YESAYA 7
Teks
Dua raja berbaris menuju Yerusalem, Rezin dari Aram dan Pekah dari Israel utara, hendak menjatuhkan Ahas dan mendudukkan seorang boneka, "anak Tabeel", di takhta Daud. Kabar itu membuat istana gemetar "seperti pohon-pohon di hutan yang tertiup angin". Lalu Allah mengirim Yesaya, bersama anaknya yang bernama nubuat berjalan, menemui Ahas di ujung saluran air, tempat raja sedang memeriksa persediaan air untuk pengepungan. Pesannya: kedua raja itu hanya "dua puntung kayu api yang berasap", rencana mereka tidak akan terjadi. Ahas ditawari tanda apa pun, setinggi langit atau sedalam dunia orang mati, tetapi ia menolak dengan alasan saleh. Maka Allah memberi tanda yang tidak diminta: Imanuel. Dan di belakang tanda itu membayang Asyur, pisau cukur sewaan yang akan mencukur habis negeri itu.
Inti
Pasal ini bukan terutama tentang politik, melainkan tentang di mana seorang raja meletakkan kakinya. Yesaya memainkan satu kata Ibrani, aman, "teguh, dapat diandalkan": jika kamu tidak percaya, kamu tidak akan berdiri teguh. Dari akar kata itu juga datang "amin". Iman di sini bukan perasaan hangat, melainkan memilih berdiri di atas lantai yang tidak kita buat sendiri. Ahas punya pilihan yang masuk akal secara militer, yaitu membeli perlindungan Asyur, dan justru itulah yang membuatnya runtuh. Allah menawarkan bukti sebesar apa pun, dan Ahas menolak dengan bahasa rohani yang terdengar rendah hati padahal menyembunyikan keputusan yang sudah diambil. Di situlah teks ini menggores: kesalehan bisa menjadi tempat persembunyian bagi ketidakpercayaan. Namun Allah tetap memberi tanda, Imanuel, Allah beserta kita, sebagai penghakiman sekaligus anugerah.
Benang Merah
Tanda Imanuel diberikan di tempat yang sangat konkret: seorang anak akan lahir, dan sebelum ia cukup besar untuk membedakan yang jahat dari yang baik, kedua raja yang ditakuti Ahas sudah lenyap. Jangka waktunya pendek, beberapa tahun saja. Tetapi nama itu terlalu besar untuk kotak sejarah yang kecil itu. "Allah beserta kita" adalah bahasa perjanjian, dan di tangan raja yang tidak percaya nama itu berbunyi mengancam: Allah beserta kita, entah kita mau atau tidak. Rumah Daud selamat bukan karena Ahas bijak, melainkan karena janji kepada Daud tidak bergantung pada mutu penghuninya. Itulah benang yang terus terbentang sampai Matius mengutip ayat ini ketika seorang anak lahir di kota Daud: kali ini nama itu akhirnya menemukan ukurannya yang sebenarnya.
Cermin
Yang paling menusuk dari Ahas bukan ketakutannya, melainkan sopan santunnya. "Aku tidak mau mencobai TUHAN" adalah kalimat yang bisa dikutip di kelas katekisasi. Masalahnya, ia sudah mengirim utusan ke Asyur sebelum Yesaya membuka mulut. Kita mengenal gerakan itu. Kita berkata ingin berdoa dulu, padahal surat pengunduran diri sudah diketik. Kita bilang "serahkan saja kepada Tuhan" untuk menghindari percakapan yang seharusnya kita lakukan dengan istri, dengan anak, dengan rekan kerja. Kesalehan menjadi tirai bagi keputusan yang sudah bulat. Teks ini menawarkan sesuatu yang lebih jujur: berdirilah, dan biarkan Allah menjadi lantainya. Hari ini, tulis di secarik kertas satu keputusan yang sebenarnya sudah kamu ambil diam-diam tetapi kamu bungkus dengan bahasa rohani, lalu ucapkan keras-keras di hadapan Allah apa yang sesungguhnya kamu andalkan.
Kaitan dengan Nas Lain
Bacalah 2 Raja-raja 16 berdampingan dengan pasal ini, dan tanda ini menjadi tajam. Di sana kita melihat apa yang Ahas lakukan setelah percakapan di saluran air: ia mengirim perak dan emas dari rumah TUHAN kepada raja Asyur dan menyebut dirinya hamba raja itu. Pisau cukur sewaan itu ia sewa sendiri. Sisi lain benang ini muncul di Matius 1, ketika malaikat mengumumkan kelahiran Yesus dan penginjil mengutip justru ayat 14 ini. Matius tidak sedang mencomot ayat; ia melihat bahwa nama Imanuel selama tujuh abad menunggu seseorang yang sungguh-sungguh dapat menyandangnya, seorang keturunan Daud yang, tidak seperti Ahas, percaya sepenuhnya.
Profil
Pendengar pertama Yesaya adalah orang Yehuda abad kedelapan yang tahu persis bunyi kata "dadih dan madu". Bagi kita itu terdengar seperti kemakmuran. Bagi mereka itu makanan negeri yang kosong: ladang anggur berubah jadi onak, tidak ada cukup orang untuk menggarap, tinggal seekor sapi dan dua domba yang berkeliaran bebas sehingga susunya berlimpah. Itu gambar reruntuhan, bukan pesta. Mereka juga bergidik pada ayat 20. Mencukur janggut seorang laki-laki adalah penghinaan paling telanjang yang bisa ditimpakan kepada tawanan perang; Asyur dilukiskan bukan sebagai penyelamat, melainkan sebagai alat cukur di tangan Allah sendiri. Dan siulan memanggil lalat dari Mesir serta lebah dari Asyur: kedua adidaya itu datang seperti serangga yang dipanggil tuannya.
Konteks
Kita berada sekitar tahun 734 sebelum Masehi. Tiglat-Pileser III sedang mendorong Asyur ke barat, dan negeri-negeri kecil di Siria dan Palestina panik. Rezin dan Pekah membentuk koalisi anti-Asyur dan menuntut Yehuda ikut; ketika Ahas menolak, mereka bergerak untuk menggantinya dengan "anak Tabeel", seorang raja yang lebih penurut. Ahas masih muda, baru di takhta, dan ketika Yesaya menemuinya ia sedang berada di ujung saluran kolam atas, di jalan menuju Padang Penatu, tempat para penatu menjemur kain di bawah bau air cucian. Raja sedang memeriksa air, hal paling praktis yang bisa dilakukan seorang penguasa terkepung. Di situlah nabi berdiri bersama anaknya, Syear Yasyub, yang namanya berarti "sisa akan kembali": sebuah nubuat kecil yang berjalan dengan kaki sendiri, separuh ancaman, separuh harapan.
Refleksi
Di mana dalam hidupmu bahasa rohani berfungsi sebagai tirai bagi keputusan yang sudah kamu ambil tanpa Allah?
Jika "Allah beserta kita" berarti Allah hadir entah kita menginginkan-Nya atau tidak, bagian mana dari hidupmu yang paling ingin kamu tutup dari kehadiran itu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Isaiah 7
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YESAYA 7?
Tentang apakah YESAYA 7?
Apa konteks historis dari YESAYA 7?
Apa yang YESAYA 7 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YESAYA 7 masih relevan hari ini?
Apa yang menyentuh hati Anda dalam Isaiah 7?
Belum ada wawasan yang dibagikan pada bagian ini. Jadilah yang pertama membagikan sesuatu: wawasan, doa, atau ucapan syukur.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
