2 KORINTUS 1
Teks
Paulus membuka suratnya bukan dengan sopan santun basa-basi, melainkan dengan pujian: terpujilah Allah, "Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah segala penghiburan," yang menghibur dia dalam penderitaan supaya ia sanggup menghibur orang lain dengan penghiburan yang sama. Ia lalu membuka lukanya sendiri: di Asia ia dibebani "melebihi kekuatan kami sehingga kami putus asa untuk tetap hidup," seolah vonis mati sudah dijatuhkan, dan justru itulah yang mematahkan sandarannya pada diri sendiri dan melemparkannya pada "Allah yang membangkitkan orang mati." Bagian kedua menjawab tuduhan bahwa ia plin-plan soal rencana kunjungan; jawabannya bukan pembelaan diri, melainkan penunjukan kepada Kristus, yang di dalam Dia "semua janji Allah adalah 'ya'."
Inti
Yang dibongkar pasal ini adalah anggapan bahwa penghiburan Allah datang sebagai pengganti penderitaan. Paulus justru menaruh keduanya dalam satu kalimat: "sama seperti penderitaan-penderitaan Kristus melimpah dalam kami, demikian juga penghiburan kami melimpah melalui Kristus." Penderitaan orang percaya bukan bukti bahwa Allah pergi; itu tempat di mana hidup Kristus yang tersalib dan bangkit mengambil bentuk dalam tubuh yang rapuh. Dan penghiburan itu tidak pernah berhenti pada penerimanya. Allah menghibur Paulus agar Paulus menghibur Korintus, sehingga kasih karunia mengalir seperti air, bukan menggenang seperti kolam. Di sini keselamatan tampak sebagai sesuatu yang bergerak melalui manusia, bukan hanya turun kepada manusia. Hati nurani yang tulus, doa jemaat, kesetiaan Allah pada janji-Nya: semuanya terikat pada satu simpul, yaitu Kristus yang tidak pernah berkata "ya" dan "tidak" sekaligus.
Benang Merah
Ayat 20 adalah kalimat yang mengikat seluruh Alkitab menjadi satu: "semua janji Allah adalah 'ya' di dalam Kristus." Janji kepada Abraham tentang keturunan dan berkat bagi segala bangsa, janji tanah, janji takhta Daud yang kekal, janji perjanjian baru dengan hati yang diubah, semuanya bergantung ratusan tahun seperti utang yang belum dilunasi. Israel hidup dengan janji-janji yang sebagiannya tampak macet. Paulus berkata: semua itu tidak dibatalkan dan tidak digantikan, melainkan ditepati pada satu titik, dalam satu Pribadi. Karena itu penghiburan dalam pasal ini bukan penghiburan umum bahwa "semua akan baik-baik saja," melainkan penghiburan yang berbentuk salib dan kubur kosong. Allah yang membangkitkan orang mati bukan gelar teologis abstrak; itu Allah yang sudah melakukannya sekali, pada Yesus, dan karena itu Paulus berani berharap Ia melakukannya lagi.
Cermin
Ada satu jenis kelelahan yang jarang kita akui: kelelahan karena harus tampak kuat. Paulus tidak melakukannya. Ia menulis bahwa ia dibebani melebihi kekuatannya dan putus asa untuk tetap hidup, dan ia menulis itu kepada jemaat yang meragukan kredibilitasnya. Kita justru cenderung menyembunyikan diagnosis, kebangkrutan usaha, pernikahan yang dingin, anak yang menjauh, karena kita takut kelemahan kita membatalkan kesaksian kita. Pasal ini membalik logika itu: justru vonis mati dalam dirimu yang mematahkan keyakinan pada diri sendiri dan memindahkannya kepada Allah. Dan ada sisi kedua yang lebih menuntut: penghiburan yang kau terima bukan milik pribadi. Luka yang sudah Allah rawat dalam hidupmu adalah bekal untuk orang lain. Hari ini, tuliskan satu nama orang yang sedang mengalami persis apa yang pernah kau alami, lalu kirimkan kepadanya satu kalimat tentang bagaimana Allah menopangmu waktu itu.
Interteks
Kata "hiburkanlah" membuka bagian kedua kitab Yesaya, ketika umat berada di pembuangan dan segala sesuatu tampak berakhir. Penghiburan di sana bukan penenangan perasaan, melainkan pengumuman bahwa Allah datang membebaskan. Paulus memakai kosakata itu untuk jemaat kecil di kota kafir: penghiburan Allah selalu bernada pembebasan, bukan penghiburan sopan di ruang duka. Sisi lain terdengar dalam Roma 4, ketika Paulus menggambarkan iman Abraham kepada Allah yang menghidupkan orang mati, di hadapan tubuhnya sendiri yang sudah tidak berdaya. Pola itu berulang di sini. Abraham menatap rahim yang mati, Paulus menatap vonis mati di Asia, dan keduanya berpegang pada Allah yang sama. Kebangkitan bukan hanya akhir cerita; ia adalah dasar pijakan orang percaya di tengah cerita.
Detail
Perhatikan kata "jaminan" di ayat 22. Dalam bahasa Yunani itu arrabōn, istilah dagang: uang muka, cicilan pertama yang secara hukum mengikat pembeli untuk melunasi sisanya. Bukan hadiah simbolis, bukan tanda mata, melainkan bagian dari pembayaran itu sendiri. Jadi ketika Paulus berkata Allah memberikan Roh-Nya dalam hati kita sebagai jaminan, ia sedang berkata: apa yang kau alami sekarang dari kehadiran Allah adalah potongan asli dari masa depan, bukan pengganti sementara. Sukacita yang sesekali menembus kesedihanmu, kekuatan yang datang entah dari mana ketika kau seharusnya sudah runtuh, itu cicilan pertama. Dan cicilan pertama hanya masuk akal jika ada yang berkomitmen melunasi. Di situlah "ya" Allah dalam Kristus dan meterai Roh saling mengunci.
Profil
Korintus adalah kota pelabuhan yang mengagumi kefasihan, kesuksesan, dan pelindung yang berwibawa. Guru keliling dinilai seperti orator dinilai: dari penampilan, kekuatan bicara, dan jaringan. Dalam iklim seperti itu, seorang rasul yang berubah rencana perjalanan terlihat seperti orang yang tidak dapat dipegang kata-katanya, dan seorang rasul yang dipenjara, dipukuli, dan hampir mati terlihat seperti orang yang jelas tidak diberkati para dewa. Jemaat itu malu pada Paulus. Karena itu kalimat "kami putus asa untuk tetap hidup" terdengar di telinga mereka bukan sebagai kejujuran yang menyentuh, melainkan sebagai pengakuan kekalahan. Paulus tahu itu dan tetap menulisnya, lalu menempatkan seluruh reputasinya bukan pada catatan keberhasilannya, tetapi pada kesetiaan Allah yang tidak pernah berkata "ya" dan "tidak" sekaligus.
Refleksi
Penghiburan mana yang pernah kau terima dari Allah tetapi belum pernah kau teruskan kepada siapa pun, dan apa yang menahanmu?
Di bagian hidupmu yang mana kau masih diam-diam bersandar pada kekuatanmu sendiri, dan seperti apa bentuknya jika kau menyandarkannya pada Allah yang membangkitkan orang mati?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Corinthians 1
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 2 KORINTUS 1?
Tentang apakah 2 KORINTUS 1?
Apa konteks historis dari 2 KORINTUS 1?
Apa yang 2 KORINTUS 1 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana 2 KORINTUS 1 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang 2 Corinthians 1
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Bapa, terima kasih karena iman bukan sesuatu yang dipaksakan orang lain kepadaku, melainkan tempat aku berdiri di hadapan-Mu. Ajar aku menerima teman-teman yang menolongku bukan untuk menguasai, tapi untuk membuat hatiku bersukacita. Jagalah aku tetap teguh.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkaulah yang meneguhkan kami dalam Kristus dan yang telah mengurapi kami. Bukan kekuatanku yang menahanku tetap berdiri, melainkan tangan-Mu. Saat imanku goyah, Engkau tetap setia memegangku erat.
Bapa, Engkau sudah menarik aku keluar dari bahaya yang rasanya tak mungkin kulewati. Aku masih ingat itu. Maka hari ini, ketika ketakutan datang lagi, aku menaruh harapku pada-Mu: Engkau yang dulu menolong, akan menolong lagi.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi
