MATIUS 1
Nas Ini
Matius membuka Injilnya bukan dengan mukjizat, melainkan dengan daftar nama: "Kitab silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham." Empat puluh dua generasi bergulir dari Abraham lewat Daud, lewat pembuangan ke Babel, sampai pada "Yusuf, suami Maria," dan Maria "melahirkan Yesus, yang disebut Kristus." Lalu kamera menyorot satu pria yang bingung: Yusuf, yang mendapati tunangannya mengandung, berniat menceraikannya diam-diam, sampai malaikat datang dalam mimpi dan menyuruhnya memberi nama Anak itu Yesus, "karena Dia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka."
Intinya
Daftar nama itu bukan basa-basi arsip. Matius sedang berkata: Allah bekerja di dalam waktu, di dalam keluarga-keluarga yang berantakan, di dalam sejarah yang tidak rapi. Silsilah ini penuh nama yang membuat malu: Yehuda yang tidur dengan menantunya, Daud yang mengambil "bekas istri Uria," Manasye yang mengorbankan anaknya sendiri. Namun garis itu tidak putus. Keselamatan bukan hasil dari kesalehan leluhur, melainkan kesetiaan Allah yang menembus ketidaksetiaan manusia. Dan puncaknya bukan seorang pahlawan lain, melainkan seorang Anak yang namanya berarti "TUHAN menyelamatkan". Perhatikan apa yang tidak dikatakan malaikat: bukan "Dia akan membebaskan umat-Nya dari Roma", padahal itulah yang paling diinginkan orang. Musuh yang sebenarnya ternyata ada di dalam, bukan di luar.
Benang Merahnya
Dua nama di ayat pertama membuka dua janji besar. Kepada Abraham, Allah berjanji bahwa melalui keturunannya semua bangsa di bumi akan diberkati; kepada Daud, bahwa takhtanya akan berdiri selamanya. Selama berabad-abad kedua janji itu tampak macet: keturunan Abraham menjadi budak, lalu buangan; takhta Daud runtuh di Babel. Matius menyusun silsilahnya dalam tiga kali empat belas generasi, dan generasi ketiga berakhir bukan pada seorang raja yang dinobatkan di Yerusalem, tetapi pada seorang bayi di kampung. Di sinilah kedua janji bertemu dan digenapi sekaligus. Yesus adalah keturunan Abraham yang memberkati bangsa-bangsa, sekaligus Anak Daud yang memerintah. Seluruh Perjanjian Lama bergerak ke arah ayat 16, dan berhenti di sana.
Cermin
Ada bagian dari sejarah keluarga Anda yang tidak Anda ceritakan di acara reuni. Kecanduan seorang ayah. Perceraian yang meninggalkan luka pada anak-anak. Uang yang diperoleh dengan cara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kita cenderung berpikir bahwa Allah bekerja di garis keturunan yang bersih, dan bahwa kita, dengan latar belakang seperti ini, paling-paling menjadi catatan kaki. Matius menaruh Tamar, Rahab, Rut, dan "bekas istri Uria" tepat di tengah silsilah Mesias, dan tidak menyensor satu pun. Pertanyaannya bukan apakah Anda cukup layak menjadi bagian dari pekerjaan Allah, melainkan apakah Anda percaya bahwa Ia sungguh sanggup bekerja melalui orang-orang seperti Anda. Yusuf pun tidak diminta memahami; ia diminta bangun dan bertindak.
Latar Pendengarnya
Matius menulis bagi orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus, dan yang karena itu dituduh meninggalkan iman nenek moyang mereka. Bagi mereka, silsilah bukan hiasan melainkan surat keterangan sah: tanpa garis keturunan yang jelas, tidak ada klaim atas takhta Daud. Sebutan "pembuangan ke Babel" yang muncul dua kali di ayat 11 dan 12 menyentuh luka nasional yang belum sembuh, sebab meski mereka sudah pulang ke tanah itu, mereka masih diperintah orang asing. Dan mereka tahu betul apa artinya bagi Yusuf mendapati tunangannya mengandung: pertunangan Yahudi mengikat secara hukum, sehingga pembatalannya menuntut surat cerai, dan aib itu akan melekat pada Maria seumur hidup.
Detailnya
Perhatikan kalimat kecil di ayat 19: Yusuf "adalah orang yang benar dan tidak mau mempermalukan Maria di muka umum". Kata "dan" itu mengejutkan. Menurut logika hukum, seharusnya tertulis "namun": ia benar, namun ia berbelas kasihan. Matius justru menyandingkan keduanya sebagai satu hal. Kebenaran yang sejati, dalam pandangannya, bukan penerapan aturan sekeras mungkin, melainkan kesetiaan pada hukum Allah yang tidak pernah lepas dari kasih. Yusuf mencari jalan yang menanggung kerugian sendiri: ia akan menanggung tanda tanya orang sekampung demi melindungi Maria. Itulah gambaran kecil dari apa yang akan dilakukan Anak yang ia namai, yang menanggung aib bukan miliknya.
Tokoh Utamanya
Yusuf tidak mengucapkan satu patah kata pun di seluruh pasal ini. Yang kita punya hanyalah pikirannya yang bergolak dan kakinya yang bergerak. Bayangkan malam itu: rencana pernikahan yang hancur, kepercayaan yang runtuh, dan seluruh kampung yang akan segera bertanya. Ia sudah mengambil keputusan yang paling murah hati yang bisa dipikirkan seorang pria terhormat, dan justru saat itu Allah menyela. Malaikat memanggilnya "Yusuf, anak Daud", sebuah gelar yang terdengar terlalu besar untuk seorang tukang kayu dari Nazaret, tetapi tepat sasaran: melalui dialah Yesus secara sah menjadi Anak Daud. Yang ia lakukan sesudahnya sederhana dan berat sekaligus. Ia bangun, mengambil Maria sebagai istrinya, dan memberi nama Anak itu Yesus. Ketaatan yang tidak dramatis, hanya lengkap.
Renungan
Bagian mana dari sejarah hidup atau keluarga Anda yang Anda anggap terlalu kotor untuk dipakai Allah, dan apa yang berubah bila Anda membacanya di terang silsilah Matius?
Yusuf memilih kebenaran yang menanggung kerugian sendiri. Di mana dalam hidup Anda minggu ini "menjadi benar" akan berarti menanggung sesuatu, bukan menuntut sesuatu?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Matthew 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti MATIUS 1?
Tentang apakah MATIUS 1?
Apa konteks historis dari MATIUS 1?
Apa yang MATIUS 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana MATIUS 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Matthew 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, dan Nahason memperanakkan Salmon." Nama nama ini hidup di zaman padang gurun, berjalan puluhan tahun tanpa pernah melihat tanah yang dijanjikan. Tak ada kisah besar mereka yang dicatat. Tapi garis itu tidak putus. Mungkin hidupmu pun terasa seperti satu baris yang terlewat, padahal Allah sedang menulis sesuatu lewat kesetiaanmu yang sunyi.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
