YESAYA 57:21
Teks Itu Sendiri
Baru saja terdengar suara yang lembut, hampir seperti tangan di punggung orang berkabung: "Damai sejahtera, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan yang dekat," berkatalah TUHAN, "dan Aku akan menyembuhkannya." Lalu nada itu berubah. Nabi mengarahkan mata kita ke laut yang tidak pernah bisa diam, yang terus-menerus melemparkan lanyau dan lumpur ke pantai, dan menutup seluruh pasal dengan satu kalimat pendek tanpa hiasan: "Tidak ada damai sejahtera," kata Allahku, "bagi orang fasik." Tidak ada penjelasan tambahan, tidak ada pelunakan, tidak ada anak kalimat yang meringankan. Sebuah pintu ditutup tepat di ruangan yang sedetik lalu dipenuhi cahaya. Dan kalimat itu dibiarkan berdiri sendirian di ujung pasal, seperti batu yang sengaja diletakkan di tengah jalan supaya pembaca tersandung.
Intinya
Perhatikan bahwa Allah tidak berkata: "Aku tidak akan memberi damai sejahtera." Ia berkata bahwa damai itu memang tidak ada di sana. Bedanya besar. Ini bukan sekadar hukuman yang dijatuhkan dari luar, melainkan gambaran tentang apa yang terjadi di dalam manusia yang hidup berpaling dari Allah: laut yang berombak bukan sedang dihukum karena bergolak, ia bergolak karena itulah sifatnya. Kata Ibrani syalom jauh lebih luas daripada "tenang"; artinya utuh, lengkap, segala sesuatu berada di tempatnya. Maka ayat ini berkata: hidup yang menolak Allah tidak pernah bisa utuh, sekeras apa pun ia berusaha. Ayat 10 sudah membocorkannya, orang itu lelah karena perjalanannya yang jauh tetapi tidak pernah berkata "Ini sia-sia!" Ia terus mencari kekuatan baru untuk melanjutkan pencarian yang tidak akan pernah selesai. Itulah kegelisahan yang dimaksud.
Benang Merah
Ada satu kalimat di pasal ini yang seolah menjulur melampaui zamannya: "Damai sejahtera, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan yang dekat." Paulus mengutipnya di Efesus 2 untuk menjelaskan salib: yang jauh adalah bangsa-bangsa lain, yang dekat adalah Israel, dan keduanya didamaikan dalam satu tubuh. Artinya, ayat 21 bukan pintu yang terkunci selamanya, melainkan pintu yang hanya bisa dibuka dari satu sisi. Damai sejahtera tidak diproduksi oleh laut yang berombak; ia harus datang dari luar laut. Yesus tidur di buritan perahu di tengah badai dan berkata kepada air, diam. Dialah satu-satunya yang membawa syalom ke tempat yang menurut kodratnya tidak bisa tenang. Tanpa Dia, ayat 21 tetap berlaku persis seperti bunyinya.
Cermin
Kegelisahan itu jarang terasa dramatis. Ia terasa seperti membuka ponsel untuk kesepuluh kalinya malam ini tanpa alasan jelas. Seperti pekerjaan yang selesai tetapi tidak pernah cukup, sehingga Anda menerima proyek berikutnya sebelum yang lama sempat dirayakan. Seperti percakapan dengan pasangan yang selalu berhenti di kedalaman tertentu, karena masuk lebih dalam berarti mengakui sesuatu. Perhatikan diagnosis Yesaya: bukan bahwa orang itu berhenti mencari, tetapi bahwa ia mendapat kekuatan baru dan tidak letih. Energi bukan bukti bahwa jalan Anda benar. Kadang justru sebaliknya. Hari ini, ambil selembar kertas dan tuliskan satu hal yang selama ini Anda kejar sambil diam-diam lelah karenanya. Lalu ucapkan dengan suara keras kalimat yang tidak pernah diucapkan orang di ayat 10: "Ini sia-sia."
Konteks
Pasal-pasal ini berbicara kepada umat yang hidup di reruntuhan, entah menjelang pembuangan atau sesudahnya, ketika Bait Allah tidak lagi menjadi pusat dan orang mencari jaminan di tempat lain. Dan mereka mencarinya di tempat yang mengerikan: di bawah pohon rimbun, di celah bukit batu, dengan anak-anak yang disembelih di lembah-lembah. Itu bukan metafora. Agama Kanaan menjanjikan kesuburan dan perlindungan dengan harga yang bisa dihitung. Diplomasi juga: minyak dan wewangian dibawa kepada raja asing, utusan dikirim ke tempat yang sangat jauh. Semuanya masuk akal secara politik. Semuanya adalah bentuk bertahan hidup di dunia di mana bangsa kecil harus pandai mencari pelindung. Dan justru di situlah TUHAN bertanya: terhadap siapakah kamu takut?
Profil
Pendengar pertama mendengar sesuatu yang mudah luput dari kita: kalimat ini adalah penutup, dan penutup selalu punya bobot ekstra. Mereka baru saja mendengar janji paling lembut dalam seluruh kitab, bahwa Allah yang mendiami kekekalan juga bersemayam bersama orang yang hancur hati. Bagi orang buangan yang merasa kecil dan bersalah, itu adalah udara. Lalu datang ayat 20 dan 21, dan setiap orang di antara mereka harus bertanya: aku yang mana? Yang remuk hati, atau yang fasik? Yesaya sengaja tidak memberi daftar nama. Ia memberi cermin. Dan orang yang benar-benar remuk hati biasanya justru yang paling takut bahwa ayat 21 sedang berbicara tentang dirinya. Ketakutan itu sendiri adalah tanda bahwa ia bukan lautnya.
Tokoh Utama
Yang paling mengejutkan dari Allah dalam pasal ini adalah bahwa Ia berkata: "Aku telah melihat jalan-jalannya, tetapi Aku akan menyembuhkannya." Ia melihat seluruh daftar, penyembahan berhala, anak-anak yang dikorbankan, kebohongan, ketamakan, dan tetap memilih penyembuhan. Ia bahkan menyebut alasannya: kalau Ia murka terus-menerus, napas kehidupan yang Ia ciptakan sendiri akan habis. Allah menahan diri demi ciptaan-Nya yang rapuh. Maka ayat 21 bukan letupan amarah dari Allah yang kehilangan kesabaran. Itu adalah kejujuran dari Allah yang sudah membuka lengan-Nya lebar-lebar dan menolak berbohong tentang apa yang terjadi bila lengan itu ditepis. Dia terlalu mengasihi untuk menjanjikan damai di tempat yang tidak ada damainya.
Refleksi
Di bagian hidup mana Anda paling bersemangat, dan apakah semangat itu benar-benar tanda bahwa Anda sedang berjalan bersama Allah, atau justru bahan bakar untuk terus lari dari-Nya?
Yesaya menempatkan "orang yang hancur hati" dan "orang fasik" di pasal yang sama. Ketika Anda membaca ayat 21 hari ini, suara apa yang muncul dalam diri Anda: gelisah, atau lega?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 57:21
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YESAYA 57:21?
Tentang apakah YESAYA 57:21?
Apa konteks historis dari YESAYA 57:21?
Apa yang YESAYA 57:21 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YESAYA 57:21 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Isaiah 57?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi