1 KORINTUS 16:13
Teks Itu Sendiri
Empat perintah singkat, ditembakkan berurutan seperti aba-aba: berjaga-jagalah, berdirilah teguh dalam iman, bertindaklah seperti laki-laki, jadilah kuat. Lalu segera disusul kalimat yang mengubah seluruh nadanya: "Biarlah semua yang kamu kerjakan, dilakukan dalam kasih." Paulus baru saja bicara soal uang kolekte, jadwal perjalanan, Timotius yang mungkin diremehkan, Apolos yang menolak datang. Lalu tiba-tiba ia berhenti mengurus logistik dan berbalik menghadap jemaat dengan empat kalimat perintah, seolah seorang komandan yang berdiri di gerbang kota sebelum pergi.
Inti
Empat perintah ini bukan motivasi. Ini bahasa penjaga malam dan bahasa pasukan yang mempertahankan garis. "Berdirilah teguh" mengandaikan ada dorongan yang mencoba menggeser Anda. Yang menarik: Paulus tidak berkata "menanglah," tidak berkata "majulah," tetapi "berdirilah." Iman Kristen, dalam gambaran ini, bukan penaklukan wilayah baru melainkan ketahanan di tempat yang sudah Allah berikan. Dan kata yang diterjemahkan "bertindaklah seperti laki-laki" (Yunani: andrizesthe) memang berakar pada kata "pria," tetapi maknanya dalam pemakaian sehari-hari adalah keberanian dewasa, kebalikan dari sikap kekanak-kanakan. Paulus menuntut orang Korintus berhenti bersikap seperti anak-anak yang berebut guru favorit, dan mulai memikul tanggung jawab orang dewasa dalam iman.
Benang Merah
Bahasa ini bergema jauh ke belakang. Ketika Israel berdiri di tepi Tanah Perjanjian, perintah yang terus diulang kepada Yosua adalah "kuatkan dan teguhkanlah hatimu." Bukan karena mereka mampu, tetapi karena Allah menyertai mereka. Paulus memakai kosakata yang sama untuk jemaat kecil di kota pelabuhan Yunani, dan itu bukan kebetulan: umat Allah selalu diperintahkan untuk berani justru di ambang sesuatu yang lebih besar daripada mereka. Bedanya, Korintus berdiri setelah salib. Keberanian mereka tidak lagi bertumpu pada janji tanah, melainkan pada Kristus yang bangkit, pokok yang baru Paulus pertahankan panjang lebar di pasal lima belas. Karena kubur kosong, berdiri teguh bukan kenaifan; itu realisme.
Cermin
Perhatikan di mana Anda paling cepat bergeser. Bukan dalam pengakuan iman di gereja, melainkan di rapat kantor ketika atasan meminta laporan dipercantik dan semua orang mengangguk. Dalam grup keluarga besar ketika ada gosip yang enak sekali diteruskan. Dalam soal uang, ketika keputusan memberi selalu tertunda sampai "nanti kalau lebih longgar." Dalam soal tubuh, ketika tangan lebih cepat membuka layar daripada pikiran memutuskan. Paulus tidak memerintahkan Anda merasa kuat; ia memerintahkan Anda bertindak dewasa. Dan ayat 14 menutup jalan keluar yang paling licin: keberanian yang tidak berkasih hanyalah kekerasan hati yang mengenakan seragam iman. Bersikap teguh sambil melukai orang bukan ketaatan, itu pembangkangan dalam bentuk yang lebih rapi.
Sang Tokoh
Paulus sendiri menjadi ilustrasi dari perintahnya. Beberapa ayat sebelumnya ia menulis bahwa pintu yang lebar telah terbuka baginya "sekalipun ada banyak yang berlawanan." Ia tidak menyembunyikan bahwa perlawanan itu nyata; ia hanya menolak membiarkannya menentukan langkahnya. Ia juga menunjukkan sisi lain dari keberanian: kepedulian pada Timotius yang lebih muda dan mungkin gugup, kesabaran terhadap Apolos yang menolak berangkat, penghargaan pada Stefanus dan kawan-kawan. Inilah profil kekuatan yang ia maksud: seorang yang tidak mundur di hadapan lawan, tetapi juga tidak mengintimidasi rekannya sendiri. Ia mengatur uang untuk orang miskin di Yerusalem dan menitipkan hati kepada seorang pemuda. Keteguhan dan kelembutan tinggal di rumah yang sama.
Profil Pembaca Pertama
Korintus adalah kota transit yang ramai, kaya, dan gila status. Jemaat di sana terpecah karena selera guru, saling menyeret ke pengadilan, membiarkan skandal seksual berjalan, dan pada Perjamuan Tuhan yang kaya makan lebih dulu sementara yang miskin kelaparan. Bagi mereka, "bertindaklah seperti laki-laki" pasti terdengar menusuk, karena selama enam belas pasal Paulus memperlakukan mereka persis sebagai bayi rohani. Mereka pikir mereka kuat: berhikmat, berkarunia, bebas. Paulus mengatakan bahwa kekuatan sejati terlihat di hal-hal yang mereka anggap kecil, seperti menyisihkan uang tiap hari pertama minggu untuk orang-orang kudus yang jauh, atau tidak memandang rendah pendatang muda bernama Timotius.
Pertanyaan
Lalu bagaimana dengan yang memang tidak kuat? Perintah ini terasa kejam bagi orang yang sedang berjuang dengan depresi, dengan penyakit yang tidak sembuh, dengan iman yang tinggal serat-serat terakhir. Paulus tidak menghaluskannya, dan saya tidak akan menghaluskannya juga. Tetapi perhatikan bentuknya: keempat perintah itu ditujukan kepada jemaat, bukan kepada individu yang berdiri sendiri. Yang diperintahkan berdiri teguh adalah "kamu" bersama-sama. Dalam praktiknya, itu berarti keteguhan Anda hari ini mungkin menjadi tempat berdiri bagi orang lain yang kakinya goyah, dan sebaliknya. Sebagian dari kita, pada musim tertentu, hanya bisa berdiri karena dipegangi. Itu tetap berdiri. Dan Paulus menutup suratnya bukan dengan "berjuanglah lebih keras," tetapi dengan "Anugerah Tuhan Yesus menyertai kamu."
Refleksi
Di titik mana dalam hidup Anda minggu ini keberanian dituntut bukan dalam bentuk besar, melainkan dalam satu keputusan kecil yang tidak akan dilihat siapa pun?
Siapa orang dalam lingkaran Anda yang, seperti Timotius, mudah diremehkan, dan apa yang berubah kalau keteguhan Anda diarahkan untuk melindunginya alih-alih membuktikan diri?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 1 Corinthians 16:13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 1 KORINTUS 16:13?
Tentang apakah 1 KORINTUS 16:13?
Apa konteks historis dari 1 KORINTUS 16:13?
Apa yang 1 KORINTUS 16:13 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 1 KORINTUS 16:13 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 1 Corinthians 16
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Akwila dan Priskila hidup berpindah-pindah. Diusir dari Roma, singgah di Korintus, lalu menetap di Efesus. Tapi di mana pun mereka berada, ada kalimat yang sama: "bersama jemaat yang ada di rumah mereka." Yang dibutuhkan bukan rumah yang besar, melainkan pintu yang mau dibuka. Bagaimana dengan rumahmu?
Paulus menolak singgah sebentar. "Sebab, aku tidak ingin melihat kamu hanya sekilas saja, tetapi aku berharap untuk tinggal bersamamu beberapa lama, jika Tuhan mengizinkan." Ada orang yang butuh kamu duduk, bukan sekadar lewat dan menyapa. Siapa yang selama ini hanya kamu temui sekilas? Dan beranikah kamu menaruh rencanamu di tangan Tuhan?
Pada hari pertama setiap minggu, hendaklah kamu masing-masing menyisihkan sesuatu sesuai dengan penghasilannya dan menyimpannya." Perhatikan: masing-masing. Tidak ada yang dianggap terlalu miskin untuk ikut memberi. Dan bukan spontan saat hati tersentuh, tapi disisihkan lebih dulu, teratur, sebelum uang itu habis dipakai sendiri. Kasih yang direncanakan sering lebih setia daripada kasih yang mendadak.
Bapa, sering aku sibuk mengerjakan banyak hal, tapi lupa alasan di baliknya. Ajar aku menaruh kasih di setiap yang kulakukan hari ini: cara aku bicara, bekerja, dan menanggapi orang yang sulit. Biar kasih itu nyata, bukan sekadar niat baik.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi