YEREMIA 31:34
Teks Itu Sendiri
Catatan: dua judul pertama dalam struktur penjelasan ini adalah "Teks Itu Sendiri" dan "Intinya"; itulah yang saya tuliskan di bawah ini.
Tidak akan ada lagi guru yang menepuk bahu tetangganya sambil berkata, "Kenallah TUHAN," sebab semua orang sudah mengenal Dia sendiri, "dari yang paling kecil di antara mereka sampai yang paling besar." Dan alasan yang diberikan TUHAN bukanlah pendidikan yang lebih baik atau generasi yang lebih saleh, melainkan satu tindakan ilahi: "Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan Aku tidak akan mengingat lagi dosa mereka." Ayat ini menutup janji perjanjian baru dengan kata terakhir yang paling mengejutkan: pengetahuan tentang Allah lahir dari pengampunan, bukan sebaliknya.
Intinya
Perhatikan urutan logikanya, sebab di situlah seluruh beban teologis ayat ini terletak. Mereka mengenal Allah karena Allah mengampuni. Bukan: mereka diampuni karena akhirnya mereka belajar mengenal Dia. Dalam dunia Yeremia, pengetahuan akan Allah bukan informasi yang disimpan di kepala; kata Ibrani yada menyangkut hubungan yang hidup, sedekat suami dan istri, dan ayat 32 memang menyebut Allah "suami bagi mereka." Yang dijanjikan di sini adalah keintiman yang tidak lagi bergantung pada rantai pengajaran manusia, karena fondasinya adalah amnesia ilahi yang disengaja: Allah memilih untuk tidak lagi mengingat. Itu bukan kelupaan, itu keputusan. Dan keputusan itulah yang membuat seorang anak kecil di Yehuda berdiri sama dekat dengan Allah seperti seorang imam.
Benang Merah
Dari Sinai sampai salib, Alkitab bergerak di sepanjang satu pertanyaan: bagaimana Allah bisa tinggal di tengah umat yang terus melanggar? Perjanjian pertama menjawabnya dengan darah korban yang diulang tiap tahun; selalu diulang, karena selalu kurang. Ketika Yesus mengangkat cawan pada malam terakhir dan menyebutnya perjanjian baru dalam darah-Nya, Ia tidak memperkenalkan gagasan asing. Ia mengutip Yeremia. Ia berkata, dengan tenang dan di tengah meja yang berisik: inilah hari-hari yang dijanjikan itu, dan Akulah harga pengampunan yang membuat janji "Aku tidak akan mengingat lagi dosa mereka" sah secara hukum. Seluruh ayat 34 bergantung pada kalimat terakhirnya, dan kalimat terakhir itu bergantung pada Golgota. Tanpa itu, Yeremia hanya menjanjikan optimisme yang indah namun tidak dibiayai.
Cermin
Ada dosa yang Anda sudah akui puluhan kali dan tetap Anda putar ulang sebelum tidur: kata-kata kasar kepada anak Anda tahun lalu, uang yang Anda ambil dan tidak Anda sebutkan, perselingkuhan hati yang tidak pernah menjadi perbuatan tetapi tetap nyata. Anda hafal detailnya. Dan diam-diam Anda yakin Allah juga menyimpan berkas itu, lengkap, tersusun rapi. Ayat ini menyerang keyakinan itu bukan dengan menghibur Anda, melainkan dengan memberi tahu apa yang Allah putuskan: tidak mengingat lagi. Ingatan Anda bukan ukuran ingatan Allah. Sebaliknya juga berlaku: nama yang Anda simpan dalam daftar hitam Anda sendiri mungkin sudah lama dihapus dari daftar-Nya. Hari ini: tuliskan satu dosa yang paling sering Anda ulang dalam pikiran di selembar kertas, ucapkan dengan suara terdengar, "Allah tidak mengingat ini lagi," lalu robek kertas itu dan buang.
Pertanyaan yang Tersisa
Kalau semua orang akan mengenal Allah tanpa perantara, mengapa Anda masih menyiapkan bahan pemuridan Sabtu malam? Mengapa gereja masih penuh pengajaran, kursus, khotbah? Ibrani menyatakan janji ini sudah berlaku dalam Kristus, tetapi surat yang sama penuh peringatan agar jangan menjadi lambat mengerti. Kita hidup di ruang yang tegang: pengampunan sudah final, pengenalan belum penuh. Saya tidak akan memperhalus itu. Ada kemungkinan Yeremia menunjuk melampaui zaman kita, ke hari ketika iman berhenti dan menjadi penglihatan, dan setiap pengajaran menjadi mubazir karena Allah hadir tanpa tabir. Sampai saat itu, mengajar bukan tanda janji ini gagal; mengajar adalah bentuk sementara dari sesuatu yang kelak tidak lagi diperlukan. Rindu akan hari itu adalah sikap paling jujur yang bisa kita ambil.
Konteks
Yeremia menulis ini ketika semuanya runtuh. Yerusalem dikepung atau baru saja jatuh, Bait Allah menjadi puing, kaum terdidik diangkut ke Babel, dan pasal 30 sampai 33 berdiri di tengah kehancuran itu seperti satu-satunya lampu yang masih menyala. Yang perlu Anda ketahui: pengenalan akan Allah di Yehuda adalah barang yang disalurkan. Imam menyimpan Taurat, ahli kitab menyalinnya, orang biasa bergantung pada mereka, dan Yeremia sendiri menuduh para imam itu gagal. Jadi ketika TUHAN berkata "dari yang paling kecil di antara mereka sampai yang paling besar," itu bukan bahasa kiasan yang manis; itu pembongkaran hierarki rohani. Petani yang tidak bisa membaca akan berdiri setara dengan pejabat istana. Di masyarakat yang sangat sadar status, kalimat itu terasa hampir subversif.
Jalinan dengan Kitab Lain
Dua tempat memperlihatkan betapa jauh ayat ini bergema. Pertama, Ibrani mengutip Yeremia 31 dua kali, dan yang menarik: pada kutipan kedua penulisnya memotong seluruhnya kecuali bagian akhir, hanya bagian tentang dosa yang tidak diingat lagi. Lalu ia menarik kesimpulan tajam: di mana ada pengampunan seperti itu, tidak diperlukan lagi korban. Satu kalimat Yeremia menghapus seluruh sistem kurban. Kedua, Yehezkiel, nabi sezaman di pengasingan, menjanjikan hati yang baru dan Roh yang ditaruh di dalam umat; ia menjelaskan bagaimana Taurat bisa sampai ke "batin mereka" (ayat 33). Yeremia memberi isi perjanjiannya, Yehezkiel memberi mekanismenya, dan Pentakosta memberi tanggalnya. Ketegangan tetap ada: Yeremia berkata pengajaran akan berhenti, sedangkan Perjanjian Baru justru memerintahkan mengajar segala bangsa. Kitab Suci di sini tidak saling membatalkan; ia menahan kita di antara janji yang sudah diberikan dan penggenapan yang belum kita lihat sepenuhnya.
Pertanyaan Refleksi
Apa yang berubah dalam doa Anda besok pagi jika Anda benar-benar percaya bahwa Allah tidak sedang mengingat dosa yang Anda sendiri belum berhenti mengingat?
Dalam pelayanan atau kelompok yang Anda pimpin, apakah Anda mengajar orang untuk mengenal Allah sendiri, atau secara halus membuat mereka bergantung pada pengenalan Anda tentang Dia?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Jeremiah 31:34
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti YEREMIA 31:34?
Tentang apakah YEREMIA 31:34?
Apa konteks historis dari YEREMIA 31:34?
Apa yang YEREMIA 31:34 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana YEREMIA 31:34 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Jeremiah 31
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Namun, setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap orang yang makan buah anggur yang asam, giginya sendiri akan menjadi ngilu." Tuhan sedang memutus rantai. Luka orang tuamu bukan vonis atas hidupmu. Tetapi ada sisi lain: kamu juga tidak bisa lagi bersembunyi di balik cerita mereka. Di hadapan Tuhan, kamu berdiri sendiri, dan justru di situ Dia menyambutmu secara pribadi.
Rahel menangisi anak-anak yang diseret ke pembuangan, dan Tuhan menjawab: "Tahanlah suaramu dari tangisan, dan matamu dari air mata, karena pekerjaanmu akan diberi upah." Perhatikan, air matamu disebut pekerjaan, bukan kelemahan. Bukan sesuatu yang harus kausembunyikan, melainkan sesuatu yang Tuhan catat dan balas. Apa yang sedang kautangisi hari ini?
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi