RUT 2
Teksnya
Rut, janda Moab yang tidak punya apa-apa, meminta izin memungut sisa jelai di ladang orang, dan "kebetulan" sampai di ladang Boas, kerabat almarhum suami Naomi. Boas memperhatikannya, melindunginya dari gangguan, memberinya air dan makanan, lalu diam-diam menyuruh para pekerjanya menjatuhkan jelai dengan sengaja supaya Rut memungut lebih banyak. Sore hari Rut pulang dengan seefa jelai dan sisa makanannya untuk Naomi, dan Naomi menyadari bahwa Boas adalah salah satu penebus keluarga mereka.
Intinya
Perhatikan perintah Boas di ayat 16: "jatuhkan dengan sengaja jelai dari ikatannya dan tinggalkan untuk dia." Hukum Taurat hanya mewajibkan pemilik ladang meninggalkan yang tercecer. Boas melampauinya, dan melampauinya secara tersembunyi, supaya Rut tidak merasa disedekahi. Di sinilah inti pasal ini: kasih setia Allah bekerja lewat orang yang memilih untuk memberi lebih dari yang diwajibkan, dengan cara yang menjaga martabat penerima. Bukan belas kasihan yang dipamerkan, tetapi kemurahan yang direkayasa diam-diam. Allah tidak turun dari langit untuk memberi makan Rut. Ia memakai seorang pemilik ladang yang memutuskan bahwa keuntungan panennya bukan hal paling penting hari itu.
Benang Merah
Naomi menyebut Boas "salah satu dari penebus kita" (ayat 20). Kata itu, go'el dalam bahasa Ibrani, berarti kerabat yang wajib menebus tanah, utang, bahkan nyawa keluarganya dengan biaya sendiri. Yang mengikat Boas bukan sentimen, melainkan ikatan darah dan tanggung jawab. Dari rahim Rut, perempuan Moab, lahirlah garis keturunan yang menuju Daud dan akhirnya Yesus Kristus. Perhatikan polanya: penebusan dalam Alkitab hampir selalu mahal bagi penebus dan gratis bagi yang ditebus. Kristus tidak hanya memenuhi kewajiban hukum atas kita, Ia melampauinya, dan Ia melakukannya tanpa mempermalukan kita. Boas adalah bayangan kecil dari gerakan besar itu.
Cermin
Anda dan saya biasanya berhenti tepat di garis kewajiban. Kita membayar pajak, mengembalikan uang kembalian yang berlebih, menyumbang sesuai anjuran. Semua benar, semua terhitung. Tetapi Rut tidak akan bertahan hidup dari kepatuhan minimum siapa pun. Pertanyaannya jadi tajam: berapa banyak dari penghasilan, waktu, dan pengaruh Anda yang sengaja Anda biarkan jatuh untuk orang lain? Dan bagaimana Anda memberikannya? Ada cara memberi yang membuat penerima harus berterima kasih di depan umum, mengucapkan syukur di grup, difoto. Boas memilih cara yang membuat Rut pulang merasa telah bekerja keras, bukan merasa dikasihani. Kemurahan yang benar melindungi harga diri orang yang ditolong.
Tokoh Utama
Boas menarik justru karena ia punya kuasa dan tidak menyalahgunakannya. Ia orang kaya, laki-laki, tuan tanah, di hadapannya berdiri seorang janda asing tanpa pelindung. Semua kartu ada di tangannya. Yang pertama keluar dari mulutnya kepada para pekerja adalah "TUHAN menyertaimu", dan yang pertama ia atur untuk Rut adalah keamanannya: "Aku telah memerintahkan agar para pekerja laki-laki muda tidak menyentuhmu." Ia tahu apa yang bisa terjadi pada perempuan miskin di ladang, dan ia memakai otoritasnya untuk memagarinya. Ia juga memanggil Rut "anakku", bukan "perempuan Moab itu". Sebutan mengubah kedudukan. Boas menempatkan orang asing itu ke dalam lingkaran keluarganya sebelum ada kewajiban apa pun untuk melakukannya.
