2 TIMOTIUS 4:13
Teks Itu
Seorang rasul yang baru saja menulis bahwa dirinya "telah dicurahkan bagai cawan persembahan" dan bahwa saat kepergiannya sudah tiba, lalu menutup surat terakhirnya dengan permintaan yang sangat sederhana: "Jika kamu datang, bawalah jubah yang kutinggalkan kepada Karpus di Troas dan juga buku-bukuku, terutama semua perkamen itu." Sebuah mantel yang tertinggal di rumah orang lain di kota pelabuhan. Gulungan-gulungan bacaan. Dan satu kata kecil yang menusuk: terutama. Bahkan di ambang kematian, Paulus masih punya daftar kebutuhan yang bisa ditulis di secarik kertas belanja.
Inti
Kita cenderung membayangkan iman yang matang sebagai iman yang tidak lagi membutuhkan apa-apa. Paulus merobek gambaran itu. Orang yang paling siap mati dalam Perjanjian Baru adalah juga orang yang meminta mantelnya, karena musim dingin datang (ayat 21) dan penjara Romawi itu dingin dan lembap. Injil tidak pernah memisahkan jiwa dari tubuh. Allah yang memanggil Paulus kepada mahkota kebenaran adalah Allah yang sama yang membuat tubuhnya menggigil dan pikirannya haus akan bacaan. Kerohanian yang menganggap kebutuhan tubuh sebagai gangguan bukanlah kerohanian Alkitab; itu kesombongan yang menyamar. Paulus tidak malu meminta. Ia tahu bahwa anugerah bekerja pada manusia yang nyata, bukan pada malaikat yang tidak butuh mantel.
Benang Merah
Ada garis lurus dari permintaan ini kembali kepada Kristus sendiri. Tuhan yang berkata "Aku haus" di kayu salib, yang tubuh-Nya ditelanjangi dan jubah-Nya diundi, adalah Tuhan yang tidak pernah melayang di atas kebutuhan manusiawi. Inkarnasi berarti Allah masuk ke dalam dunia mantel dan roti dan malam yang dingin, dan tidak menganggapnya rendah. Karena itu Paulus, hamba-Nya, boleh menuliskan permintaan mantelnya di halaman yang sama dengan pengakuan imannya yang paling agung. Dan perkamen itu, kemungkinan besar gulungan Kitab Suci, menunjukkan hal lain: bahkan rasul yang menulis sebagian Perjanjian Baru masih ingin duduk dengan firman yang sudah ada sebelum dia. Ia tidak pernah lulus dari posisi pendengar.
Cermin
Anda mungkin lebih ahli daripada Paulus dalam berpura-pura tidak membutuhkan apa-apa. Anda memimpin kelompok kecil, tetapi tidak berani berkata kepada siapa pun bahwa Anda lelah, bahwa keuangan rumah tangga sedang tercekik, bahwa Anda tidak tidur nyenyak sejak Maret. Anda merasa lebih aman menjadi orang yang membawa mantel daripada orang yang memintanya. Dan mungkin Anda juga sudah berhenti membaca apa pun yang menantang Anda; Anda hanya membaca yang sudah Anda setujui, persis seperti orang-orang di ayat 3 yang mengumpulkan guru sesuai keinginan telinga mereka. Paulus di penjara masih ingin belajar. Anda di ruang tamu yang hangat merasa sudah cukup tahu. Mintalah mantel Anda. Sebutkan namanya dengan jelas kepada seseorang minggu ini. Itu bukan kelemahan iman; itu bentuk iman yang paling jujur.
Refleksi
Kebutuhan konkret apa yang sedang Anda sembunyikan karena Anda lebih suka dianggap orang yang kuat daripada orang yang ditolong?
Pertanyaan yang sering diajukan tentang 2 Timothy 4:13
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti 2 TIMOTIUS 4:13?
Tentang apakah 2 TIMOTIUS 4:13?
Apa konteks historis dari 2 TIMOTIUS 4:13?
Yang dibagikan komunitas tentang 2 Timothy 4
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Mereka akan memalingkan telinga mereka dari kebenaran dan berbalik kepada dongeng-dongeng." Perhatikan, yang berubah bukan kebenarannya, melainkan arah telinga. Kita jarang menolak Firman dengan lantang. Kita cuma pelan-pelan mencari suara yang lebih enak didengar. Hari ini, siapa yang paling sering kamu dengarkan?
Beritakanlah firman itu, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya." Paulus menulis ini dari penjara, menjelang kematiannya. Ia tidak menuntut Timotius menunggu suasana yang nyaman. Perhatikan penutupnya: "dengan penuh kesabaran dan pengajaran." Menegur itu mudah; sabar menunggu orang berubah, itu yang mahal. Kamu sedang kehilangan kesabaran pada siapa hari ini?
Perhatikan, Paulus tidak berkata "aku menang". Dari penjara, menjelang ajalnya, dia menulis, "Aku telah bertanding dalam pertandingan yang baik, aku telah menyelesaikan pertandingan itu, aku telah memelihara iman." Yang dihitung bukan piala, melainkan kesetiaan sampai garis akhir. Hari ini kamu tidak dituntut menang. Kamu hanya diminta bertahan, dan tetap memegang iman itu.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi