EFESUS 6:18
Teks
Setelah menyebutkan pedang Roh, Paulus tidak berhenti untuk menarik napas; kalimatnya mengalir terus. Secara tata bahasa, ayat 18 bukan perintah baru melainkan sambungan dari "berdirilah teguh" di ayat 14: cara prajurit itu berdiri adalah "sambil berdoa setiap waktu dalam Roh dengan semua doa dan permohonan." Lalu datang dua penegasan yang mudah terlewat. Pertama, doa itu disertai kewaspadaan: "berjaga-jagalah dengan segala ketekunan." Kedua, doa itu tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi "menaikkan semua permohonan bagi semua orang kudus." Jadi: terus-menerus, di dalam Roh, dengan segala bentuk permintaan, dengan mata terbuka, dan untuk seluruh umat. Empat kata "semua" dalam satu ayat, dan tak satu pun yang berbicara tentang kebutuhan pribadi saya sendiri.
Inti
Perhatikan apa yang terjadi kalau doa ditempelkan pada daftar perlengkapan senjata. Ikat pinggang, zirah, perisai, ketopong, pedang: semuanya pemberian, bukan pencapaian. Kebenaran, keadilan, Injil damai sejahtera, iman, keselamatan, firman Allah, semua itu adalah apa yang Kristus kerjakan dan berikan, bukan kebajikan yang kita produksi sendiri. Doa, karena itu, bukan senjata kedelapan yang akhirnya berasal dari kita. Doa adalah tindakan orang yang kedua tangannya kosong dan tahu itu. Inilah sebabnya Paulus menambahkan "dalam Roh": bahkan keinginan untuk berdoa bukan milik kita sendiri. Allah menyediakan perlengkapan, Allah memberi Roh yang menggerakkan permohonan, dan Allah pula yang mendengar. Perjuangan rohani ternyata tidak dimenangkan oleh orang yang paling kuat, melainkan oleh orang yang paling terus-menerus bergantung.
Benang Merah
Perlengkapan senjata itu bukan ciptaan Paulus. Nabi Yesaya pernah melukiskan Allah sendiri yang maju berperang bagi umat-Nya: Ia mengenakan keadilan sebagai baju zirah dan ketopong keselamatan di kepala-Nya, karena tidak ada seorang pun yang sanggup menolong. Paulus mengambil gambaran itu dan memakaikannya kepada jemaat. Artinya: yang kita kenakan adalah perlengkapan Sang Pejuang ilahi, yang di dalam Kristus turun ke medan dan menang. Dan bagaimana Kristus berdiri tegak di hari yang jahat itu? Dengan berdoa. Di Getsemani, di hadapan salib, di hadapan Bapa. Doa bukan tambahan saleh pada hidup Kristen; doa adalah bentuk ketergantungan yang sama dengan yang dihidupi Anak terhadap Bapa. Ketika kita berdoa "dalam Roh", kita sedang ditarik masuk ke dalam percakapan yang sudah lebih dulu berlangsung antara Anak dan Bapa.
Cermin
Ayat ini membongkar sesuatu yang jarang kita akui: doa kita cenderung sebesar lingkaran kekhawatiran kita sendiri. Anak yang sakit, cicilan yang menumpuk, atasan yang tidak adil, hasil pemeriksaan dokter minggu depan. Semua itu sah, Paulus bahkan menyebut "semua doa dan permohonan". Tetapi ia menutup kalimat dengan "bagi semua orang kudus", dan di situ kita tersandung. Berapa nama saudara seiman yang Anda doakan minggu ini, yang tidak memberi keuntungan apa pun bagi Anda? Termasuk orang yang pernah menyakiti Anda di gereja? Kata "berjaga-jaga" dalam bahasa Yunani (agrypneō) berarti menahan kantuk, melawan rasa mengantuk. Doa yang melampaui diri sendiri memang membuat mengantuk; lebih enak tidur.
Hari ini: tuliskan tiga nama orang di jemaat Anda yang tidak otomatis Anda sukai, lalu doakan satu per satu dengan suara terdengar, dua menit saja.
Konteks
Surat ini ditulis oleh seorang tahanan. Beberapa baris kemudian Paulus menyebut dirinya "utusan yang terbelenggu", seorang duta besar dengan rantai di tangan, sebuah gambaran yang hampir lucu kalau tidak begitu pahit. Dari sel itulah ia menulis tentang berdiri teguh melawan penguasa-penguasa. Efesus sendiri adalah kota kuil Artemis, kota mantra dan jimat, tempat orang membeli rumusan untuk mengendalikan kuasa-kuasa tak terlihat. Jemaat di sana tahu persis bahwa dunia roh itu nyata; mereka tidak perlu diyakinkan. Yang mereka perlu dengar adalah bahwa senjata mereka bukan rumusan, melainkan relasi. Dan yang mendengar surat ini dibacakan di rumah-rumah adalah kelompok campuran: budak dan tuan duduk berdampingan, seperti terlihat jelas di ayat 5 sampai 9.
Intertekstual
Perintah "berjaga-jagalah" bergema dari taman Getsemani. Di sana Yesus meminta murid-murid-Nya berjaga dan berdoa, dan mereka tertidur. Hari yang jahat datang, dan para prajurit itu lelap. Paulus menulis kepada jemaat yang berdiri di posisi murid-murid itu, dengan satu perbedaan menentukan: Kristus tetap berjaga ketika mereka tidak, dan kemenangan-Nya kini menjadi tanah tempat kita berpijak. Gema kedua terdengar dari doa panjang Yesus di Yohanes 17, ketika Ia berdoa bukan untuk diri-Nya saja melainkan bagi semua yang akan percaya. Doa syafaat bagi "semua orang kudus" bukan kewajiban tambahan; itu adalah ikut serta dalam apa yang Kristus lakukan sampai sekarang di hadapan Bapa.
Profil
Bayangkan seorang budak di Efesus mendengar ayat ini dibacakan. Ia baru saja mendengar perintah untuk melayani tuannya dengan tulus. Hidupnya tidak memiliki ruang pengaruh sedikit pun; ia tidak bisa memilih, menuntut, atau menolak. Lalu ia mendengar bahwa ia dipanggil berdoa bagi seluruh umat kudus, dan bahwa doanya berurusan dengan kuasa-kuasa di langit. Orang yang tak berdaya di hadapan tuannya ternyata punya akses langsung kepada Tuan yang "tidak pilih kasih". Dan "semua orang kudus" itu berarti juga orang Yahudi dan orang bukan Yahudi dalam satu napas, dinding pemisah yang sudah dirobohkan Kristus kini dilangkahi setiap kali mereka berdoa. Doa syafaat adalah bentuk paling konkret dari persatuan yang diberitakan surat ini.
Refleksi
Kalau doa saya seminggu terakhir direkam dan diputar ulang, siapa saja yang terdengar namanya, dan siapa yang sama sekali tidak?
Di mana dalam hidup saya, saya masih mencoba "berdiri teguh" dengan kekuatan sendiri, dan karena itu justru tidak berdoa?
Selami lebih dalam Ephesians
Buku pilihan yang menggali kitab Alkitab ini lebih dalam.
Efesus: Amanat Alkitab Masa Kini
Eksposisi yang hangat dan jernih ini menolong Anda menelusuri Efesus pasal demi pasal, sambil menunjukkan bagaimana rencana Allah bagi gereja yang baru itu menyentuh hidup Anda hari ini.
Faith.network earns a small commission on Kobo purchases made through these links, at no extra cost to you. It helps keep the studies free.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang Ephesians 6:18
Jawaban singkat untuk pertanyaan paling umum tentang bagian Alkitab ini.
Apa arti EFESUS 6:18?
Tentang apakah EFESUS 6:18?
Apa konteks historis dari EFESUS 6:18?
Apa yang EFESUS 6:18 ajarkan tentang karakter Tuhan?
Bagaimana EFESUS 6:18 masih relevan hari ini?
Yang dibagikan komunitas tentang Ephesians 6
Wawasan, doa, dan ucapan syukur dari para pembaca dan tim redaksi untuk bagian ini.
Setelah berbicara tentang perlengkapan senjata Allah dan pergumulan melawan kuasa gelap, Paulus menulis hal yang begitu sederhana: "supaya kamu juga tahu tentang keadaanku dan apa yang sedang aku lakukan." Dia di penjara, tetapi dia tahu ada orang yang mengkhawatirkannya. Iman yang besar tetap tinggal di hal-hal kecil: memberi kabar, menenangkan hati yang cemas. Siapa yang sedang menunggu kabar darimu?
Terima kasih, Tuhan, untuk janji-Mu: "supaya kamu berbahagia dan panjang umur di bumi." Terima kasih untuk ayah dan ibu yang Kau pakai menuntun hidupku, untuk setiap hari yang Kau tambahkan, dan untuk kebaikan yang mengalir saat aku belajar menghormati mereka.
Paulus sedang dipenjara, tetapi yang ia pikirkan adalah hati jemaat di Efesus. Ia mengutus Tikhikus "supaya kamu tahu keadaan kami, dan supaya ia menghibur hatimu." Kabar saja tidak cukup; ada orang yang dikirim untuk menguatkan. Mungkin hari ini kamulah utusan itu bagi seseorang yang sedang diam-diam lelah.
Terima kasih, Tuhan, karena Engkau melihat pekerjaanku bahkan saat tak ada yang memperhatikan. Aku bersyukur boleh menjadi hamba Kristus yang melakukan kehendak Allah dengan segenap hati, bukan sekadar mencari pujian manusia. Itu melegakan hatiku.
Jelajahi bagian ini pada tingkat yang berbeda
Pemula, teolog, atau panjang bacaan yang berbeda? Sesuaikan pengaturan dan buat versi Anda sendiri.
Buka di alat studi