Setia menjaga di tengah pertanyaan
Kesetiaan Tuhan
Renungan singkat untuk direnungkan dengan tenang, diambil dari bagian Alkitab dalam Filipi 1:6, Amsal 15:16, Ayub 21:7 and Mazmur 121:5-6.
☀ Momen pagi
Aku sungguh yakin bahwa Ia yang telah memulai pekerjaan baik di antara kamu, Ia juga yang akan menyempurnakannya sampai hari Yesus Kristus.
Filipi 1:6
Paulus menulis kalimat ini dari balik tembok penjara, tangannya mungkin terikat rantai, tetapi hatinya penuh keyakinan tentang jemaat yang ia kasihi. Ia tidak tahu kapan akan bebas, atau apakah akan bebas sama sekali. Namun ia tetap yakin bahwa pekerjaan Allah dalam hidup orang-orang itu tidak akan berhenti begitu saja.
Hari Kamis ini mungkin terasa seperti rutinitas biasa, pekerjaan menumpuk, jadwal padat, atau justru terasa berat karena kelelahan yang belum pulih dari hari-hari sebelumnya. Tapi ingat, Allah tidak memulai sesuatu dalam hidupmu hanya untuk membiarkannya terbengkalai.
Dia yang memulai karya baik itu, bukan kamu. Dan Dia jugalah yang akan menyelesaikannya. Ini bukan soal seberapa kuat usahamu pagi ini, tapi soal siapa yang memegang proses itu dari awal sampai akhir.
Mungkin ada bagian dari dirimu yang merasa belum selesai diperbaiki, sebuah kebiasaan yang masih bergumul, sebuah luka yang belum sembuh, sebuah panggilan yang belum jelas arahnya. Firman ini tidak menuntutmu untuk sudah sempurna hari ini. Firman ini mengundangmu untuk percaya bahwa Allah sedang bekerja, meski langkahmu terasa lambat.
Jalani harimu dengan keyakinan itu. Bukan keyakinan pada dirimu sendiri, tetapi pada Dia yang setia menuntaskan apa yang telah Dia mulai.
Persembahkan hari ini →✦ Momen siang
Lebih baik sedikit disertai takut akan TUHAN daripada banyak harta disertai kegelisahan.
Amsal 15:16
Semakin besar gaji, semakin besar pula rasa aman, begitu kita sering diyakinkan. Kalau target tercapai, kalau posisi naik, hidup akan terasa lebih tenang. Tapi ayat ini diam-diam meruntuhkan anggapan itu. Harta besar tidak otomatis membawa damai, kadang justru membawa lebih banyak kekhawatiran, lebih banyak yang harus dijaga, lebih banyak alasan untuk cemas.
Sekarang, di tengah hari kerja, coba jujur sebentar. Apa yang sedang kau kejar pagi ini? Target penjualan, deadline laporan, pengakuan dari atasan? Semua itu boleh saja dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Tapi Amsal mengingatkan bahwa nilai sebuah hari tidak diukur dari seberapa banyak yang berhasil dikumpulkan, melainkan dari seberapa dekat hati ini tetap takut akan Yahweh.
Takut akan Yahweh bukan berarti hidup dalam ketakutan, tapi hidup dengan hormat, dengan kesadaran bahwa Dia yang memegang kendali, bukan pencapaian kita. Orang yang punya sedikit tapi hatinya tenang di hadapan Tuhan, sesungguhnya lebih kaya daripada orang yang punya banyak tapi hatinya penuh kekacauan.
Jadi sebelum kembali ke meja kerja, ajukan pertanyaan sederhana ini pada diri sendiri: apakah aku sedang mengejar treasure yang membawa trouble, atau aku memilih little yang membawa damai? Tuhan tidak menuntutmu menjadi kaya. Dia hanya mengundangmu untuk tenang di dalam Dia, sekalipun hasil hari ini belum seperti yang kau harapkan.
Makan siangmu boleh singkat, tapi biarkan hatimu istirahat sejenak di sini.
Persembahkan hari ini →◐ Momen sore
Mengapa orang-orang fasik terus hidup, menjadi tua, bahkan bertambah kuat perkasa?
Ayub 21:7
Mengapa rekan kerjamu yang suka memanipulasi data justru dipromosikan, sementara kamu yang berusaha jujur harus berjuang keras hanya untuk bertahan di posisi yang sama? Pertanyaan itu bukan tanda imanmu lemah. Ayub menanyakannya dengan lantang, tanpa basa-basi, di tengah penderitaannya sendiri.
Ayub tidak sedang berfilsafat dari jauh. Ia baru kehilangan segalanya, dan tiga temannya berusaha meyakinkan bahwa orang jahat pasti akan dihukum, cepat atau lambat. Tapi Ayub melihat kenyataan yang berbeda. Orang fasik hidup lama, sehat, berkuasa. Ia tidak menutup mata pada ketidakadilan yang nyata di siang bolong.
Teks ini tidak memberi jawaban gampang. Tidak ada ayat penutup yang rapi mengatakan, tunggu saja, semua akan dibalas. Ayub membiarkan pertanyaan itu tergantung, dan Alkitab membiarkannya tergantung juga, setidaknya untuk sementara.
Mungkin di situlah kejujuran iman dimulai, bukan pada jawaban instan, tapi pada keberanian membawa keluhan itu langsung kepada Tuhan, bukan menyimpannya sebagai kepahitan diam-diam. Ayub berbicara kepada Allah, bukan tentang Allah dari kejauhan.
Sore ini, jika ada bagian dalam dirimu yang marah melihat ketidakadilan di kantor, di rumah, di dunia, jangan buru-buru menutupnya dengan kata-kata rohani yang menenangkan. Bawa pertanyaan itu apa adanya. Tuhan yang sama yang mendengar Ayub, juga cukup besar untuk mendengar keluhanmu hari ini.
Persembahkan hari ini →☾ Momen sore
TUHANlah penjagamu, TUHAN adalah naunganmu, di sebelah kananmu. Matahari takkan menyerangmu pada waktu siang, begitu juga bulan pada waktu malam.
Mazmur 121:5-6
Di padang yang terik, seorang penggembala akan mencari pohon besar untuk berteduh, lalu menggeser posisinya sepanjang hari mengikuti arah bayangan yang berpindah karena matahari bergerak. Ia tahu, kalau lengah sedikit saja, sengatan matahari bisa membuat domba-domba lemas, bahkan dirinya sendiri jatuh sakit. Malam hari pun ia tidak benar-benar bebas dari bahaya, sebab orang zaman dahulu percaya udara malam dan cahaya bulan bisa membawa penyakit. Siang dan malam, selalu ada sesuatu yang mengancam.
Di sinilah pemazmur berkata bahwa Yahweh sendiri yang menjadi naungan itu. Bukan pohon yang bergeser mengikuti matahari, bukan atap yang hanya melindungi separuh hari, tetapi Tuhan yang berdiri di sebelah kanan, mengikuti ke mana pun kita pergi, sepanjang siang, sepanjang malam.
Hari ini mungkin penuh deadline, rapat, atau kelelahan yang menumpuk sejak pagi. Sekarang, saat matahari sudah tenggelam, tubuh dan pikiran boleh berhenti waspada sejenak. Tuhan tidak pernah mengambil cuti dari menjaga.
Engkau tidak perlu lagi mengatur suhu, mengecek jam, atau memikirkan apa yang belum selesai. Naungan-Nya sudah menutupimu sejak tadi, dan akan tetap ada sampai fajar.
Biarkan malam ini menjadi tempat berteduh yang sesungguhnya, di bawah tangan-Nya yang tidak pernah lelah.
Persembahkan hari ini →Baca perikop ini dalam Alkitab Yang Terbuka (AYT)
Ketuk sebuah bagian untuk membaca teks lengkapnya di sini.
6Aku sungguh yakin bahwa Ia yang telah memulai pekerjaan baik di antara kamu, Ia juga yang akan menyempurnakannya sampai hari Yesus Kristus.
16Lebih baik sedikit disertai takut akan TUHAN daripada banyak harta disertai kegelisahan.
7Mengapa orang-orang fasik terus hidup, menjadi tua, bahkan bertambah kuat perkasa?
5TUHANlah penjagamu, TUHAN adalah naunganmu, di sebelah kananmu.
6Matahari takkan menyerangmu pada waktu siang, begitu juga bulan pada waktu malam.
Ingin menggali lebih dalam?
Untuk setiap ayat dalam renungan ini, Anda bisa memperoleh penjelasan Alkitab yang mendalam beserta konteks, latar belakang, dan penerapannya.
Mulai penelusuran mendalam