EZRA 7
Teks Itu Sendiri
Pasal ini membuka dengan sebuah silsilah yang memanjat ke atas, dari Ezra sampai kepada "Harun, Imam Agung", lalu memperkenalkan Ezra sebagai ahli kitab yang mahir dalam Hukum Musa dan yang hatinya sudah ditetapkan untuk meneliti, melakukan, dan mengajarkan hukum itu. Bagian terbesar pasal ini adalah salinan surat Raja Artahsasta: izin untuk pulang, perak dan emas untuk Bait Allah, kebebasan pajak bagi para pelayan bait, dan wewenang mengangkat hakim. Pasal ditutup dengan pujian Ezra sendiri: Tuhanlah yang menaruh hal itu di hati raja.
Inti
Perhatikan urutan dalam ayat 10: meneliti, melakukan, lalu mengajarkan. Ezra tidak pertama-tama seorang pengajar yang kebetulan juga saleh; ia seorang yang membiarkan Taurat mengerjakan sesuatu di dalam dirinya sebelum ia membuka mulut untuk orang lain. Dan kata yang dipakai untuk "menetapkan hatinya" adalah kata yang biasa dipakai untuk mendirikan bangunan: hatinya diteguhkan, dipancang, seperti fondasi. Inilah yang membedakan pasal ini dari sekadar catatan administratif. Allah tidak hanya memulangkan orang dan mendanai ibadah; Ia menyiapkan seorang manusia yang di dalam dirinya firman itu sudah hidup. Pemulihan Israel tidak selesai dengan tembok dan mazbah. Yang harus dipulihkan adalah umat yang mengenal kehendak Allah dan menaatinya dari dalam.
Benang Merah
Silsilah itu bukan hiasan. Ezra datang dari garis Harun, tetapi ia tidak muncul sebagai imam yang mempersembahkan kurban, melainkan sebagai imam yang membawa kitab. Perpaduan imam dan pengajar ini jarang, dan ia menunjuk ke depan. Yesus datang mengajar "sebagai orang yang berkuasa", bukan hanya menafsirkan Taurat tetapi menggenapinya di dalam tubuh-Nya sendiri; Ia adalah Imam yang mengajar dan Guru yang mempersembahkan diri. Perhatikan juga bahwa Ezra membawa hukum "yang ada di tanganmu" (ayat 14), sebuah gulungan yang dipikul dari Babel ke Yerusalem. Kristus tidak membawa gulungan; Ia adalah Firman itu. Dan sementara ayat 26 mengancam pelanggar dengan kematian, pembuangan, atau penyitaan harta, Kristus justru menanggung ketiganya bagi para pelanggar.
Cermin
Kita gampang membalik urutan ayat 10. Kita meneliti supaya bisa mengajar, dan bagian "melakukannya" diam-diam dilompati. Bagi Anda yang memimpin kelompok kecil, menyiapkan renungan, atau menjawab pertanyaan anak remaja di rumah, godaan itu nyata: Alkitab menjadi bahan, bukan makanan. Ada juga sisi lain. Ezra menunggu; ia ada di Babel puluhan tahun sebelum surat itu turun, dan ketika saatnya tiba, yang menggerakkan raja bukanlah lobi Ezra melainkan Tuhan yang "menaruh hal ini di hati raja". Anda mungkin sedang menunggu izin, pintu, atau perubahan hati seseorang yang jauh lebih berkuasa dari Anda. Hari ini: ambil satu ayat yang Anda pelajari minggu ini, tanyakan pada diri sendiri di mana ayat itu belum Anda lakukan, dan tuliskan satu kalimat jawaban di buku catatan Anda.
Detailnya
Tiga kali dalam pasal ini muncul ungkapan yang sama: "tangan TUHAN Allahnya menaungi dia" (ayat 6), "tangan baik Allahnya menaungi dia" (ayat 9), "tangan TUHAN Allahku menaungi aku" (ayat 28). Ungkapan itu membingkai seluruh pasal, mengapit surat raja seperti dua kurung. Di dalam kurung itu ada dokumen resmi kekaisaran, lengkap dengan takaran talenta, kor, dan bat, birokrasi bendahara di seberang sungai. Di luar kurung ada tangan Tuhan. Ezra sedang mengajarkan cara membaca sejarah: apa yang tampak sebagai kemurahan politik Persia sebenarnya adalah tangan Allah yang bekerja lewat tinta dan meterai seorang raja kafir. Tangan itu tidak menghapus birokrasi; ia memakainya.
Para Pendengar Pertama
Bayangkan Anda membaca ini di Yehuda, sebuah provinsi kecil dan miskin di pinggiran kekaisaran, tanpa raja dari keturunan Daud, dengan Bait Allah yang jauh lebih sederhana daripada yang diingat orang-orang tua. Anda membayar pajak kepada Persia. Lalu terdengar surat ini dibacakan: raja segala raja menyebut Allah Anda "Allah semesta langit", menyerahkan emas, dan membebaskan para imam dari pajak. Bagi telinga mereka ini bukan sekadar berita baik finansial; ini bukti bahwa Allah yang mereka sangka telah membuang mereka masih menggerakkan sejarah. Tetapi ada rasa pahit juga. Kemerdekaan itu diberikan, bukan direbut. Mereka pulang sebagai orang yang masih diperintah. Pemulihan sudah mulai, tetapi jelas belum penuh.
Pertanyaannya
Mengapa Allah memulihkan umat-Nya lewat surat izin seorang penyembah berhala, dan bukan lewat kelepasan seperti dahulu di Laut Teberau? Ayat 23 membuka sedikit isi kepala Artahsasta: "mengapa harus ada murka menimpa pemerintahan raja dan anak-anaknya?" Motifnya campuran, mungkin sebagian besar politis dan takhayul. Allah tidak menuntut kemurnian motif sebelum Ia memakai seseorang, dan itu melegakan sekaligus mengganggu. Melegakan, karena berarti rencana penyelamatan tidak bergantung pada kesalehan para pemain. Mengganggu, karena kita ingin tangan Tuhan terlihat seperti tangan Tuhan, bukan seperti dokumen kerajaan Persia. Ezra tidak menjelaskan ini. Ia hanya memuji: "Terpujilah TUHAN, Allah nenek moyang kita." Kadang pengakuan itulah satu-satunya penjelasan yang kita punya.
Refleksi
Di bagian mana hidup saya firman Tuhan sudah saya teliti dan ajarkan, tetapi belum sungguh saya lakukan?
Di mana saya sedang menunggu "surat izin" dari orang atau keadaan yang tidak saya kendalikan, dan apa artinya mempercayai tangan Tuhan di situ?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ezra 7
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EZRA 7?
Tentang apakah EZRA 7?
Apa konteks historis dari EZRA 7?
Apa yang EZRA 7 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EZRA 7 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ezra 7
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Perhatikan satu kata kecil dalam titah raja itu: "dengan sukarela." Artahsasta bisa memerintahkan perak dari perbendaharaan kerajaan, tetapi ia tidak bisa memerintahkan hati orang untuk memberi. Ada bagian dari persembahan yang hanya bisa lahir dari kerelaan. Hari ini pun begitu. Tuhan bisa menerima banyak hal darimu, tetapi kerelaan hatimu tidak bisa dipaksa siapa pun. Itu murni pemberianmu.
Tuhan, dalam deretan nama yang mungkin terlupakan itu, Engkau mengingat setiap orang. Terima kasih karena imanku hari ini lahir dari kesetiaan orang-orang sebelumku. Pakailah hidupku juga, supaya generasi sesudahku mengenal Engkau.
Sebab, Ezra telah mengarahkan hatinya untuk menyelidiki hukum TUHAN dan melakukannya, serta mengajarkan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan di Israel." Perhatikan urutannya: menyelidiki, melakukan, baru mengajar. Ezra tidak buru-buru bicara sebelum ia sendiri hidup di dalamnya. Bagaimana urutanmu hari ini?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi