Penjelasan Alkitab

MAZMUR 37:3

Alkitab

Teks

Empat perintah pendek, berderet seperti pasak yang dipukul ke tanah: percayalah kepada TUHAN, lakukan yang baik, tinggallah di negeri itu, dan peliharalah kesetiaanmu. Ayat ini berdiri tepat setelah peringatan agar jangan panas hati melihat orang jahat yang "akan segera dipangkas seperti rumput" (ayat 2). Jadi perintah ini bukan nasihat umum tentang hidup saleh, melainkan jawaban konkret atas sebuah godaan tertentu: godaan untuk pergi, untuk menyerah, untuk ikut bermain curang karena tampaknya hanya itu yang berhasil. Daud tidak menjawab dengan argumen, tetapi dengan empat tindakan yang bisa dilakukan besok pagi, di tanah yang sama, dengan tetangga yang sama.

Inti

Perhatikan urutannya: percaya lebih dahulu, lalu berbuat baik. Bukan sebaliknya. Kepercayaan kepada TUHAN bukan hasil akhir dari hidup yang tertib, melainkan tanah tempat hidup yang tertib itu bisa bertumbuh. Dan "tinggallah di negeri" bukan sekadar urusan alamat. Negeri itu adalah tanah perjanjian, pemberian Allah kepada umat-Nya, tanda yang bisa diinjak dengan kaki bahwa Allah menepati janji-Nya. Ketika orang curang menguasai pasar dan pengadilan, godaan terbesar bukanlah murtad secara teori, melainkan pindah: menjual warisan, mencari nafkah di tempat lain, melepaskan ikatan dengan janji Allah demi kelangsungan hidup. Mazmur ini berkata: bertahanlah di tempat yang Allah berikan, dan gembalakan kesetiaanmu di sana seperti orang menggembalakan ternak, hari demi hari, dengan sabar.

Benang Merah

Janji "mewarisi negeri" bergema sembilan kali dalam mazmur ini, dan di ayat 11 ia diberikan kepada orang-orang rendah hati. Yesus mengambil kalimat itu hampir utuh dan menempatkannya di Bukit, di antara ucapan-ucapan bahagia: yang lemah lembut akan mewarisi bumi. Dia tidak sedang mengutip hiasan puitis; Dia sedang memperluas peta. Negeri yang dulu berbatas sungai dan gurun ternyata hanyalah contoh kecil dari pemulihan seluruh ciptaan. Dan Yesus sendiri menjalani ayat 3 sampai ke dasarnya: Ia percaya kepada Bapa, Ia melakukan yang baik, Ia tidak lari dari tempat yang diberikan kepada-Nya, bahkan ketika tempat itu menjadi Golgota. Orang-orang curang tampak menang sore itu. Tiga hari kemudian mereka "tidak ada di sana" (ayat 10), dan Dia yang setia menerima warisan-Nya.

Cermin

Godaan untuk pergi jarang datang sebagai pemberontakan. Ia datang sebagai kelelahan. Anda melihat rekan kerja yang memoles angka laporan dan naik jabatan, sementara kejujuran Anda terasa seperti kebodohan yang mahal. Anda melihat tetangga yang menyerobot tanah dan tidak ada yang berani menegur. Anda mulai menghitung: berapa lama lagi saya harus bertahan di posisi ini, di pernikahan ini, di gereja yang mengecewakan ini, di keluarga yang tidak menghargai saya ini? Ayat ini tidak menjanjikan bahwa bertahan akan terasa enak. Ia hanya menolak memberi Anda izin untuk kabur dari tempat yang Allah percayakan, dan menukar kesetiaan dengan keuntungan yang layu seperti rumput. Hari ini juga: tuliskan di secarik kertas satu tempat atau tanggung jawab yang paling ingin Anda tinggalkan minggu ini, lalu ucapkan dengan suara keras, "Di sini aku tinggal, dan di sini aku memelihara kesetiaan."

Profil

Bayangkan seorang petani di perbukitan Yehuda. Tanahnya warisan kakeknya, ditandai batu-batu di tepi ladang. Panen gagal dua musim; utangnya bertambah. Di desa ada orang yang menggeser batu batas itu sedikit demi sedikit, dan hakim di gerbang kota menerima hadiahnya. Petani ini mendengar ayat 3 bukan sebagai renungan pagi, melainkan sebagai keputusan ekonomi: tetap di tanah ini, atau jual dan jadi buruh di kota, atau pergi ke Moab mencari roti. Bagi dia, "tinggallah di negeri" berarti menolak tawaran yang masuk akal secara angka. Dan "peliharalah kesetiaanmu" berarti: jangan balas menggeser batu. Kita membaca ini sebagai sikap batin; dia mendengarnya sebagai nasib keluarganya untuk sepuluh tahun ke depan.

Konteks

Mazmur 37 disusun mengikuti abjad Ibrani, huruf demi huruf, seperti daftar yang harus dihafal. Bentuk itu sendiri sudah berbicara: ini pengajaran orang tua kepada yang muda, bukan jeritan di tengah krisis. Suaranya adalah suara orang yang sudah lama hidup, yang berkata di ayat 25, "Dahulu aku muda, dan sekarang aku tua." Dunia yang ia gambarkan adalah dunia agraris tanpa jaring pengaman: kepemilikan tanah menentukan segalanya, kehilangan tanah berarti kehilangan nama, keturunan, dan tempat di tengah umat. Kekuasaan ada pada mereka yang punya pedang dan busur (ayat 14) dan pada mereka yang bisa membeli keputusan hukum. Di dunia seperti itu, orang benar yang miskin bukan sekadar kurang beruntung; ia nyaris tidak terlihat. Mazmur ini menolak kesimpulan itu.

Detail

"Peliharalah kesetiaanmu." Kata Ibrani yang dipakai adalah ra'ah, kata yang biasa dipakai untuk menggembalakan domba, dan objeknya adalah emunah, kesetiaan atau keteguhan. Jadi secara harfiah: gembalakanlah kesetiaan. Sebagian penerjemah membacanya "makanlah dari kesetiaan", seperti ternak yang merumput. Keduanya mengejutkan. Kesetiaan bukan sifat yang Anda miliki begitu saja; ia makhluk hidup yang harus digiring, dijaga dari serigala, dibawa ke air setiap hari, dan dihitung ulang setiap malam. Dan sekaligus ia adalah padang rumput tempat Anda sendiri mendapat makan. Bandingkan dengan nasib orang curang di ayat 2: mereka dipangkas seperti rumput. Yang satu merumput dengan sabar; yang lain menjadi rumput yang dipotong. Seluruh mazmur ini tersembunyi dalam satu gambar itu.

Refleksi

Di bagian hidup mana saya sedang diam-diam menyusun rencana untuk pergi, dan apa yang sebenarnya saya hindari di sana?

Jika kesetiaan harus digembalakan setiap hari, pemberian makan apa yang paling sering saya lewatkan minggu ini?

Bagikan penjelasan ini

Bantu sebarkan Injil. Kirim penjelasan ini kepada seseorang yang dapat dikuatkan olehnya.

WhatsApp Email Facebook X / Twitter

Pertanyaan yang sering diajukan tentang Psalms 37:3

Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.

Apa arti MAZMUR 37:3?
Empat perintah pendek, berderet seperti pasak yang dipukul ke tanah: percayalah kepada TUHAN, lakukan yang baik, tinggallah di negeri itu, dan peliharalah kesetiaanmu. Ayat ini berdiri tepat setelah peringatan agar jangan panas hati melihat orang jahat yang "akan segera dipangkas seperti rumput" (ayat 2).
Tentang apakah MAZMUR 37:3?
Perhatikan urutannya: percaya lebih dahulu, lalu berbuat baik. Bukan sebaliknya. Kepercayaan kepada TUHAN bukan hasil akhir dari hidup yang tertib, melainkan tanah tempat hidup yang tertib itu bisa bertumbuh. Dan "tinggallah di negeri" bukan sekadar urusan alamat. Negeri itu adalah tanah perjanjian, pemberian Allah kepada umat-Nya, tanda yang bisa diinjak dengan kaki bahwa Allah menepati janji-Nya.
Apa konteks historis dari MAZMUR 37:3?
Janji "mewarisi negeri" bergema sembilan kali dalam mazmur ini, dan di ayat 11 ia diberikan kepada orang-orang rendah hati. Yesus mengambil kalimat itu hampir utuh dan menempatkannya di Bukit, di antara ucapan-ucapan bahagia: yang lemah lembut akan mewarisi bumi. Dia tidak sedang mengutip hiasan puitis; Dia sedang memperluas peta.
Apa yang MAZMUR 37:3 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Godaan untuk pergi jarang datang sebagai pemberontakan. Ia datang sebagai kelelahan. Anda melihat rekan kerja yang memoles angka laporan dan naik jabatan, sementara kejujuran Anda terasa seperti kebodohan yang mahal. Anda melihat tetangga yang menyerobot tanah dan tidak ada yang berani menegur.
Bagaimana MAZMUR 37:3 masih relevan hari ini?
Bayangkan seorang petani di perbukitan Yehuda. Tanahnya warisan kakeknya, ditandai batu-batu di tepi ladang. Panen gagal dua musim; utangnya bertambah. Di desa ada orang yang menggeser batu batas itu sedikit demi sedikit, dan hakim di gerbang kota menerima hadiahnya.
Terwujud berkat para mitra kami

Yang dibagikan komunitas tentang Psalms 37

Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.

Syukur Editorial pada ayat 27

Terima kasih, Tuhan, karena Engkau tidak membiarkanku meraba-raba arah: Engkau berkata jelas, "Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik." Terima kasih untuk setiap kali Engkau menahan langkahku dari jalan yang salah, dan untuk janji bahwa aku boleh tinggal selama-lamanya bersama-Mu.

Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda

Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.

Buka di alat studi