diabaikan berabad-abad lamanya. Rakyat menggadaikan ladang dan anak-anak mereka kepada sesama Yahudi, dan Nehemia harus memaksa para bangsawan mengembalikan semuanya. Hukum yang indah di atas kertas ternyata tak pernah benar-benar dijalankan; itulah sebabnya para nabi begitu keras soal uang. Sebaliknya, ketika Yesus berkata bahwa orang miskin selalu ada pada kita, Ia mengutip ayat 11 pasal ini, dan siapa pun yang tahu konteksnya tahu bahwa kalimat itu bukan izin untuk pasrah. Justru sebaliknya: karena kemiskinan tak akan hilang, tanganmu tak boleh menutup. Yesus tidak sedang membatalkan tuntutan itu; Ia sedang mengandaikannya.
Detail
"Janganlah kamu membiarkannya pergi dengan tangan hampa." Kalimat ini punya gema yang pasti terdengar oleh pendengar pertama. Ketika Israel keluar dari Mesir, mereka tidak pergi dengan tangan kosong; mereka pergi membawa perak, emas, dan pakaian dari orang-orang Mesir. Sekarang perintah yang sama diberikan kepada mereka: perlakukan pekerjamu yang bebas seperti Allah memperlakukanmu. Pembebasan yang membiarkan orang pergi tanpa bekal bukanlah pembebasan, melainkan pengusiran yang sopan. Ternak, gandum, anggur, modal untuk memulai lagi. Ini menyentuh cara kita memutuskan hubungan kerja, mengakhiri kontrak, melepas seseorang dari tanggungan kita. Pertanyaannya bukan apakah kewajiban hukum sudah selesai, melainkan apakah orang itu bisa berdiri besok pagi.
Refleksi
Jika seseorang memeriksa keuangan Anda enam bulan terakhir, apakah ia akan menemukan bukti bahwa Anda percaya harta Anda adalah berkat pemberian, bukan hasil netral kerja keras?
Ada orang yang pernah pergi dari hidup Anda "dengan tangan hampa": karyawan, kerabat, teman. Apa yang masih bisa Anda bekalkan kepadanya sekarang?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Deuteronomy 15
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti ULANGAN 15?
Tentang apakah ULANGAN 15?
Apa konteks historis dari ULANGAN 15?
Apa yang ULANGAN 15 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana ULANGAN 15 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Deuteronomy 15?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
