Penjelasan Alkitab

MAZMUR 25:15

Alkitab

Teks

"Mataku terus-menerus kepada TUHAN karena Dia akan mengeluarkan kakiku dari jerat." Satu kalimat, dua bagian tubuh: mata yang diarahkan ke atas, kaki yang tersangkut di bawah. Daud mengaku bahwa ia sedang terjerat, kakinya tertangkap dalam perangkap yang dipasang orang lain atau digali oleh kebodohannya sendiri, dan ia tidak bisa melepaskan diri. Yang ia lakukan bukan menunduk mengutak-atik simpul tali itu, melainkan mengangkat pandangannya kepada TUHAN dan tetap menahannya di sana. Ini bukan penyangkalan terhadap jerat; ayat-ayat sekitarnya penuh dengan musuh, kesesakan, dan dosa. Ini adalah keputusan tentang ke mana mata diarahkan ketika kaki tidak bisa bergerak.

Inti

Ayat ini menolak dua hal sekaligus: bahwa kita bisa membebaskan diri sendiri, dan bahwa karena itu kita boleh pasrah tanpa berbuat apa-apa. Yang tersisa adalah satu tindakan yang sepenuhnya manusiawi dan sepenuhnya bergantung, yaitu memandang. Daud tidak berkata "Dia telah mengeluarkan kakiku", tetapi "Dia akan mengeluarkan". Pembebasan itu belum terjadi. Jeratnya masih mengikat saat kalimat ini diucapkan. Inilah iman dalam bentuknya yang paling telanjang: keyakinan yang mendahului bukti, mata yang tertuju pada Pribadi yang belum bertindak seperti yang diharapkan. Dan perhatikan siapa Allah di sini. Bukan Allah yang berkomentar dari jauh, melainkan Allah yang membungkuk ke tanah, ke pergelangan kaki yang lecet, untuk melepaskan simpul. Keselamatan dalam Mazmur ini selalu konkret: kaki yang kembali bisa berjalan.

Benang Merah

Jerat adalah gambar pemburu: jaring tersembunyi di rumput, tali yang mengencang justru ketika kau meronta. Seluruh Alkitab bergerak di sekitar gambar itu. Israel terjerat di Mesir dan tidak bisa membebaskan diri; yang terjadi bukan pemberontakan yang berhasil, melainkan Allah yang turun dan mengeluarkan mereka. Mazmur ini berakhir persis di sana: "Tebuslah Israel, ya Allah, dari semua kesusahannya." Doa satu orang tentang kakinya sendiri melebar menjadi doa satu bangsa. Dan garis itu berlanjut sampai ke salib, di mana Yesus Kristus tidak melepaskan diri-Nya dari jerat yang paling rapat, yaitu maut, supaya kaki kita dilepaskan. Yang menarik: di taman Getsemani Ia pun mengangkat mata kepada Bapa sebelum pembebasan datang. Pola Daud digenapi oleh Seorang yang memandang lebih lama dan lebih setia daripada kita semua.

Cermin

Kau tahu jeratmu. Cicilan yang tidak berkurang meski kau menghitung ulang tiap malam. Percakapan dengan atasan yang kau putar di kepala pukul tiga pagi. Anak yang menjauh dan setiap kalimatmu malah mengencangkan tali. Kebiasaan yang kaupikir sudah kautinggalkan lima tahun lalu. Dan kau tahu juga refleksmu: menunduk, mengutak-atik simpul, mencari strategi kesebelas, membuka ponsel untuk melupakan sejenak. Ayat ini tidak melarangmu bertindak bijak. Ia menelanjangi sesuatu yang lain: bahwa matamu sudah lama tidak diangkat, bahwa kau lebih percaya pada kelihaianmu daripada pada Allah yang membungkuk ke pergelangan kakimu. Daud tidak menunggu sampai bebas untuk memandang. Ia memandang justru sambil terikat. Hari ini: tulis di selembar kertas satu kalimat pendek yang menyebut namanya jeratmu, letakkan kertas itu di meja kerjamu, lalu ucapkan dengan suara keras, "Mataku terus-menerus kepada TUHAN."

Konteks

Mazmur 25 disusun menurut urutan abjad Ibrani, satu huruf untuk setiap ayat. Itu bukan permainan gaya. Doa ini ditulis oleh orang yang kacau hatinya tetapi menolak membiarkan doanya ikut kacau; ia menuntun dirinya dari A sampai Z, seperti orang yang berpegangan pada tali tangga saat badai. Di sekeliling ayat 15 berdesak-desakan kenyataan keras: musuh yang banyak dan membenci "dengan kebencian yang kejam", rasa malu di depan umum, kesepian, dosa masa muda yang masih menempel. Dalam dunia Timur kuno, dipermalukan di hadapan musuh bukan sekadar perasaan tidak enak; itu berarti kehilangan tempat di tengah masyarakat. Daud berdoa sebagai orang yang reputasinya sedang digerogoti, dan yang tahu bahwa sebagian lukanya adalah salahnya sendiri.

Detail

Kata "terus-menerus" menerjemahkan kata Ibrani tamid, kata yang dipakai untuk korban harian di Bait Allah: yang dipersembahkan pagi dan petang tanpa pernah absen, hari demi hari, tahun demi tahun. Memandang kepada TUHAN di sini bukan pengalaman rohani yang menyala lalu padam, melainkan sebuah ritme. Sesuatu yang kaulakukan juga ketika tidak terasa apa-apa, ketika jerat tidak kunjung lepas, ketika kau sudah bosan pada doamu sendiri. Itu melegakan sekaligus menuntut. Melegakan, karena berarti kau tidak gagal saat pandanganmu goyah. Menuntut, karena artinya arah mata adalah kebiasaan yang dilatih, bukan suasana hati yang ditunggu. Kau tidak jatuh cinta pada disiplin ini; kau memilihnya, berulang-ulang, seperti imam yang menyalakan api tiap pagi.

Intertekstual

Mazmur 121 memulai dengan gerakan yang sama, mata yang diangkat ke gunung-gunung, lalu langsung mengoreksi diri: pertolongan tidak datang dari gunung, melainkan dari TUHAN yang menjadikannya. Mata perlu diarahkan lebih tinggi daripada tempat pertolongan biasanya kita cari. Yang lebih tajam lagi adalah doa Raja Yosafat dalam 2 Tawarikh 20, ketika tiga pasukan bergerak menuju Yerusalem dan ia mengakui di depan seluruh bangsa bahwa mereka tidak tahu harus berbuat apa, tetapi mata mereka tertuju kepada Allah. Persis pengakuan Daud, diucapkan oleh seorang raja dengan tentara di belakangnya. Ketidakberdayaan yang jujur ternyata bukan kelemahan iman, melainkan tempat di mana iman mulai bekerja.

Refleksi

Ke mana matamu paling sering tertuju dalam sepuluh menit pertama setelah kau bangun, dan apa yang hal itu ungkapkan tentang di mana kau meletakkan harapanmu?

Daud berkata "Dia akan mengeluarkan", bukan "Dia telah mengeluarkan". Sanggupkah kau memandang Allah yang belum melakukan apa yang kauminta, tanpa diam-diam mulai menawar?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 25:15

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti MAZMUR 25:15?
"Mataku terus-menerus kepada TUHAN karena Dia akan mengeluarkan kakiku dari jerat." Satu kalimat, dua bagian tubuh: mata yang diarahkan ke atas, kaki yang tersangkut di bawah. Daud mengaku bahwa ia sedang terjerat, kakinya tertangkap dalam perangkap yang dipasang orang lain atau digali oleh kebodohannya sendiri, dan ia tidak bisa melepaskan diri.
Tentang apakah MAZMUR 25:15?
Jerat adalah gambar pemburu: jaring tersembunyi di rumput, tali yang mengencang justru ketika kau meronta. Seluruh Alkitab bergerak di sekitar gambar itu. Israel terjerat di Mesir dan tidak bisa membebaskan diri; yang terjadi bukan pemberontakan yang berhasil, melainkan Allah yang turun dan mengeluarkan mereka.
Apa konteks historis dari MAZMUR 25:15?
Mazmur 25 disusun menurut urutan abjad Ibrani, satu huruf untuk setiap ayat. Itu bukan permainan gaya. Doa ini ditulis oleh orang yang kacau hatinya tetapi menolak membiarkan doanya ikut kacau; ia menuntun dirinya dari A sampai Z, seperti orang yang berpegangan pada tali tangga saat badai.
Apa yang MAZMUR 25:15 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Mazmur 121 memulai dengan gerakan yang sama, mata yang diangkat ke gunung-gunung, lalu langsung mengoreksi diri: pertolongan tidak datang dari gunung, melainkan dari TUHAN yang menjadikannya. Mata perlu diarahkan lebih tinggi daripada tempat pertolongan biasanya kita cari.
Bagaimana MAZMUR 25:15 masih relevan hari ini?
Daud berkata "Dia akan mengeluarkan", bukan "Dia telah mengeluarkan". Sanggupkah kau memandang Allah yang belum melakukan apa yang kauminta, tanpa diam-diam mulai menawar?
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang Psalms 25

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Doa Editorial pada ayat 14

Bapa, aku ingin mengenal Engkau lebih dari sekadar tahu tentang Engkau. Ajar aku hidup dengan hormat di hadapan-Mu, supaya hatiku terbuka pada apa yang Kaubisikkan. Buka pikiranku untuk mengerti janji-Mu dan percaya bahwa Engkau setia menepatinya.

Syukur Editorial pada ayat 8

Terima kasih, TUHAN, karena Engkau baik dan benar, dan justru karena itu Engkau mengajarkan jalan-Mu kepada orang berdosa. Aku yang sering tersesat dan salah melangkah tidak Kaubuang, melainkan Kautuntun lagi dengan sabar sampai aku mengenal jalan-Mu.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi

Penafian: Faith.network menggunakan model bahasa otomatis untuk menyusun penjelasan Alkitab. Meskipun kami berupaya menjaga ketepatan teologis, perangkat lunak ini dapat membuat kesalahan. Gunakanlah sebagai pelengkap, bukan pengganti, bagi penelaahan Alkitab pribadi Anda dan kehidupan bersama dalam persekutuan gereja.

© 2026 Faith.Network. Hak cipta dilindungi.

Faith.network adalah pelayanan dari Faith.network · KvK 84972599 · connect@faith.network

Perusahaan?