Beeri: Ayah Hosea yang Disebut Satu Kali
Siapa Beeri
Beeri (בְּאֵרִי) adalah seorang laki-laki yang hidup pada zaman kerajaan yang terpecah, era yang berlangsung sekitar 975 SM sampai 586 SM menurut era menurut kronologi Ussher (1650). Satu hal saja yang tercatat tentang dirinya: ia adalah ayah Hosea. Seluruh jejaknya muat dalam satu ayat, satu perikop, satu kitab. Penyebutan pertama dan satu-satunya ada di tempat yang sama, yaitu Hosea 1:1. Tidak ada adegan, tidak ada percakapan, tidak ada perjalanan, tidak ada keputusan yang direkam. Yang ada hanyalah nama seorang ayah yang disebut untuk mengenali anaknya.
Satu-satunya Ayat
Ayat itu berbunyi: "Firman TUHAN datang kepada Hosea, anak Beeri, pada zaman pemerintahan Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman pemerintahan Yerobeam, anak Yoas, raja Israel" (Hosea 1:1).
Perhatikan bentuk kalimatnya. Subjeknya adalah firman TUHAN. Yang menerima firman itu adalah Hosea. Beeri muncul sebagai keterangan, dua kata saja: anak Beeri. Ia hadir bukan karena ada sesuatu yang ia lakukan, melainkan karena anaknya perlu dikenali dengan tepat. Dalam deretan nama yang disebut ayat ini, yaitu raja-raja Yehuda dan raja Israel, Beeri adalah satu-satunya yang tidak memegang takhta dan tidak menerima firman. Ia berdiri di antara mereka sebagai orang biasa yang namanya terbawa serta.
Inilah jenis penyebutan yang perlu kita akui apa adanya. Beeri bukan tokoh dengan kisah. Ia adalah catatan sambil lalu di baris pembuka sebuah kitab nabi. Pembaca yang jujur berhenti di sini dan tidak melangkah lebih jauh daripada yang tertulis.
Tempatnya dalam Waktu
Satu-satunya penanda waktu yang kita miliki untuk Beeri datang secara tidak langsung, lewat penanggalan pelayanan anaknya. Hosea 1:1 menempatkan datangnya firman TUHAN kepada Hosea pada zaman pemerintahan Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman pemerintahan Yerobeam, anak Yoas, raja Israel. Dengan kata lain, Beeri adalah ayah dari generasi sebelum rentang pemerintahan itu, atau setidaknya seorang yang hidup cukup dekat dengannya sehingga anaknya dikenal sebagai anak Beeri.
Teks tidak mengatakan apakah Beeri masih hidup ketika firman itu datang kepada anaknya. Teks tidak mengatakan apakah ia menyaksikan pelayanan Hosea, apakah ia mendukungnya atau menentangnya, apakah ia bersukacita atau berduka atasnya. Ayat itu memberi kerangka waktu bagi anaknya, bukan bagi dirinya. Penempatannya dalam era kerajaan yang terpecah, sekitar 975 SM sampai 586 SM, adalah penempatan yang luas, bukan penanggalan yang presisi.
Tidak Ada Kegagalan yang Dicatat, dan Tidak Ada Kebajikan
Kita harus jujur ke dua arah. Tidak ada satu dosa pun yang dicatat atas nama Beeri. Tetapi juga tidak ada satu perbuatan baik pun, satu doa, satu tindakan iman. Diamnya teks bukanlah pujian, dan bukan pula tuduhan.
Ada godaan yang akrab bagi pembaca untuk mengisi kekosongan ini: membayangkan seorang ayah saleh yang membesarkan seorang nabi, lalu menyimpulkan bahwa iman Hosea tentu berakar di rumah Beeri. Nas itu tidak berkata demikian. Satu-satunya keterangan yang diberikan Hosea 1:1 tentang asal mula pelayanan Hosea adalah bahwa firman TUHAN datang kepadanya. Inisiatifnya ada pada TUHAN, bukan pada silsilah. Menahan diri di titik ini adalah bentuk penghormatan terhadap teks.
Yang Tidak Kita Ketahui
Daftar ini panjang, dan sebaiknya dibaca pelan-pelan. Nama orang tua Beeri tidak disebut. Tidak ada suku atau bangsa yang diberikan baginya. Tidak disebutkan kota asalnya, pekerjaannya, atau jabatannya. Kita tidak tahu apakah ia mempunyai anak lain selain Hosea. Kita tidak tahu apakah ia tinggal di Yehuda atau di Israel. Kita tidak tahu berapa lama ia hidup, bagaimana ia mati, atau di mana ia dikuburkan. Tidak ada satu pun adegan yang diceritakan tentang dirinya; setiap penyebutan adalah daftar, silsilah, atau catatan sambil lalu. Seluruh yang terekam tentang Beeri muat dalam satu ayat.
Perlu dikatakan dengan tegas juga bahwa tidak ada rujukan mana pun di luar Hosea 1:1 yang dapat dipakai untuk memperluas gambaran ini. Satu ayat adalah batas yang kita miliki, dan batas itu tidak boleh kita lampaui.
Nama yang Tetap Berdiri
Namun nama itu ada di sana. Firman TUHAN datang kepada Hosea, dan Hosea tidak disebut tanpa ayahnya. Setiap kali seseorang membuka kitab Hosea dan membaca kalimat pembukanya, nama Beeri ikut terbaca. Ia tidak dikenal, tetapi ia tidak hilang.
Ada penghiburan yang tenang di sini bagi pembaca yang hidupnya tidak akan pernah menjadi sebuah kisah. Banyak orang yang pernah hidup tidak meninggalkan adegan, hanya nama dan sebuah hubungan keluarga. Beeri adalah salah satu dari mereka. Namanya berdiri di baris pertama sebuah kitab nabi, tanpa penjelasan dan tanpa pembelaan, terikat pada seorang anak yang kepadanya firman TUHAN datang pada zaman pemerintahan Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman pemerintahan Yerobeam, anak Yoas, raja Israel (Hosea 1:1).