Konteks
Kisah ini terjadi di zaman para hakim, masa ketika setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri. Betlehem baru pulih dari kelaparan, dan panen jelai berlangsung sekitar bulan April. Memungut sisa panen adalah jaring pengaman sosial Israel: janda, yatim, dan orang asing boleh mengambil yang tercecer. Tetapi hak tertulis tidak sama dengan keamanan nyata. Rut adalah perempuan Moab, dari bangsa yang punya sejarah buruk dengan Israel, tanpa suami, tanpa anak, tanpa tanah. Ia berada di dasar tangga sosial. Ketika ia bersujud sampai ke tanah dan bertanya "padahal aku orang asing?", itu bukan kerendahan hati yang dibuat-buat. Ia memang tahu posisinya.
Detail
Ayat 3 mengatakan Rut "kebetulan datang di ladang bagian milik Boas". Penulis sengaja memakai kata yang terdengar seperti nasib, undian, kebetulan murni. Ia tidak menulis "Tuhan menuntun langkahnya". Justru di situ letak kejujurannya: dari sudut pandang Rut, hari itu memang hanya keberuntungan. Ia bangun pagi, memilih ladang secara acak, dan bekerja tanpa berhenti sampai sore. Penuntunan Allah dalam pasal ini tidak pernah terlihat sebagai mukjizat; ia terlihat sebagai kaki yang lelah dan seorang tuan tanah yang kebetulan pulang dari Betlehem hari itu. Ini melegakan sekaligus menuntut. Melegakan, karena Allah bekerja di hari-hari yang tampak biasa saja. Menuntut, karena "kebetulan" itu perlu seseorang yang bersedia menjadi ladangnya.
Refleksi
Siapa yang saat ini memungut di "ladang" saya, di tempat kerja, di lingkungan rumah, di keluarga besar, dan apa yang bisa saya jatuhkan dengan sengaja untuk mereka tanpa mereka tahu?
Ketika saya menolong orang, apakah cara saya menolong meninggalkan harga diri mereka utuh, atau diam-diam menuntut rasa terima kasih sebagai bayarannya?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ruth 2
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti RUT 2?
Tentang apakah RUT 2?
Apa konteks historis dari RUT 2?
Apa yang RUT 2 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana RUT 2 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ruth 2
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Datanglah ke sini, makanlah roti ini," kata Boas. Satu kalimat, dan Rut pindah dari pinggir ladang ke tengah meja. Perempuan asing yang tadi memungut sisa, kini duduk bersama para penuai, makan sampai kenyang, bahkan masih bersisa. Sisa itulah yang nanti ia bawa pulang untuk Naomi. Kasih yang kaubawa pulang hari ini, untuk siapa?
Terima kasih, Tuhan, karena sebelum Rut melangkah ke ladang, Engkau sudah menyiapkan Boas, kerabat Naomi dari kaum Elimelekh. Begitu juga dalam hidupku: Engkau sudah menaruh orang-orang yang menolongku bahkan sebelum aku tahu aku membutuhkannya. Betapa diam-diam dan setianya Engkau bekerja.
Rut hanya berharap boleh memungut sisa jelai di belakang para penuai. Tetapi Boas berkata, "Dengarkanlah aku, anakku. Jangan pergi memungut di ladang lain dan jangan pergi dari sini." Perempuan asing itu tiba-tiba dipanggil anakku. Ia datang mencari remah, ia menemukan tempat. Mungkin kamu juga lelah berpindah-pindah ladang, mencari sedikit penerimaan. Dengarlah: ada tempat bagimu di sini.
Kebetulan, dia sampai di bagian ladang milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh." Rut tidak tahu ladang siapa itu. Dia hanya butuh makan hari itu. Tapi langkah kecil seorang janda miskin ternyata sudah dipeta oleh tangan yang tidak dia lihat. Mungkin hari ini kamu merasa cuma bertahan hidup. Tuhan sedang menulis sesuatu di situ.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
