Kasih setia yang selalu menjaga
Kasih yang menjaga
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Mazmur 59:17, Amsal 16:24, Mazmur 13:1-2 and Mazmur 121:7-8.
☀ Momen pagi
(59-18) Ya Kekuatanku, kepada-Mu kunyanyikan puji-pujian; karena Allah adalah tempat perlindunganku. Allahku, kasih setiaku.
Mazmur 59:17
Dunia kerja mengukur pagi dari daftar tugas yang harus selesai sebelum matahari terbenam. Semakin cepat kita bergerak, semakin berharga hari itu dianggap. Tapi pemazmur membuka harinya bukan dengan daftar, melainkan dengan nyanyian tentang kekuatan Tuhan.
Ia tidak menyangkal bahwa ada tekanan, sebab ayat ini lahir dari masa sulit, saat musuh mengintai dan hati gelisah. Namun sebelum melangkah keluar, ia memilih menyanyi lebih dulu tentang kasih setia Tuhan yang menyambutnya di pagi hari. Bukan karena masalah sudah hilang, tapi karena ia tahu ke mana ia bisa berlari.
Mungkin pagi ini engkau juga membawa beban yang belum selesai dari kemarin, atau kekhawatiran tentang apa yang menanti di kantor, di sekolah, atau di rumah. Sebelum semua itu menuntut perhatianmu, berhentilah sebentar. Ingat bahwa Tuhan sudah lebih dulu berjaga sepanjang malam, dan Dia tidak berhenti menjadi tempat perlindunganmu begitu hari mulai bergerak.
Menaranya yang tinggi bukan hanya untuk saat genting, tapi juga untuk pagi yang biasa, yang penuh rutinitas dan tenggat waktu kecil. Engkau boleh melangkah dengan tenang, bukan karena semua sudah pasti berjalan lancar, melainkan karena Tuhan yang kau nyanyikan pagi ini adalah tempat tinggimu sepanjang hari.
Biarlah langkah pertamamu hari ini bukan langkah yang gelisah, tapi langkah yang percaya.
Persembahkan hari ini →✦ Momen siang
Perkataan yang menyenangkan itu seperti sarang madu, manis bagi jiwa, dan menyembuhkan bagi tulang-tulang.
Amsal 16:24
Madu. Bukan gula biasa, tapi cairan lengket yang menempel lama di lidah, aromanya bertahan bahkan setelah ditelan. Amsal memilih kata itu untuk menggambarkan perkataan yang baik, bukan sekadar manis sesaat seperti permen, tapi sesuatu yang meresap dan menyembuhkan.
Coba pikirkan percakapan tadi pagi di kantor. Berapa banyak kata yang keluar dari mulutmu hanya untuk mengisi waktu, atau malah untuk menyindir, membela diri, mengeluh tentang rapat yang membosankan? Amsal tidak menyuruhmu diam. Ia menyuruhmu memilih. Kata-kata yang menyenangkan itu bukan basa-basi kosong, tapi kata yang membawa kesembuhan sampai ke tulang, sampai ke bagian diri orang lain yang paling dalam dan paling lelah.
Jam makan siang ini, sebelum kau kembali ke meja kerja, ada satu percakapan lagi yang menunggu. Mungkin dengan rekan yang sedang capek, atau dengan dirimu sendiri yang terus mengomel dalam hati. Pilih kata yang menyembuhkan, bukan yang melukai lebih dalam.
Tuhan tidak meminta kau jadi motivator ulung. Ia hanya meminta satu dua kata jujur yang penuh kasih, ditaburkan di tengah hari yang keras ini. Seperti madu, efeknya sering baru terasa lama setelah kata itu diucapkan.
Sebelum kembali bekerja, tanyakan pada diri sendiri: kata apa yang mau kutaburkan sore ini?
Persembahkan hari ini →◐ Momen sore
Kepada pemimpin pujian: Nyanyian Daud. (13-2) Berapa lama lagi, ya TUHAN? Apakah Engkau akan melupakanku selama-lamanya? Berapa lama lagi Engkau menyembunyikan wajah-Mu dariku? (13-3) Berapa lama aku harus menaruh nasihat di dalam jiwaku, dan kesedihan di dalam hatiku sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku akan ditinggikan atas aku?
Mazmur 13:1-2
Bayangkan mengetuk pintu yang sama berkali-kali. Tidak ada suara langkah di dalam, tidak ada cahaya yang menyala, hanya keheningan yang makin lama makin terasa seperti tembok. Tangan yang mengetuk mulai lelah, tapi telinga tetap menempel ke pintu, berharap mendengar sesuatu.
Itulah yang dirasakan Daud ketika ia menulis kata-kata ini. Bukan keraguan yang sopan, tapi teriakan yang diulang empat kali dalam dua ayat: berapa lama. Ia tidak menyembunyikan kekesalannya di balik bahasa yang halus. Ia menuduh Tuhan menyembunyikan wajah-Nya, seolah Tuhan sengaja berpaling.
Teks ini tidak buru-buru menjawab. Tidak ada ayat tiga yang langsung meredakan tuduhan ayat satu. Doa ini dibiarkan tergantung, dan mungkin memang begitu doa yang jujur bekerja, ia tidak selalu selesai dalam satu tarikan napas.
Sore ini, di tengah pekerjaan yang menumpuk atau rutinitas yang terasa hampa, mungkin ada rasa serupa. Kamu sudah berdoa, sudah menunggu, dan jawabannya belum juga datang. Wajar bila hatimu bertanya apakah Tuhan memang mendengar.
Daud tidak berpura-pura tenang di hadapan Tuhan, dan justru di situlah imannya nyata. Kamu boleh membawa kegelisahanmu apa adanya, tanpa dipoles. Tuhan sanggup menanggung pertanyaanmu yang belum terjawab.
Persembahkan hari ini →☾ Momen sore
TUHAN akan menjagamu dari segala kejahatan, Dia akan menjaga jiwamu. TUHAN akan menjaga kepergianmu dan kedatanganmu, dari sekarang sampai selama-lamanya!
Mazmur 121:7-8
Lampu-lampu jalan mulai menyala satu per satu di luar sana. Rumah perlahan menjadi sunyi, dan tubuhmu mulai merasakan lelahnya hari Rabu yang panjang.
Hari ini penuh dengan hal-hal kecil yang mungkin tak sempat kau pikirkan lagi: rapat yang molor, pesan yang belum terbalas, keputusan-keputusan kecil yang harus diambil cepat. Semuanya berjalan, entah lancar entah tidak, dan sekarang semuanya sudah lewat.
Ayat ini mengingatkan bahwa sepanjang hari itu, Tuhan sebenarnya sedang menjagamu. Bukan hanya saat kau berdoa atau saat kau sadar butuh pertolongan-Nya, tapi sejak pagi kau melangkah keluar rumah sampai malam ini kau kembali duduk diam. Dia menjaga keluar masuknya hidupmu, hal-hal yang kau sadari maupun yang luput dari perhatianmu sendiri.
Itu berarti kau tidak perlu menghitung ulang semua yang terjadi hari ini untuk memastikan semuanya aman. Penjagaan itu bukan tergantung sejauh mana kau berhasil mengaturnya, tapi pada Dia yang setia menjaga jiwamu.
Malam ini, biarkan itu menjadi alasan untuk bernapas lebih lega. Serahkan saja hari yang sudah berlalu, dengan segala yang baik dan yang belum selesai, ke tangan-Nya. Dia sudah menjaganya sejak awal, dan Dia akan terus menjaga sampai esok pagi tiba.
Persembahkan hari ini →Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
17(59-18) Ya Kekuatanku, kepada-Mu kunyanyikan puji-pujian; karena Allah adalah tempat perlindunganku. Allahku, kasih setiaku.
24Perkataan yang menyenangkan itu seperti sarang madu, manis bagi jiwa, dan menyembuhkan bagi tulang-tulang.
1Kepada pemimpin pujian: Nyanyian Daud. (13-2) Berapa lama lagi, ya TUHAN? Apakah Engkau akan melupakanku selama-lamanya? Berapa lama lagi Engkau menyembunyikan wajah-Mu dariku?
2(13-3) Berapa lama aku harus menaruh nasihat di dalam jiwaku, dan kesedihan di dalam hatiku sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku akan ditinggikan atas aku?
7TUHAN akan menjagamu dari segala kejahatan, Dia akan menjaga jiwamu.
8TUHAN akan menjaga kepergianmu dan kedatanganmu, dari sekarang sampai selama-lamanya!
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam